Friday, March 25, 2016

Sekolah Terpadu ODOP







Bismillaah


Mentari baru saja naik setinggi tombak, ketika Bu Irma Sari tiba di sekolah kesayangannya, Sekolah Terpadu ODOP. Memasuki pintu gerbang sekolah, dilihatnya beberapa anak juga sudah mulai berdatangan diantar orang tua atau pengasuhnya, atau sopirnya. 
"Assalamu'alaikum, Bu Irma," sapa seorang siswa berpeci putih dengan ceria.
"Wa'alaikumussalam, Aydi. Apa kabar hari ini?" balas Bu Irma tak kalah cerianya.
"Baik, Bu. Hari ini sholat Shubuhku tidak kesiangan, Bu," jawab siswa yang memiliki nama lengkap Aydi Rain ini. Mungkin lahirnya saat hujan turun, jadi namanya Rain. 
"Oh ya? Alhamdulillah. Aydi bangun sendiri?" 
"Hehe ... Enggak. Aku dibangunin mama."
"Oh, bagus! Besok bangun sendiri, ya? Itu namanya mandiri. Jadi tidak merepotkan mama," saran Bu Irma kepada Aydi.
"In sya Allah, Bu. Bu, aku mau masuk kelas dulu, ya. Da dah ...," lambai Aydi sambil berjalan menuju kelasnya yang berada di lantai dua.
"Oke," jawab Bu Irma membalas lambaian siswanya.


Bu Irma pun melanjutkan langkahnya ke kantor guru. Dilihatnya Bu Roma Pakpahan sedang duduk menghadap laptop di meja kerjanya. Serius sekali kelihatannya, sampai tidak sadar kalau ada yang datang.
"Pagi, Bu Roma! Serius sekali. Sedang apa, sih?" sapa Bu Irma penasaran.
"Eh! Pagi juga, Bu Irma. Kaget, saya. Kok saya nggak denger kalau Bu Irma datang, ya?"
"Ya iyalah, lha wong Ibu sedang serius begitu. Ada bom juga pasti nggak kedengeran."
"Ah! Ya, nggak gitu-gitu juga kali Bu. Kalau bom kan suaranya kenceng, pasti dengerlah ..."
"Pagi-pagi udah serius banget, sih Bu?"
"Iya nih, gara-gara Kepala Sekolah kasih tugas baru. Jadi tambah pekerjaan. Tapi, nggak pa-pa lah, asal masih berbau tulis-menulis. Kalau disuruh betulin mobil, baru tuh saya pusing tujuh keliling."


"Assalamu'alaikum," sebuah suara terdengar dari depan pintu.
"Wa'alaikumussalam, eh ... Bu Sabrina. Sudah pulang? Mana oleh-olehnya?" jawab Bu Irma antusias.
"Yaelah ... Bu Irma, belum juga duduk, sudah ditanya oleh-oleh," sahut Bu Roma sambil tertawa.
"Iya, nih. Kasih minum dulu, dong. Capek nih, mana jalanan macet, lagi," balas Bu Sabrina tersenyum.
"Teman-teman sedang apa ini, pagi-pagi sudah ngeriung?"
"Biasa, Bu. Kalau hari pertama masuk, ada aja yang dibicarakan. Seperti bertahun-tahun tak ketemu. Ngobrol ngalor ngidul gak tentu juntrungannya," jawab Bu Irma dengan logat jawa yang medok.



Begitulah suasana kantor guru Sekolah Terpadu ODOP. Ramai, riuh rendah dengan kelakar segar yang selalu menumbuhkan ide-ide baru dan semangat membara untuk terus berkarya mendidik anak- anak bangsa ODOP. Semoga akan lahir anak-anak bangsa yang terampil menulis tulisan berkualitas, bermanfaat, dan menginspirasi anak-anak bangsa ODOP dan juga di luar  bangsa ODOP. 


#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#TugasArisanRondeKeempat




2 comments:

irma said...

Wah aku jadi orang jawa hehe.. mantep mbak..
^ ^

Sabrina Lasama said...

Saya jadi guru... Horeee!! Hehhehe