Showing posts with label My Hajj Diary. Show all posts
Showing posts with label My Hajj Diary. Show all posts

Tuesday, June 18, 2024

Tausiyah Terakhir

Rizq Palace, 20 Juli 2024


Bismillah


Inilah tausiyah terakhir di kota suci Makkah, sebelum kami pulang kembali ke tanah air. Tausiyah sekaligus reminder . Semoga bisa terus istiqamah di jalan Allah dan bisa kembali beribadah haji dan umroh ke Tanah Suci, aamiin yaa mujibassaailin 🤲🏻.



Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
(QS. Ibrahim: Ayat 7)

Jangan mengambil kesimpulan berdasarkan fenomena satu ke fenomena yang lain. Tapi bersandarlah kepada Allah, Sang Pencipta.

Ibn Rusyd: Di mana saja kamu berpijak, kamu bertanggung jawab keislaman bumi tersebut.
Bumi itu hidup, dan paling senang bila didiami oleh orang-orang shalih. 

"Bertaqwalah kamu di mana saja kamu berada. Ikuti segala keburukan dengan kebaikan. Karena kebaikan akan menghapus keburukan."

Di Padang Mahsyar, semua kebaikan dan keburukan akan diperlihatkan.

Maksud diampuni/dihapus/ditutup adalah ketika ditimbang semua keburukan diperlihatkan. Lalu diperlihatkan kebaikan yang dapat menutup keburukan tersebut.

Bukti kalau bumi hidup:


وَاَ خْرَجَتِ الْاَ رْضُ اَثْقَا لَهَا 
"dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,"
(QS. Az-Zalzalah: Ayat 2)

Setiap shalat sunnah, geser tempatnya karena bumi yang kita pijak ini akan menjadi saksi.

Subhan:
        Sebelum meninggal, teriak 3 kali. Menjelang sakaratul maut, pandangan mata kita terbuka. Akan terlihat dosa-dosa yang telah diperbuat dan siksa neraka yang akan dialami. 
Subhan diperlihatkan oleh Allah.
Teriakan pertama: kenapa nggak lebih jauh?
Ke-2: Kenapa nggak yang baru?
Ke-3: Kenapa nggak semuanya?

1. Allah perlihatkan pahala menuju ke masjid. Para makhluk berdoa sehingga Allah mengampuni dosa-dosanya, Allah angkat derajatnya.
2. Saat Subhan menuju ke masjid, memakai baju lapisan luar karena dingin. Lalu ada orang yang kedinginan, sehingga ia berikan baju. Ternyata pahalanya sangat luar biasa. Sehingga ia menyesal kenapa tidak memberikan yang baru.
3. Saat pulang dari Masjid, ia sarapan dengan roti dan susu. Ada orang yang kelaparan, setengah bagian roti dan setengah susu. Allah perlihatkan pahala memberi makan orang yang kelaparan. Maka, ia menyesal kenapa tidak memberikan semuanya.

Haji mabrur: kata-katanya lembut, mudah memberi.
Tahu diri, menghargai orang. 

Saat di Arafah, tidak ada yang gedor-gedor pintu kamar mandi.
Di Muzdalifah, mulai terdengar orang yang berkata kasar, tidak sabar.
Di Mina, banyak yang gedor-gedor pintu kamar mandi, marah-marah.
Ajaran shalat yang memajukan peradaban Eropa:
1. Manajemen kebersihan
2. Manajemen waktu
3. Manajemen ketertiban
4. Manajemen ketenangan
5. Manajemen kedamaian
6. 


Dalam Haji kita belajar:
- Ketetapan Allah
- Kesabaran
- Tasamuh, tidak mendzalimi orang 
- peduli
- ketaatan kepada Allah

Orang yang saat ibadah haji tidak melakukan rafats, fusuq, dan jidal, maka saat pulang, ia seperti bayi yang baru lahir.

Jangan mentang-mentang sudah haji (Thawaf ifadhah), buka aurat, teriak-teriak, dan perbuatan yang tidak terpuji lainnya.

Minta kepada Allah agar bisa kembali beribadah haji/umroh berulang-ulang,
Minta diampuni segala kekurangan dan kesalahan selama ibadah haji,
Minta diterima segala rangkaian ibadah haji.




Thursday, May 23, 2024

Haji Akbar

Bismillah



Haji Akbar (8 Juli 2022)

Alhamdulillaah, pada musim haji tahun 2022, wukufnya jatuh pada hari Jumat. Ini berarti merupakan haji akbar. Keistimewaan wukuf yang bertepatan dengan hari Jumat adalah, bahwa Allah mengampuni semua yang hadir di Arafah tanpa perantara. MaasyaaAllah. Aamiin yaa mujibassaailin 🤲🏻
Maka, beruntung sekali jamaah haji yang bisa mendapatkan wukuf akbar, yang tentunya tidak bisa terjadi setiap tahun. 



Satu lagi hikmah yang kami peroleh dari tertundanya ibadah haji kami. Seharusnya, jamaah haji tahun 2022 ini, berangkat pada tahun 2020. Qadarullah terjadi pandemi Covid-19 sehingga kami batal berangkat. 



Setelah tertunda dua tahun, ternyata kami banyak mendapatkan keuntungan dan keistimewaan. Salah satunya berkesempatan mendapatkan haji Akbar ini. Selain itu, baru mulai tahun ini, disediakan kasur dan bantal di tenda Arafah. Sebelumnya tidak pernah. Alhamdulillaah.



Bila wukufnya bukan hari Jumat, Allah akan mengampuni jamaah haji saat itu dengan perantara yaitu orang shalih yang hajinya mabrur.



Al Muqofa
Beliau adalah seorang lelaki tukang sol sepatu yang gagal pergi haji tetapi malah mendapatkan haji mabrur. Kok bisa? 


Hal itu berawal dari ketika istrinya yang sedang hamil menginginkan makanan yang dimasak oleh tetangganya karena baunya yang sedap.



Lalu Al Muqofa pun mendatangi tetangganya tersebut. Ternyata tetangganya tersebut sedang memasak bangkai keledai. Karena mereka miskin dan anaknya yatim. Mereka melakukan itu karena kelaparan.


Maka Al Muqofa pulang mengambil uang 300 riyal yang akan digunakannya untuk pergi haji dan menyerahkannya kepada tetangganya tersebut. Oleh karena itu, Al Muqofa dikaruniai Allah haji mabrur dan menyebabkan jamaah haji tahun itu diterima ibadah hajinya oleh Allah. MaasyaaAllah. 


Salah satu tujuan wukuf di  Arafah adalah untuk mengejar ampunan dan surga. Oleh karena itu, kita harus memperbanyak istighfar.



Orang yang mendapatkan surga:
1. Orang-orang yang terus-menerus secara rutin berinfak dalam keadaan lapang maupun sempit.
2. Orang yang cerdas dalam mengelola amarah/emosi. Kalau marah, itu karena Allah. Ketika marah, dia bisa menahan diri. Yang keluar dari lisannya adalah doa, bukan sumpah serapah.
3. Mudah memaafkan orang lain yang berbuat salah kepadanya.
4. Orang-orang muhsinin (suka berbuat baik).
5. Orang yang berbuat salah bersegera memohon ampun kepada Allah dan tidak mengulangi kesalahannya.


Hal itu seperti yang tercantum dalam firman Allah QS. Ali Imran ayat 133-134.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَسَا رِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ ۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ 


"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,"
(QS. Ali 'Imran: Ayat 133)



الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ 



"(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Ali 'Imran: Ayat 134)



Saturday, May 18, 2024

Tholabul 'Ilmi

Rizq Palace, 4 Juli 2022
Persiapan Armuzna


Bismillah




Orang yang berilmu lebih baik daripada ahli ibadah. Kalau ahli ibadah kesannya untuk diri sendiri, sedangkan orang berilmu untuk orang lain. 

Setan lebih takut kepada orang berilmu daripada ahli ibadah tapi tidak berilmu. 

8-13 Dzulhijjah adalah puncaknya ibadah haji. Pada waktu tersebut, kita membutuhkan beberapa hal. 


1. Bondo: harta
     Untuk dapat pergi haji, kita harus memiliki harta untuk biaya ke Makkah dan biaya hidup selama di sana. Walaupun ada juga yang tanpa harta, bisa ke sana. Itu pengecualian. 

Enaknya jamaah haji Indonesia, karena sudah membayar ONH saat pendaftaran dan menjelang keberangkatan, maka selama di Makkah, kita tidak perlu pusing memikirkan mau makan apa dan mau tinggal di mana, mau naik apa. Semua sudah diatur oleh petugas haji. Alhamdulillaah.


Ada beberapa negara yang tidak seperti Indonesia, sehingga jamaah hajinya harus mencari makanan sendiri. 


Selain itu, hanya jamaah haji Indonesia yang dibekali dengan botol semprot. Botol ini memiliki dua fungsi. Satu untuk tempat minum, satu lagi untuk semprotan wajah saat di luar agar wajah kita tetap lembab, tidak kering. MaasyaaAllah, terima kasih pemerintah Indonesia. Meskipun banyak kekurangannya, tetapi masih ada sisi positifnya.

2. Bahu: fisik/tenaga
Saat Armuzna, kita harus memiliki fisik yang kuat karena memang ibadah haji adalah ibadah fisik. Salah satunya saat melempar jumroh. Jarak antara tenda di Mina dengan lokasi jamarat, bisa lebih dari 5 km. Pulang pergi sudah 10 km. Dan, itu dilaksanakan sebanyak tiga kali. 


Selain di Mina, saat di Muzdalifah pun, kita harus memiliki fisik yang kuat. Walaupun di sana hanya beberapa jam, tapi saat mengantre untuk naik bus ke Mina, butuh waktu beberapa jam. Dan itu sangat melelahkan dan menguras tenaga. Sehingga, ada jamaah yang jatuh sakit bahkan pingsan.



Ketika sakit, minta kesembuhan kepada Allah, baru berobat. 
Makanan >>> sebelum makan, minum dulu dan makan buah terlebih dahulu.
Banyak makan buah untuk asupan serat.
Perbanyak minum air bening, terutama air zamzam. Air zamzam memang sangat luar biasa khasiatnya. Bisa memberikan energi dan bisa menjadi wasilah kesembuhan. Juga bisa mencegah dehidrasi. MaasyaaAllah tabarakallah.


3. Pikir: ilmu
Dalam beribadah, niat saja belum cukup. Harus ada ilmunya. Apalagi ibadah haji. Banyak perbedaan pendapat antara satu ulama dengan ulama yang lain. Kalau kita tidak memiliki ilmu yang cukup, nanti jadi bingung. Alhamdulillah, di KBIHU Daarutakwien, ada ustadz yang selalu membimbing dan mengarahkan sehingga bagi yang belum punya ilmu, tinggal mengikuti. InsyaaAllah shahih.


4. Lek perlu sak nyawane pisan (kalau perlu, sekalian dengan nyawanya)
Ibadah haji memang tidak selalu berakhir dengan kematian. Tetapi ada yang memang ingin meninggal di tanah suci. 



Apabila jamaah haji meninggal di kota Madinah, ia akan mendapatkan syafaat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Perhatikan hadits berikut:

لَا يَصْبِرُ أَحَدٌ عَلَى لَأْوَائِهَا فَيَمُوتَ إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا أَوْ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا كَانَ مُسْلِمًا

“Tidaklah seseorang sabar terhadap kesusahannya (Madinah) kemudian dia mati, kecuali aku akan memberikan syafa’at padanya, atau menjadi saksi baginya pada hari Kiamat. Jika dia seorang muslim” [HR Muslim]



Sumber: https://muslim.or.id/50575-bercita-cita-meninggal-di-tanah-suci.html
Copyright © 2024 muslim.or.id



Arafah: ma'rifah: pengetahuan
>>> Masing-masing kita dituntut untuk mengenal diri kita di hadapan Allah. Oleh karena itu, di Arafah kita perbanyak istighfar, mengakui dosa-dosa, dan perbanyak doa .

Jabal Rahmah: pertemuan Nabi Adam dan Ibu Hawa. 
Agar cinta bertambah, pergilah beberapa saat agar cinta itu tumbuh dan berkembang. 

Orang yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhannya.

Di Arafah, waktunya spesial: dari Dzuhur sampai terbenamnya matahari. >>> Mustajab.
Perbanyak:
لا اله الا الله وحده لا شريك له له الملك و له الحمد و هو على كل شيء قدير 

Shalat jama taqdim qashar Dzuhur dan Ashar.

Di Muzdalifah banyak istirahat.

Saat di Arafah, Rasulullah berdoa agar dosa umatnya diampuni oleh Allah, termasuk mereka yang berbuat dzalim. Doa tersebut dikabulkan saat beliau berada di Muzdalifah. 


Lanjutkan doa di Muzdalifah.
Mina - muna: harapan
Digambarkan seperti rahim. Pada hari biasa terlihat sempit. Tetapi saat musim haji, jadi terlihat luas karena dapat menampung jutaan jamaah haji.


Di Mina:
- melempar jumroh (jamarat)
- pesantren kilat, kajian pukul 8 pagi 
   dan 8 malam
"Hati-hati di Mina, banyak setan yang menggoda. Karena dulu saat Nabi Ibrahim akan menyembelih Nabi Ismail, digoda setan di Mina."


Wednesday, May 15, 2024

Manasik Haji

Rizq Palace, 3 Juli 2022



Bismillah


Manasik Haji
QS. Adz Dzariyat: 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Az-Zariyat: Ayat 56)

Beribadah hanya kepada Allah sampai kematian menjemput. 
Ibadah yang dimaksud adalah seluruh kehidupan kita harus bernilai ibadah.

Ibadah: mahdhoh dan ghairu mahdhoh.

Mahdhoh: tata caranya ditentukan oleh Allah, dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam.

Ghairu mahdhoh: tata caranya tidak diatur. Selama tidak bertentangan dengan norma agama dan kemasyarakatan dan diniatkan ikhlas karena Allah. Memiliki keterkaitan, ketundukan, dan kepatuhan kepada Allah.

عبد - يعبد: budak sahaya
عبد:
Anak panah yang pendek dan kokoh
Pohon yang mengeluarkan aroma wangi
1. Budak tidak memiliki apa pun. Semua milik majikan.

Abdullah: budak Allah, hamba sahaya Allah. Kita tidak memiliki apa pun. Semua milik Allah. Kita hanya mendapatkan titipan. 
Seperti tukang parkir yang hanya dititipkan kendaraan. Suatu saat akan diambil oleh sang pemilik.

Apabila titipan itu diambil oleh Sang Pemilik, Allah subhanahu wata'ala, maka ucapkan istirja' ( انا لله و انا اليه راجعون اللهم أجرني في مصيبتي و اخلفلي خيرا منها)

Kesabaran itu pada pukulan pertama.

Cintai apa yang engkau miliki, tetapi jangan merasa memiliki apa yang engkau cintai.

Ummu Sulaim + Abu Thalhah.
Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam mendoakan keberkahan kepada mereka. Dan, lahirlah Abdullah yang kemudian memiliki 12 anak penghafal Al-Qur'an.


2. Budak tidak akan melakukan apa pun kecuali atas perintah majikan.
Begitu pun kita, hanya melakukan apa yang sudah diperintahkan oleh Allah doa Rasulullah.

3. Tidak bisa merencanakan apa pun kecuali atas izin majikan.
Setiap merencanakan apa pun, libatkan Allah. Jangan sok tahu, jangan sok yakin. Ucapkan 
إنشاءالله

Dengan demikian, apa pun yang kita lakukan akan bernilai ibadah, إنشاءالله.

I'tirof اعترف: pengakuan

Syarat pelaksanaan ibadah haji:
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Istito'ah (finansial, kesehatan, keamanan, keilmuan)

Rukun: (kalau tidak dikerjakan, hajinya tidak sah)
1. Niat (di hotel)  
2. Wukuf di Arafah 
3. Thawaf ifadhah
4. Sa'i
5. Mencukur
6. Tertib

Wajib: (kalau tidak dilakukan, bayar dam. Bisa di-badal-kan bila sakit)
1. Memakai kain ihram di miqat
2. Membaca talbiyah
3. Mabit di Muzdalifah (sampai pukul 
     24.00) >>> banyak berdzikir, lalu 
     mengambil kerikil 
4. Mabit di Mina
5. Melempar jumroh 
     Bila sakit bisa di-badal-kan. Saat 
     mem-badal-kan, kerjakan dulu 
     kewajiban kita, baru 
     mem-badal-kan.
6. Thawaf wada
7. Menjaga untuk tidak bermaksiat 
     dan berkata-kata kotor, bertengkar 

Perempuan haid tidak boleh Thawaf. Oleh karena itu, saat Thawaf ifadhah ditunda sampai suci. Begitu pula Sa'i nya. 

Bila saat Thawaf wada masih haid, cukup melambaikan tangan di pintu 1. 





 

Wednesday, May 1, 2024

10 yang Istimewa

Rizq Palace, 30 Juni 2022
Ustadz Sona'i Abdurrahman, Lc.



Empat bulan haram, yang dimuliakan:
Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, Rajab

Al Fajr: 2 
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَيَا لٍ عَشْرٍ 
"demi malam yang sepuluh,"
(QS. Al-Fajr: Ayat 2)

- 10 terakhir bulan Ramadan 
- 10 pertama bulan Dzulhijjah/Muharram/Rajab
- Imam Syafi'i >>> 10 hari pertama bulan Dzulhijjah


*KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN* 
 
"Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah." Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?". Beliau menjawab, "Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apa pun." .” (HR. Abu Daud & dishahihkan Syaikh Al Albani)

"Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid." 
(HR. Ahmad)

 *KEUTAMAAN 1 – 10 DZULHIJJAH* 

1. Allah bersumpah dengannya.
Demi Fajar dan Malam 10 (al Fajr 1-2)
Yakni sepuluh malam pertama pada bulan Dzulhijjah

2. Merupakan hari yang disyariatkan untuk senantiasa dzikir
"...dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan (10 hari pertama Dzulhijjah)..." (Al-Hajj : 28). 

3. Rasulullah memberi kesaksian bahwasanya merupakan hari hari dunia yang paling utama
Karena merupakan hari berkumpulnya beberapa induk ibadah yang tidak ada pada hari yang lain : shalat, puasa, shadaqah dan haji 

4. Di dalam nya terdapat hari Arafah 
Hari Arafah adalah hari haji yang terbesar 

 AMAL YANG DISYARIATKAN :

1. Memperbanyak amal shaleh. (Shaleh: sesuatu yang baik, benar, bermanfaat, layak) Sebab amal shaleh pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang lainnya.

2. Berpuasa selama hari-hari tersebut, atau pada sebagiannya terutama pada hari Arafah.
"Berpuasa pada hari Arafah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya." (HR Muslim)

3. Takbir dan dzikir pada hari-hari tersebut, baik takbir mutlak atau pun takbir muqayyad
Artinya, "...dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan..." [Al-Hajj : 28]. 
"Maka perbanyaklah pada hari hari itu tahlil, takbir dan tahmid." (HR. Ahmad)

5. Melaksanakan ibadah haji dan umrah.

6. Berqurban pada hari raya Qurban dan hari-hari tasyriq.

7. Melaksanakan shalat Idul Adha dan mendengarkan khutbahnya

8. Bertaubat dan meninggalkan maksiat/dosa

9. Tidak mencabut atau memotong rambut dan kuku bagi orang yang hendak berkurban, sejak masuk bulan Dzulhijjah sampai hewan qurban nya disembelih 

10. Menghindari segala bentuk kedzaliman
Karena di samping amal shaleh dilipatgandakan pahalanya, dosa pun dilipatgandakan balasannya.

11. Menuntut ilmu 

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, "Jika dilihat waktu malamnya, maka sepuluh terakhir bulan Ramadhan lebih utama. Dan jika dilihat waktu siangnya, maka sepuluh awal bulan Dzulhijjah lebih utama"

Ma'ruf: kebiasaan yang tidak bertentangan dengan norma agama.
Setiap ma'ruf/kebaikan adalah sadaqah.

Tarwiyah: tanggal 8 Dzulhijjah, jamaah melakukan shalat di Mina dengan cara jamak qashar
Yang tidak haji, disunnahkan berpuasa.




Sepuluh akhir Ramadhan ada malam Lailatul Qadar, sepuluh awal Dzulhijjah ada hari Arafah.


Tuesday, April 30, 2024

Amalan yang Dilipatgandakan

Bismillah


Rizq Palace, 26 Juni 2022
Ustadz Sona'i Abdurrahman, Lc.



Dalam agama kita, Islam, banyak sekali amalan yang bisa mendatangkan pahala. Bahkan, kita mudah sekali mendapat pahala dari amal ibadah maupun perbuatan yang sangat sederhana. Allah begitu Maha Pemurah. Walaupun baru tebersit niat untuk berbuat baik, sudah dicatat sebagai satu pahala. Namun, ketika kita berniat buruk, Allah belum mencatatnya sebagai dosa. MaasyaaAllah.


Selain mudah dalam mendapatkan pahala, Allah pun menetapkan beberapa amalan yang pahalanya bisa berlipat ganda. Amalan-amalan tersebut dapat dilipatgandakan pahalanya ada yang berdasarkan waktu,  dan ada yang berdasarkan tempat. 


Amalan yang dilipatgandakan pahalanya berdasarkan waktu:
- hari Jumat bada Ashar (memperbanyak doa, dzikir, tilawah Al Qur'an)
- sepertiga malam terakhir 
   (memperbanyak istighfar)
- sepuluh terakhir bulan Ramadhan
- bulan-bulan haram: Dzulqadah, 
   Dzulhijjah, Muharram, Rajab
- hari Arafah (kita meminta apa pun 
   akan dikabulkan Allah)
- yaumul nahar (hari qurban)
- tasyrik
- asy-syuro (10 Muharram)


Amalan yang dilipatgandakan pahalanya berdasarkan tempat:
- dua tanah suci: Makkah dan 
   Madinah (banyak dzikir)
لا اله الا الله الملك الحق المبين 
- masjid
- bumi Arafah
- tempat orang-orang shalih
- majlis ta'lim


Namun, pahala itu tidak datang secara otomatis. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar amalan tersebut bisa mendatangkan pahala. Supaya bisa mendapatkan pahala, dan diterima oleh Allah, maka harus memenuhi syarat-syarat berikut ini. 


Syarat diterimanya amalan/ibadah:
1. Ikhlas 
2. Ada perintah dari Allah atau Nabi 
3. Ada contoh (Sesuai petunjuk Allah 
     yang dicontohkan oleh Rasulullah 
     shallallahu'alaihi wasallam)
4. Ada mahabbah kepada Allah dan 
    Rasulullah shallallahu'alaihi 
    wasallam 
5. Ada unsur tijarah (At Taubah: 111)



I. Menjaga amalan kebaikan

Dalam menjaga amal kebaikan, kita harus tahu, apa saja yang bisa menghancurkan pahala kebaikan tersebut, agar kita bisa menghindarinya. 




Hal-hal yang menghancurkan kebaikan:

1. Kedengkian
2. Kebencian
3. Riya'
4. Sum'ah
5. Ujub
6. Marah-marah 
     Ciri-ciri orang bertaqwa: 
      a. mengendalikan emosi (Ali 
           Imran: orang yang berinfak 
           dalam keadaan senang dan 
           sedih)
      b. pemaaf
      c. berbuat baik 

          "TENGILS"
Takabur
Hanya Allah yang boleh sombong karena Allah yang memiliki segalanya, kuat

Egois/ananiyah X Nahniya (kebersamaan)

Ngegibah, yang boleh >>> untuk pendidikan, tidak disebutkan namanya, kalau tidak diceritakan akan membahayakan orang lain

Galak (nggak pengertian/nggak berperasaan

Iri dengki >>> harus dibuang dengan banyak berdzikir, banyak bersyukur

Licik 

Serakah




Hadits:
"Hati-hati dengan dengki. Karena dengki akan memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar."
>>> Bisa dihindari dengan banyak berdzikir dan shalawat

Obat hati:
- baca Qur'an dan maknanya
- shalat tahajud
- puasa
- banyak berdzikir
- bergaul dengan orang shalih
- menjaga makanan dari yang
   syubhat dan haram

Musibah: akibat kesalahan kita
Bala: musibah dari Allah

















Monday, April 29, 2024

Sebaik-baik Bekal

Ustadz Sona'i Abdurrahman, Lc.
Rizq Palace, Ahad, 26 Juni 2022



Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَا لَ فِى الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِ نَّ خَيْرَ الزَّا دِ التَّقْوٰى ۖ وَا تَّقُوْنِ يٰۤاُ ولِى الْاَ لْبَا بِ



"(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barang siapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafats), berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!"
(QS. Al-Baqarah: Ayat 197)


Sebaik-baik bekal adalah ketakwaan. Baik bekal haji maupun bekal menuju akhirat.


Setelah tahajud, berdoa:
"Ya Allah, saya ridho kepada suami dan anak-anak saya. Dengan keridhoan yang sempurna, turunkan keridhoan-Mu kepada mereka."


Marah kepada anak dan pasangan jangan terlalu lama. Segera maafkan, sebelum Allah marah.
Kalau istri mengerjakan shalat, puasa, dan taat kepada suami, maka ia boleh masuk ke surga dari pintu mana pun.


II. Banyak bersyukur

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ



"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
(QS. Ibrahim: Ayat 7)



- alhamdulillaah wabinimatihi tatimushsholihat
- alhamdulillaah 'alaa kulli haal

Ridho, ikhlas
Orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat -Ku, orang yang tidak mau menerima ketentuan -Ku, keluarlah dari bumi-Ku.


III. Ancaman 
Orang yang berhaji, lalu tidak pernah berkata-kata kotor dan tidak berbuat maksiat, maka ia akan keluar dari tanah suci dalam keadaan suci seperti bayi yang baru lahir. Begitu pun sebaliknya.


Silakan bermaksiat, tetapi
- jangan sampai terlihat Allah
- jangan di bumi Allah
- jangan menggunakan panca indra milik Allah
- jika sanggup melawan malaikat maut
- jika sanggup melawan malaikat Munkar dan Nakir
- jika sanggup melawan malaikat Malik.

Sunday, April 28, 2024

Amalan Sebelum Tidur



Ust. Sona'i Abdurrahman
Rizq Palace, 29 Juni 2022


Amalan Sebelum Tidur:
1. Berwudhu dengan sempurna
2. Menghadap ke kanan, ke arah kiblat
3. Baca doa

اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيَ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِيْ أَرْسَلْتَ



Artinya:
“Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepadaMu, aku menyerahkan urusanku kepadaMu, aku menghadapkan wajahku kepadaMu, aku menyandarkan punggungku kepadaMu, karena senang (mendapatkan rahmatMu) dan takut pada (siksaanMu, bila melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari (ancaman)Mu, kecuali kepadaMu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) NabiMu yang telah Engkau utus.” 


Faedah membaca doa di atas adalah apabila kita meninggal dunia (di waktu tidur), maka kita akan meninggal dunia dengan memegang fitrah (agama Islam).
(Sumber https://rumaysho.com/1683-dzikir-sebelum-tidur205.html)
     
4. Tasbih 33x, tahmid 33x, takbir 34x
5. Baca Al Ikhlas 3x, Al Falaq 3x, An Naas 3x, lalu tiup tangan dan usapkan ke seluruh badan.
5. Baca Al Mulk, fadhilahnya:
husnul khatimah, Allah lapangkan kuburnya, jasadnya tidak bau
6. Doakan orang-orang beriman dan saudara-saudara muslim >>> doa Nabi Ibrahim, QS. Ibrahim: 40-41

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku."
(QS. Ibrahim: 40)

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلـِوَا لِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَا بُ
"Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu-bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)."
(QS. Ibrahim: 41)

7. baca Al Fatihah
     - untuk orang-orang yang sudah
        meninggal
     - untuk kaum muslimin yang masih 
        hidup
     - untuk saudara-saudara
     - untuk anak-anak
     


Sedangkan adab saat nangun tidur adalah duduk sebentar, lalu baca doa berikut ini:

الحمد لله الذي أحيانا بعد ما اماتناواليه النصور 
لا اله الا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحي و يميت و هو 
سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله والله اكبر 
لا حول ولا قوة الا بالله اللهم اغفر لي 


• Sebelum fajar, hendaknya kita memperbanyak istighfar dan shalawat.

• Setelah Subuh tidak boleh tidur karena akan mewariskan kemiskinan. Saat itu, malaikat bagi-bagi rezeki.
• Jika i'tikaf biasakan sampai syuruq dan shalat Syuruq.
• Biasakan untuk memulai aktivitas dengan
بسم الله توكلت على الله لا حول ولا قوة الا بالله
• Bersedekah subuh agar didoakan oleh malaikat.
• Lakukan apa pun, dengan niat karena Allah.
• Menjaga wudhu karena faedahnya adalah selalu diberikan rahmat dan ampunan, diangkat derajatnya, diberikan kewibawaan, cahaya di mukanya, wajahnya bercahaya saat di  padang Mahsyar, dan malaikat mendoakan.

اللهم اعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

Doa agar dipermudah dalam beribadah kepada Allah.



Saturday, April 27, 2024

Agar Amalan Diterima Allah

Bismillah


Kajian di Rizq Palace, Makkah, bersama Ustadz Sona'i Abdurrahman, Lc.
Selasa, 28 Juni 2022


Inilah salah satu enaknya ikut KBIH Daarutakwien ata Data, yaitu selalu ada kajian dari ustadz, sehingga ilmu dan wawasan kami bertambah. Jazakumullahu khairan katsira Ustadz Faiz dan Ustadz Sona'i. Kemarin Ustadz Faiz yang mengisi karena Ustadz Sona'i belum sampai di Makkah. 


Amal tanpa ilmu, amalannya ditolak.
Ilmu dan amal tidak bisa dipisahkan. 
Taklid: melakukan ibadah hanya sekadar ikut-ikutan, tanpa ilmu.

Dalam melakukan kebaikan, harus berprinsip bahwa apa yang diamalkan itu ada perintah/contoh dari Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam.

Ibadah >>> melakukan sesuatu yang memiliki keterikatan, ketundukan, dan kepatuhan kepada Allah.

Taqdimul Aham
Dahulukan yang paling penting dari yang penting. Dahulukan yang penting daripada yang tidak penting.

Jika melakukan ibadah tapi dengan mendzalimi orang lain, maka ibadahnya tidak diterima.

Melihat apa pun, utamakan husnudzon (berbaik sangka).

Ketika melihat kesalahan orang, itu karena kita bisa menutupi aib kita, sedangkan orang tersebut belum mampu. Dan, yang jelas, Allah telah menutupi aib kita.


Allah menutupi aib kita, selama kita mampu menutupi aib saudara kita.


Menakjubkan perkara orang mukmin. Semua bernilai ibadah. Diberi nikmat, ia bersyukur. Diberi kesempitan, ia bersabar.

Agar seluruh aspek kehidupan kita bernilai ibadah:
1. Niat
2. Awali dengan doa



Shalat Syuruq di Indonesia: waktu syuruq ditambah 5-7 menit 

Tanda waktu syuruq di Madinah: terbukanya kubah/payung, di Makkah: lampu taman dimatikan.

Amalan yang berkesinambungan akan mendatangkan kekuatan, meskipun sedikit.




KEUTAMAAN ISTIGHFAR
1. menghapus dosa
2. agar dapat menghadapi segala ujian hidup dan kehidupan kita
QS. Nuh: 10-12 (solusi kehidupan)
3. mempercepat proses diijabahnya doa oleh Allah
Waktu terbaik istighfar: waktu sahur, sebelum subuh/fajar
Lakukan istighfar dengan niat melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.
4. Allah menajamkan pikiran kita, menghindarkan kita dari marabahaya


Perbanyak doa:
Doa adalah perintah Allah dan Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam yang berisi permohonan dan permintaan.
Doa yang diajarkan Nabi kepada putrinya, Fatimah:



يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, dan jangan Kau serahkan kepadaku meskipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).
(HR. An-Nasa'i)


Doa yang diajarkan Nabi kepada istrinya Aisyah:






Anak setan
Yang terbesar: yang durhaka kepada orang tua
Curang dalam jual beli
Orang yang selesai shalat langsung berdiri, tidak berdzikir/berdoa/istighfar


Doa yang diijabah saat shalat:
Saat sujud
Sebelum salam

- minta mati dalam keadaan husnul khatimah
- taubat qabla maut
- yaa muqallibal ...
- rezeki yang berkah


Adab berdoa:
Berwudhu
Menghadap kiblat
Dengan khusyuk, tenang
Dengan suara lembut 
Mengangkat kedua tangan 
Tidak tergesa-gesa
Hindari mengatur Allah


Waktu yang diijabah:
Setiap selesai shalat
Saat sujud
Saat tahiyat akhir
Sepertiga malam terakhir
Hari Jumat bada Ashar
Pada saat safar
Bulan Ramadhan: saat berbuka dan sahur
10 hari pertama bulan Dzulhijjah

Nafar Awal: menginap 2 hari : 49 batu kerikil
Nafar Tsani: menginap 3 hari: 70 batu kerikil

Keluar dari Mina sebelum matahari tenggelam 




Friday, April 26, 2024

Al Fatihah: 5-7

Bismillah


Kajian di tenda Mina
Ahad, 10 Juli 2024 (11 Dzulhijjah 1443 H)
Ustadz Sona'i Abdurrahman, Lc.

Penyebab kita masuk surga bukan amalan kita, tetapi rahmat Allah.

Orang yang keimanannya sudah tinggi, ia beribadah bukan karena mengharap surga yang merupakan makhluk Allah, tetapi hanya mengharap ridho Allah.

اللهم إنا نسألك رضاك و الجنة و نعوذ بك من سخطك والنار

Meski sekarang level kita masih mengharapkan surga Allah, Allah akan membimbing kita untuk mendapatkan maqam seperti orang yang keimanannya sudah tinggi, hanya mengharap ridho Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِيَّا كَ نَعْبُدُ وَاِ يَّا كَ نَسْتَعِيْنُ

"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan." (QS. Al-Fatihah: 5)


Al-Qur'an berisi:
1. Kisah
2. Pendidikan; Allah mengajarkan kepada kita bagaimana cara beribadah, berdoa, akhlak, cara mengungkapkan kekhawatiran kita 
3. Berita masa lalu dan masa yang akan datang

*Tunaikan kewajiban (menyembah Allah), maka hak (pertolongan Allah) akan diberikan.
Menegaskan tentang dua hal: kewajiban dan hak

*Meniadakan tuhan selain Allah
*Mementingkan hak Allah
Give and take
>>> Makan di restoran: bayar dulu baru makan, seperti restoran di Eropa atau Timur Tengah
>>> Mengucapkan salam; memberi dulu baru menerima


QS. At Taubah: 111
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَ مْوَا لَهُمْ بِاَ نَّ لَهُمُ الْجَــنَّةَ ۗ يُقَا تِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيَقْتُلُوْنَ وَ يُقْتَلُوْنَ ۗ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى التَّوْرٰٮةِ وَا لْاِ نْجِيْلِ وَا لْقُرْاٰ نِ ۗ وَمَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ مِنَ اللّٰهِ فَا سْتَـبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِيْ بَايَعْتُمْ بِهٖ ۗ وَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung."
(QS. At-Taubah: Ayat 111)

*Mengapa "kami" bukan "saya"?
Nahniyah: kami
Ananiyah: sendiri, ego
>>> Allah mengajarkan kepada kita agar selalu mengedepankan nahniyah/kebersamaan

*
Tidak melakukan sesuatu kecuali atas perintah Allah. 
Tidak merencanakan sesuatu kecuali atas izin Allah. 

Sembah Tuhanmu sampai keyakinan (kematian) menjemput. 
Segala sisi kehidupan kita harus bernilai ibadah.

Pertolongan Allah:
1. Mutlak, tanpa keterlibatan makhluk : pahala, selamat dari azab
2. Allah yang mengizinkan melalui perantara makhluk, misalnya minta tolong kepada tetangga.
Contoh: ketika Nabi Musa sakit gigi dan meminta kesembuhan kepada Allah, maka Allah menyuruhnya untuk makan suatu daun. Dan sembuh.
Saat sakit kedua, Nabi Musa langsung makan daun tersebut, tetapi tidak sembuh. Hal ini terjadi karena Nabi Musa bergantung kepada daun, bukan kepada Allah.

Ibnu Abbas: 
Suatu hari aku berada di belakang Nabi, beliau bersabda, "Wahai Ghulam, aku akan mengajarkan suatu kalimat: Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu. (Laksanakan perintah Allah, Allah akan menjagamu)
Hindari larangan -larangan Allah, maka akan mendapatkan solusi dari Allah. 
Kalau mau bertanya, bertanyalah kepada Allah, kalau minta tolong, mintalah tolong kepada Allah.


اِهْدِنَا الصِّرَا طَ الْمُسْتَقِيْمَ 

"Tunjukilah kami jalan yang lurus,"
(QS. Al-Fatihah: Ayat 6)


* ila: petunjuk diperoleh setelah kita berusaha
Tanpa "ila", petunjuk yang langsung diberikan oleh Allah

Shiroth: bentuk tunggal
Kalau "Sabil", "Thariq" ada bentuk jamaknya 

Shiroth>>> sudah pasti jalan yang bagus 
Jalan yang lurus: 

صِرَا طَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآلِّيْنَ

"(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (QS. Al-Fatihah: 7)

Al Kahfi: 79-82
Aamiin: Ya Allah, perkenankan doa kami
Aamin: orang yang terpercaya 
Kalau amin diucapkan bersamaan dengan malaikat, maka Allah akan mengampuni dosa kita.


Wednesday, April 24, 2024

Tafsir QS. Al Fatihah (Ustadz Sona'i)

             Bersiap untuk melempar jumroh 

Bismillah

Mina, Ahad, 10 Juli 2022 (11 Dzulhijjah 1443 H.)

Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Sona'i di tenda Mina. Yang mengherankan, saat di tenda kami mengadakan kajian, tenda sebelah marah karena merasa terganggu. Padahal kajian dilaksanakan di siang hari, bukan malam hari. Akhirnya, kajian dilakukan tanpa menggunakan loud speaker


QS. Al Fatihah termasuk surat Makkiyah (turunnya sebelum hijrah).

Kalau Madaniyah setelah hijrah.


Makkiyah dan Madaniyah menyifati masa, bukan tempat.

Rasulullah berdakwah di Makkah 13 tahun: 3 tahun sembunyi-sembunyi, 10 tahun terang-terangan.

Di bukit Shafa Rasulullah mengumpulkan saudara-saudaranya.
Shafa: bersih
Sa'i: kita disuruh berusaha, ikhtiar menjemput takdir Allah. Hal ini mendidik kita, bahwa saat ikhtiar jangan pernah menyerah karena Allah pasti memberikan rezeki. Hanya saja kita tidak tahu kapan pertolongan Allah itu akan datang.

Quraisy: at-taqarusy: himpunan: menghimpun sekian banyak suku yang berasal dari Nabi Ibrahim 'alaihissalam.
Al qursyu: hiu yang selalu dikawal ikan-ikan kecil
Quraisy didampingi oleh suku-suku yang kecil.


Isteri Abu Jahal: Arwa (Ummu Jamil)



Al Fatihah turun sebelum hijrah.

Al-Qur'an diturunkan sedikit demi sedikit:
1. agar mudah dihafal
2. agar mudah dipahami
3. menjaga keabsahan dan validitas Al-Qur'an. Setiap turun ayat, ada sahabat yang mencatat dengan disaksikan oleh para saksi.

Abdul Aswad Abdul Ali: memberikan tanda titik dan harakat pada mushaf Al-Qur'an yang ditulis pada masa Utsman bin Affan. 

Al Fatihah diturunkan sebelum/setelah Isra Mi'raj. 
Al Fatihah: pembuka Al-Qur'an
Keutamaan: menjadi pembuka bagi setiap yang tertutup
Ummul kitab/Qur'an
Tujuh ayat yang berulang-ulang (sab'ul matsani)
Al Kafi: cukup
Syukri: surat syukur
Surat doa
Suratul Kanzun: perbendaharaan
Suratul Ibadah: ada ayat iyyaka
Asysyafiyah: obat
Suraturroqiyah: orang yang meninggi/pembela/pelindung
Suraturrukyah
Suratusysyafaah
Suratul Hamdi: memuji
Suratul Kamilah: sempurna

Imam Hanafi: makmum tidak perlu membaca Al Fatihah, bila bacaan imam terdengar.
Imam Syafi'i: wajib membaca Al Fatihah setelah imam selesai membacanya.

Ayat 1: بسم الله الرحمن الرحيم
"Saya bekerja, saya melakukan apa pun disertai dengan menyebut nama Allah." 
Maka, pekerjaan ini mengandung berkah karena dimulai dengan menyebut asma Allah.

Nama: sumukun: dijunjung tinggi
Samatun: ciri, ciri tertentu untuk memberikan kesan yang bagus 
Ismullah: ciri, harus dijunjung tinggi
Setiap kebaikan yang tidak dimulai dengan basmalah, akan terputus kebaikannya.

Tidak ada alif karena 
- orang Arab suka yang simpel 
- Allah mengajarkan kepada Nabi seperti itu 
- agar hurufnya lengkap 19 huruf >>> Al Muddatssir: 30
Orang yang mendawamkan basmalah akan selamat dari neraka saqar dan membaca
 لا حول ولا قوة الا بالله 
(19 huruf juga) akan diberi kemudahan.

Jumlah ayat, jumlah surat di dalam Al-Qur'an bisa dibagi dengan 19.

Jumlah basmalah dalam Al-Qur'an: 114.
Ayat 30 di dalam surat Al-Qur'an, berisi informasi penting.
اسم
Ada 19 di dalam Al-Qur'an, di luar basmalah.
 
الله bukan bahasa Arab karena Allah sendiri yang menamai

Walaha: mengherankan dan menyebabkan decak kagum bagi peneliti

اله : tuhan 
Disebut tuhan
Al marhub: harapan
Ditakuti
Al mahbub: Dicintai

الله
Tanpa Alif: lillah
Lam pertama dibuang: lahu: milik Allah

Demikian tafsir QS. Al Fatihah ayat pertama. Ini pun belum tuntas dan lengkap karena keterbatasan waktu. 



Tuesday, March 26, 2024

Tausiyah Ustadz Faiz

Ustadz Faiz
Rizq Palace, Makkah
22 Juni 2022

Bismillah



Sore itu, kajian pertama di Rizq Palace, Makkah. Karena Ustadz Sona'i belum datang, maka yang memberikan tausiyah adalah Ustadz Faiz. Ustadz Faiz ini, dulu pernah mengajar di sekolah yang sama dengan saya, jadi sudah kenal. Ternyata beliau sudah sering pergi umroh bersama jamaahnya.


Pada hari sebelumnya, beliau juga yang memimpin rombongan bus kami untuk melafazkan talbiyah sekaligus memberikan tausiyah juga. Lagi-lagi, kami para jamaah diingatkan untuk meluruskan niat ibadah haji. Selain itu, kami juga dianjurkan untuk meminta doa restu kepada orang tua dan juga keluarga yang lain. Tidak hanya doa restu, tetapi juga keridhoan mereka, mungkin selama ini kita memiliki kesalahan kepada mereka. Agar hati kita bersih, maka kita harus meminta maaf kepada orang-orang yang mungkin telah kita dzalimi, terutama keluarga dekat.


Saat itu, hati saya benar-benar tersentuh sehingga saya pun langsung mengirim pesan kepada suami dan Bude untuk meminta maaf sekaligus minta doa mereka agar ibadah haji ini mabrur.


Selain itu, Ustadz Faiz juga sedikit menjelaskan tentang masyarakat Madinah dan Makkah. Saya baru tahu, ternyata mereka pun memiliki perbedaan. Sama seperti orang Sunda dengan orang Jawa. Menurut pengalaman beliau, orang Makkah wataknya lebih kasar. Sedangkan orang Madinah lebih lembut. Ini membuktikan keberhasilan dakwah Rasulullah di Madinah sehingga akhlak mereka benar-benar menyerupai akhlak Rasulullah. 



Berbeda dengan orang Makkah, walaupun mereka merupakan asalnya Rasulullah, tetapi kebersamaan mereka dengan Rasulullah hanya sebentar. Sehingga dakwah pun tidak terlalu mewarnai mereka, sebagaimana yang terjadi dengan penduduk Madinah. MaasyaaAllah.



Berikut di antara tausiyah yang disampaikan beliau.

Cinta itu buah dari mengenal. Kita akan mencintai Allah dan Rasul-Nya kalau kita sudah mengenal Allah dan Rasul-Nya. 


Haji: menyengaja berkunjung ke Baitullah untuk ibadah 
Umroh: berkunjung ke Baitullah untuk ibadah 


Ada ulama yang berpendapat bahwa shalat kita di area Makkah, meskipun bukan di Masjidil Haram, tetap mendapatkan pahala yang sama, yaitu 100.000 lebih baik daripada shalat di masjid lain. Tetapi, ternyata, kita itu ke Masjidil Haram bukan hanya untuk shalat, tetapi untuk thawaf. Dan, Thawaf hanya bisa dilakukan di sana. Oleh karena itu, alangkah ruginya kita kalau mendapatkan kesempatan berhaji atau umroh tetapi tidak memperbanyak Thawaf.


Luruskan niat

Fadhilah tasbih, tahmid, tahlil: Allah bangunkan sebuah pohon/bangunan di surga.

Thawaf
Pandang Kakbah dengan kerinduan (Allahu Akbar 3x Laa ilaaha illallah Wallahu Akbar)

I'tikaf
Niatkan untuk i'tikaf saat berada di Masjidil Haram, walaupun hanya beberapa jam. Semoga menjadi pahala buàt kita.


Khotmil Qur'an
Kita ini memiliki waktu yang banyak saat ibadah haji, 30 hari. Dalam waktu yang lama itu, pekerjaan kita hanya beribadah kepada Allah, fokus untuk akhirat. Kita tidak memikirkan pekerjaan dunia, karena semuanya kita tinggal di tanah air. Oleh karena itu, kita harus memperbanyak ibadah, salah satunya membaca Al-Qur'an. Usahakan selama ibadah haji ini, kita bisa mengkhatamkan Al-Qur'an. Saya sendiri, alhamdulillaah bisa khatam tiga kali. Seharusnya bisa 4 atau 5 kali, karena kita benar-benar tidak diganggu dengan pekerjaan dunia. Tidak memasak, mengajar, melayani suami dan anak-anak, dan sebagainya. Seharusnya. Tapi ya, namanya ibu-ibu, tinggal bersama ibu-ibu yang lain, nggak bisa lepas dari ngobrol. Sayang sekali, ya.


Laa ilaaha illallah 100 >>> perbanyak tahlil agar ketergantungan kepada makhluk akan pudar, dan jiwa pun akan merasa tenang. 

Seluruh umatku akan masuk surga kecuali yang enggan. Surga diliputi dengan perkara yang... Neraka diliputi 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)


Monday, March 18, 2024

Thawaf Wada

Rabu, 20-7-2022

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Kalimat klise ini selalu mewakili hampir pada semua fase kehidupan manusia. Saat kita sekolah, bertemu dengan teman-teman baru, yang nantinya akan berpisah saat kita lulus. Begitu pun saat kuliah maupun bekerja. 


Sebulan sudah, kami meninggalkan tanah air untuk melaksanakan ibadah haji di Makkah. Tak terasa, hari itu,  kami harus berpisah dengan Ka'bah dan Masjidil Haram. Tak terasa, sore itu, kami harus melakukan Thawaf Wada, thawaf perpisahan. Rasanya, baru kemarin kami datang ke sini untuk pertama kalinya. Melihat Ka'bah yang agung. Berthawaf di malam hari dalam keadaan lelah -seharusnya- tapi kami tetap semangat dan mengabaikan segala kelelahan perjalanan dari Madinah ke Makkah.


Malam itu, salah satu malam ajaib, selain sebelumnya di Madinah, saya pun merasa takjub dan hampir tidak bisa memercayai bahwa diri ini bisa berada di Masjid Nabawi, shalat di dalamnya, di tempat dulu Rasulullah juga shalat di sana. Lalu berziarah ke makam Rasulullah, menangis sesenggukan karena dada penuh dengan kerinduan kepada Sang Habibana, manusia agung dan suci. Manusia yang belum pernah kami lihat tapi cintanya begitu besar kepada umatnya. 


Malam ajaib itu adalah saat kami memasuki Masjidil Haram, dengan terus melafazkan talbiyah, pelan-pelan kami melihat warna hitamnya, lalu warna emasnya, yang semakin membuatnya agung dan anggun. Ka'bah, Baitullah. Ya, malam itu, Allah telah mengizinkan kami untuk thawaf pertama kali di sana. Seperti mimpi, rasanya. Perjalanan yang telah diimpikan sejak dua belas tahun yang lalu, akhirnya terwujud. MaasyaaAllah tabarakallah.


Namun, sore itu, Rabu, tanggal 20 Juli 2022, kami harus berpamitan, kami harus melakukan Thawaf Wada walaupun hati enggan. Putaran demi putaran terasa berat, mengingat ini untuk yang terakhir kalinya saat itu. Tetapi, ya Allah, semoga Engkau izinkan kami untuk kembali thawaf di sana, lari-lari kecil, sa'i, dan juga merasakan kembali Armuzna pada haji Akbar seperti tahun itu. Aamiin yaa mujibassaailin 🤲🏻


Qadarullah juga, sore itu saya thawaf sendirian. Benar-benar perpisahan yang memilukan. Teman single saya, Bu Widya, sedang haid, jadi hanya boleh thawaf Wada dengan melambaikan tangan dan berdoa di luar pagar masjid. Tidak boleh masuk masjid, apalagi berada di area thawaf. Lalu, pasangan Bu Dyah dan suaminya, memisahkan diri dari saya karena harus berwudhu lagi. Jadinya, saya sendirian, deh. Semakin lengkap kesedihan ini😭



Setelah selesai tujuh putaran, saya harus segera meninggalkan Masjidil Haram. Padahal, inginnya berlama-lama di sana, kalau bisa sampai besok pagi, tetapi tidak boleh. Saya harus segera kembali ke hotel. Dalam perjalanan pulang, disunnahkan untuk sesekali menoleh ke belakang ke arah Ka'bah. Saat itu, hati terasa semakin hancur, seperti akan berpisah dengan pujaan hati. Berat. Sedih. 


Ya Allah, mudahkan kami, izinkan kami untuk bisa melaksanakan ibadah umroh dan haji lagi bersama keluarga, ya Allah. Aamiin yaa mujibassaailin 🤲🏻

Tuesday, January 9, 2024

Rizq Palace




Jamaah haji Indonesia tahun ini ada 100.000 lebih. Mereka tinggal di beberapa sektor. Saya tinggal di sektor 5, daerah Misfalah, di hotel Rizq Palace nomor 505. Maktabnya nomor 38. Jarak dari hotel ke Masjidil Haram sekitar 2 km. Bila ditempuh dengan berjalan kaki, memerlukan waktu sekitar 30 menit dengan berjalan santai. Sedangkan bila kita naik bus, membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit.  Sepuluh menit naik bus, disambung 5 menit berjalan kaki dari terminal bus menuju Masjidil Haram.


Saya tinggal di kamar 908. Kali ini kami hanya berempat. Bu Siti terpisah dari kelompok kami. Tetapi kamarnya masih berdekatan. Dan, kami pun masih sering ngobrol bersama. Kebersamaan yang pernah terjalin di kamar 714, terus merekat seperti saudara. Padahal kami baru bertemu.


Hotel Rizq Palace levelnya lebih rendah daripada Manazil Al Rahma. Walaupun begitu, tetap nyaman dan menyenangkan. Di sisi lain, Rizq Palace lebih lengkap karena ada mesin cuci di setiap lantai. Sedangkan untuk menjemur pakaian, tersedia di roof top. Enaknya di Makkah, menjemur sebentar, tidak perlu seharian seperti di Indonesia, pakaian langsung kering. Bahkan, sering juga kami menjemur di  kamar mandi atau di balik gorden. Walaupun membutuhkan waktu agak lama, tapi lumayan lah. Daripada harus naik ke roof top.


Meskipun ada beberapa hal yang tidak sebagus di hotel Manazil Al Rahma, kami mendapat pelayanan yang baik dari Rizq Palace. Selain itu, kami pun memperoleh hadiah dari pihak manajemen hotel. Kami yang berjumlah sekitar 2.000, semua mendapatkan sebuah jubah khas Arab Saudi. 


Menjelang pulang ke Indonesia, kami mendapat hadiah lagi. Tetapi, kali ini tidak semua orang mendapatkannya. Dari satu rombongan, tersedia 6 hadiah berupa handphone. Hadiahnya pun diundi. Alhamdulillaah, saya tidak termasuk yang mendapatkannya. 


Satu lagi hadiah yang kami dapatkan. Kali ini dari Shireen, salah seorang admin hotel yang masih muda dan cantik. Shireen ini keturunan Indonesia Arab. Ibunya asli Lombok, ayahnya Mekah. Shireen memberi kami, masing-masing sebuah gantungan kunci bergambar Ka'bah, Masjidil Haram,  atau Masjid Nabawi.


MasyaaAllah tabarakallah. Benar-benar kenikmatan luar biasa, menjadi jamaah haji. Semoga nanti Allah izinkan kembali saya dan keluarga untuk menjadi tamu Allah. Aamiin yaa rabbal'aalamiin 🤲🏻

Wednesday, July 13, 2022

Khutbah Arafah

Naskah Khutbah Wukuf di Arafah
KH. Sona'i Abdurrahman, Lc.
 

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ جَعَلَ اْلبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْناً ، وَأَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ جَعَلَ حَجَّ اْلبَيْتَ مِنَ الشَّرِيْعَةِ رُكْناً وَصَرَّفَ وُجُوْهَنَا اِلىَ قِبْلَتِهِ فَكَانَ ذَالِكَ مِنْ نِعْمَةِ اْلعُظْمىَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَيْرَ مَنْ طَافَ بِاْلبَيْتِ اْلعَتِيْقِ ذَاكِرًا أًسْمَآءَ رَبِّهِ اْلحُسْنىَ ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَتْباَعِهِ اِلىَ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ ، أَمَّا بَعْدُ : فَيَآ اَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَهِيَ نِعْمَةُ الْعُدَّةِ لِيَوْمِ اْلمِيْعَادِ .

Para tamu Allah, jamaah haji yang dirahmati Allah, Kaum muslimin walmuslimat dhuyuufullah wa dhuyuufurrohmaan…!

Pada hari yang penuh rahmat dan maghfiroh ini, marilah kita panjatkan Puja dan puji dengan penuh rasa syukur yang setulusnya kepada Allah SWT. Yang telah menjadikan hari arofah ini sebagai hari yang teramat mulia. Pada hari ini Allah mengabulkan semua pinta dan do’a hamba-hambanya yang memanjatkan do’a kepadaNya. Sholawat dan salam semoga terlimpah bagi Nabi besar kita Muhammad Saw. Yang telah menyampaikan risalahnya dari Allah SWT untuk umatnya sehingga mengantarkan umatnya ke jalan yang terang yang diridhohi Allah SWT.

Saudara-saudaraku yang sedang berada di tanah suci, tanah Arafah, tanah yang diimpi-impikan oleh berjuta bahkan bermilyar umat Islam di seluruh dunia.

Siang ini kita ditakdirkan oleh Allah berkumpul di tempat yang mulia ini, tempat dimana setiap do’a pasti akan dikabulkan, siapapun yang bertaubat diantara kita, Allah pasti menerimanya dan mengampuni dosa-dosa kita, sebanyak apapun dosa-dosa itu melumuri tubuh kita.

Di tanah ini pula, saat ini hadirin hadirat sekalian, Allah membanggakan kita, hamba-hamba-Nya, dihadapan jama’ah para malaikat.

“Hamba-hamba-ku datang kepada-ku dengan rambut kusut masai dari setiap sudut negeri yang jauh. Wahai hamba-hamba-Ku, berpencarlah kalian dari arafah dengan (membawa) ampunan-ku atas kalian semua.”

Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

مَا مِنْ يَـوْمٍ أَكْثَرٌ مِنْ اَنْ يَعْـتَقِ اللهَ فِيْهِ عَبْـدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَـرَفَةٍ

“Tiada hari yang Allah lebih banyak membebaskan hamba-hamba-Nya dari neraka (melebihi) hari Arafah.” (HR. Muslim dari Aisyah RA).

Kelebihan dan keistimewaan kita? Marilah kita menengok sejenak diri kita ini. Kita hanyalah seonggok tulang berbalut daging yang terus membungkus aib dan ma’shiyat di sepanjang hari yang telah kita jalani.

Tidak usahlah kita membayangkan yang jauh-jauh sekedar membaca Al-Fatihah pun kita belum fasih. Shalat kerap tidak khusyu’, membaca Qur’an hanya di ujung lidah. Berzikir tidak sampai menyentuh hati bahkan ketika sujud pun, kita jarang ingat kepada Allah. Entah mengapa kita dipilih menjadi orang yang bisa bersimpuh di tanah Arafah ini? Mengapa wahai Saudaraku?

Semoga siapapun yang dihadirkan di padang ini tidak terbesit sedikitpun dihatinya kebanggaan, sehingga merasa diri lebih baik dari yang lain. Berhajinya kita bukan merupakan jaminan bahwa kita lebih baik dari saudara-saudara kita di tanah air. Sungguh malu dan sangat malu jika kita merenungi kehormatan dan kemuliaan ibadah haji ini dengan kualitas diri kita yang sangat jauh dari kepantasan kualitas diri kita yang sangat jauh dari kepantasan kualitas seorang hamba yang shalih.

Bahkan semua ini bisa menjadi “hutang” yang harus kita bayar dan kita pertanggung-jawabkan. Siapa tahu kita berada di tanah suci saat ini justru berkat doa orang-orang yang shalih yang memintakan ampunan untuk jenis manusia yang berlumuran dosa seperti kita ini. Boleh jadi ampunan yang mereka mohonkan untuk kita itulah yang kemudian mengantarkan kita berada di tanah suci ini.

Saudara–saudaraku, kaum muslimin dan muslimat Rohimakumullah.

Padang Arafah hari ini seolah-olah tampil sebagai miniatur padang Mahsyar, dimana manusia berkumpul di hadapan kebesaran Allah SWT semuanya bertanggung jawab atas perbuatan dan kelakuannya masing-masing. Pangkat, jabatan dan harta kekayaan yang selama ini kita kejar ternyata tidak bisa menyelamatkan kita, bahkan keluarga terdekat kita selama ini yang kita manjakan ternyata juga tidak bisa berbuat apa-apa, untuk membantu kita pada hari itu. Malah tidak jarang semua itu menjadi alasan dan penyebab untuk menyiksa kita. Di Padang Arafah ini, kita pun telah menanggalkan atribut sosial kita, semua jabatan dan pangkat kita lepaskan pada hari ini. Yang melekat di badan kita hanyalah dua lembar kain putih. Kondisi seperti ini mengingatkan kita pada alam Barjah. Di alam Barjah nanti kita hanya ditemani kain kafan yang membungkus kita. Karena itu tiada yang kita harapkan dari Wuquf kita saat ini.

Tiada yang kita harapkan dari Wuquf kita saat ini, juga ibadah haji kita secara keseluruhan kecuali terampuninya dosa-dosa kita dan terhapusnya kesalahan-kesalahan kita yang sudah melumuri sekujur “tubuh” kita, sebab kita sadar betul apalah artinya hidup dengan lumuran aib dan dosa yang melekat di tubuh ini.

Dosa telah membuat manusia harus kehilangan keberkahan dalam hidupnya, juga keberkahan dalam rizki, harta dan apa saja yang dimilikinya akibatnya manusia kehilangan ketenangan juga kebahagiaan justru di tengah–tengah genangan materi yang mengitarinya.

Dosa telah membuat manusia kehilangan hati nuraninya, sehingga mereka berbuat, berbicara, mendengar dan melihat bukan lagi karena dorongan hati nurani, melainkan karena kepentingan hawa nafsunya.

Dosa telah membuat manusia kehilangan kepekaan terhadap sesama, nilai-nilai kasih sayang yang selama ini dijunjung-luhurkan dalam kehidupan sesama manusia telah berubah, berganti menjadi kebencian dan permusuhan bahkan pertikaian saling jatuh menjatuhkan. Kedengkian pun akhirnya menjadi penyakit epidemik, senang melihat yang lain susah dan susah melihat yang lainnya senang.

Dosa telah membutakan mata hati manusia, sehingga mereka tidak lagi bisa membedakan antara yang benar dan salah, haram dan halal, haq dan batil. Akibatnya mereka kehilangan rasa bersalah saat berbuat salah, tiada beban saat berbuat dhalim kepada sesama, bahkan banyak diantara mereka bisa merasakan nikmatnya makanan hasil mencuri, sembari membanggakan kepada orang lain.

Dosa telah membuat manusia kehilangan rasa takut kepada Allah, juga kepada balasan buruk di akhirat kelak. Mereka juga kehilangan rasa cinta kepada Allah juga kepada kebaikan. Saat rasa takut kepada Allah menghilang maka akan hadirlah rasa takut kehilangan dunia, dan ketika rasa cinta kepada Allah pun tergadaikan maka akan muncullah rasa cinta terhadap dunia.

Dosa telah menggiring manusia kejurang-jurang kehinaan yang membuat mereka kehilangan kemuliaan yang tersimpan dalam nilai-nilai kemanusiaan dirinya.

Para Hujjaj sekalian yang dirahmati Allah.

Masih banyak yang bisa kita sampaikan tentang akibat dari dosa ini, yang intinya adalah mewabahnya musibah demi musibah yang menimpa tidak hanya umat manusia tapi juga kemanusiaan dirinya; musibah tersebut diawali dengan merebaknya berbagai krisis, dimulai dengan krisis aqidah yang melahirkan krisis moral dan krisis-krisis yang akhirnya mendaparkan manusia pada krisis peradaban.

Dunia masa kini tak ubahnya bagai gelapnya belantara hutan di dalamnya berkumpul segala macam binatang. Binatang-binatang tersebut harus tunduk kepada hukum rimba yang sengaja diciptakan untuk melindungi kepentingan mereka yang perkasa dan berkuasa. Entah sudah berpuluh, beratus, beribu, bahkan berjuta korban telah dipersembahkan buat santapan mereka yang mengklaim, atau tepatnya memaksa dirinya, menjadi penguasa rimba belantara ini.

Allah Ta’ala berfirman :

“Telah nampak kerusakan di darat dan dilaut diakibatkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagai akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali” (Arrum : 41)

Melihat akibat-akibat dosa yang sedemikan mengenaskan lagi mencemaskan ini, sebenarnya sudah cukup bagi kita untuk mengakhirinya saat ini juga dan kita hapus.

Kelamnya masa silam dan kelabunya masa lalu dengan taubat nasuha. Kita buka lembaran hidup baru yang sarat dengan warna putih yang mencerahkan lagi menenangkan hati.

Tamu-tamu Allah yang dirahmati-Nya…!

Saat ini kita masih dikaruniai kesempatan hidup di dunia ini. Namun hidup saat ini hanyalah bermakna menjalani sisa umur belaka. Bertambah waktu bagi kita adalah satu langkah mendekati liang kubur. Entah sampai kapan Allah mengaruniakan sisa umur ini untuk kita. Boleh jadi ada diantara kita yang oleh Allah diberi kesempatan hidup bertahun-tahun lagi. Mungkin diantara kita ada yang sisa umurnya tinggal beberapa bulan ini, atau beberapa pekan ini, atau boleh jadi ada diantara kita yang oleh Allah diberi kesempatan untuk menghuni tanah haram ini sebagai tanah peristirahatan menunggu saat-saat dibangkitkan di hari kiyamat nanti.

Saudara-saudaraku sekalian yang dikasihi Allah !

Sungguh alangkah indahnya jika umur yang tersisa ini, umur yang penuh dengan kasih sayang Allah, hari-hari yang kita lalui selalu sarat dengan magfirrah dan rahmat Allah.

Alangkah indahnya jikalau di sisa umur ini kita menjadi ahli sujud, yang selalu rindu bersujud kepada Allah, alangkah beruntungnya jika lidah ini selalu basah menyebut kalimah Allah, alangkah bahagianya adaikata hari kita ini hari yang penuh keikhlasan, apapun yang kita lakukan hanya Allah saja yang kita tuju, hari-hari yang kita jalani adalah hari-hari yang bersemangat untuk memperbaiki diri agar dicintai oleh Allah, hari-hari yang tersisa menjadi hari-hari yang bersemangat untuk mempersembahkan yang terbaik untukNya, agar bisa menjadi bekal pulang.

Alangkah indahnya jikalau hari-hari yang tersisa ini menjadi hari-hari yang penuh dengan kemuliaan, penuh dengan kebaikan, kita menantikan saat kepulangan kita dengan penuh harap agar bisa wafat husnul khatimah.

Hadirin Hadirat sekalian !

Alangkah indahnya jikalau malaikat Maut menjemput kelak, tubuh kita sudah bersih dari dosa, aib-aib sudah terhapus, orang-orang yang kita sakiti sudah mau memaafkan kita, tidak ada harta haram yang melekat pada tubuh ini. Alangkah bahagianya jika malaikat menjemput kelak, tubuh kita terbasuh air wudhu, air mata kita sedang menetes merindukan Allah, lidah kita sedang lirih nan syahdu menyebut nama Allah, keringat bahkan darah kita sedang bersimbah di jalan Allah. Alangkah beruntungnya andaikata saat kepulangan nanti kita benar-benar sudah siap, bekal cukup.

Duhai alangkah bahagianya kalau di akhirat nanti kita dipanggil Allah dengan seindah-indah panggilan. Kita dipertemukan oleh-Nya dengan kekasih-kekasih-Nya tercinta, para nabi rasul, juga syuhada’ dan shalihin. Alangkah damainya jika diakhirat nanti kita bertemu denga Rasul kekasih kita Muhammad SWT, hidup bertetangga dengan beliau di surga Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Namun sebaliknya, alangkah malangnya bagi orang yang mati dalam keadaan tidak terampuni, dosa berlimpah, aib menggunung, kenistaan bagai berselimut yang membungkus.mati dalam keadaan munafik. Mati di tempat ma’shiyat (na’uudzubillah).

Wahai saudaraku, mau kemana lagi, hidup di dunia hanya mampir sebentar, bukan di sini tempat kita yang sebenarnya. Lihatlah anak-anak kecil sudah mulai hadir, merekalah yang akan menggantikan kita. Mungkin diantara kita ada yang beberapa tahun lagi, atau beberapa bulan lagi, atau ini mungkin hari terakhir kita. Bisa jadi besok kita tidak bangun lagi. Siapkah andai malam nanti malaikat Maut datang menghampiri kita? walau bagaimanapun kita harus siap, karena kita pasti akan mati. Kita sering sekali mempermainkan ampunan Allah, kita bertaubat, sesudah itu kita langgar perintah Allah, kita terjang larangan Allah.

Pada siang ini kita berkumpul disini ingin mengikrarkan sebagai manusia yang terpanggil dengan julukan manusia yang beriman, sebagai manusia baru yang telah dicelup 40 hari lamanya, sebagaimana manusia yang menyambut seruan dan panggilan Allah SWT 40 hari lamanya telah dibakar hangus dosa yang pernah kita lakukan, baik disadari ataupun tidak disadari.

Haru hati kami ya Allah pada siang ini, telah berbaur antara sedih dengan gembira. Sedih karena kami harus berpisah dengan Padang Arapah yang penuh barakah. Sedih karena mungkin kami harus mengarungi berbagai hidup yang mungkin akan ganas, khawatir kalau-kalau kami tidak kuasa menghadapinya. Kami ingat pada orang tua yang telah tiada, ingat pula pada handaitaulan, tetangga, kawan karib dan jama’ah yang telah mendahului kami, kami ingat semua.

Terbayang pada ingatan kami perilaku yang tidak senonoh yang pernah kami lakukan. Ampuni ya… Allah dosa-dosa kami. Kami tak kuasa menderita akibat panasnya api neraka, namun dibalik semua itu perasaan gembira kami meluap karena siang ini kami masih diberikan kesempatan untuk berkumpul bersama ikhwal iman, sekalipun telah banyak yang berubah.

Hadirin Kaum Muslimin Yang Berbahagia !

Betapa cepat roda perubahan mengitari kita. Di tahun lalu banyak diantara kita yang masih tampak segar bugar, namun kini telah terkulai lemah tidak berdaya. Bahkan ada pula tetangga Jama’ah Haji bersebelahan, atau Jema’ah Haji yang telah mendahului kita.

Kita tidak pernah menyadari kapan giliran itu tiba pada kita, sekalipun ajal itu datang tanpa permisi, masih juga kita beranggapan bahwa kematian hanya terjadi pada orang lain. Diantara kita ada yang masih mampu shalat berjama’ah setiap saat di tahun lalu, akan tetapi di tahun ini kemampuan fisiknya sudah menurun. Ditahun lalu ada yang masih mampu berjalan mengunjungi berbagai pengajian, namun di tahun ini sudah tidak berdaya. Bagi mereka ini kita panjatkan do’a semoga Allah memberikan tempat yang baik di Jannatun-Na’im

Hadirin Kaum Muslimin Yang Berbahagia !

Patut kita syukuri nikmat berkumpul di Padang Arafah seperti ini, yang entah berapa kali kita mengalaminya, hanya Allah yang mengetahuinya. Hati tak ingin cepat mati, namun ajal tak dapat ditolak. Alhamdulillah kita masih diberi umur panjang sampai hari ini.

Namun demikian pula patut kiranya kita resapi senandung seorang penyair yang berbunyi :

فَرَضَ عَلىَ النَّاسِ اَنْ يَتُوْبُوْا # لَكِنْ تَرْكَ الذُّنُوْبِ اَوْجَبُ

وَالصَّبْرُ فىِ النَّآئِبَاتِ صَعْبٌ # لَكِنْ فَوْتَ الثَّوَابِ اَصْعَبُ

وَالدَّهْرُ فىِ صَرْفِهِ عَجِيْبٌ # لَكِنْ غَفْلَةَ النَّاسِ اَعْجَبُ

وَكُلُّ مَا قَدْ يَجِئُ قَرِيْبٌ # لَكِنَّ اْلمَوْتَ مِنْ ذَاكَ اَقْرَبُ

Betapa nikmat manusia yang sempat taubat, œnamun lebih nikmat apabila ia luput dari ma’shiyat.
Alangkah berat menghadapi musibah, œnamun lebih pahit apabila pahala tidak tergamit.
Sungguh ajaib betapa waktu melenyap cepat, œtapi tidaklah lebih ajaib ada insan tak sadar saat.
Setiap yang akrab terasa dekat, œakan tetapi tidaklah maut lebih melekat?

Selanjutnya penyair bersenandung :

يَا مَنْ بِدُنْيَاهُ اِشْتَغَلْ # قَدْ غَرَّهُ طُوْلُ اْلأَمَلْ

أَوْ لَمْ يَزَلْ فىِ غَفْلَةٍ # حَتَّى دَنَا مِنْهُ اْلأَجَلْ

اَلْمَوْتُ يَأْتِى بَغْتَةً # وَالصَّبْرُ صَدُوْقُ اْلعَمَلْ

اِصْبِرْ عَلىَ أَهْوَالِهَا # لاَ مَوْتَ اِلاَّ بِاْلأَجَلْ

Wahai manusia yang disibukkan dunia, yang terpedaya harapan hampa.
Masih jugakah engkau lalai, sementara ajal semakin mendekat?
Kematian datang dengan sigap, kubur merupakan kurungan perbuatan.
Bersabarlah karena kehebatannya, tiada kematian tanpa ajal.

Kematian tidak diundang ataupun dicegah. Ia datang tanpa permisi, tanpa diminta, tanpa mengenal anak ataupun remaja, tak pandang tua ataupun muda. Datang atas perintah Allah SWT. Apa pula yang diungkapkan bumi yang kita injak? Anas bin Malik r.a mengatakan bahwa bumi tempat kita berpijak merasa aneh melihat perilaku manusia. Sehingga bumi mencoba menarik perhatian manusia dengan sepuluh ungkapannya yang bernada sinis :

يَا ابْنَ آدَمَ تَسْعَى عَلىَ ظَهْرِيْ ، وَمَصِيْرُكَ فىِ بَطْنيِ ، وَتَعْصِي عَلىَ ظَهْرِيْ ، وَتُعَذَّبُ فىِ بَطْنيِ ، تَضْحَكُ عَلىَ ظَهْرِيْ ، وَتَبْكِيْ فىِ بَطْنِيْ ، وَتَفْرَحُ عَلىَ ظَهْرِيْ ، وَتَحْزَنُ فىِ بَطْنِيْ ، وَتَجْمَعُ اْلمَالَ عَلىَ ظَهْرِيْ ، وَتَنْدَمُ فىِ بَطْنِيْ ، وَتَأْكُلُ اْلحَرَامَ عَلىَ ظَهْرِيْ .

“wahai bani Adam ! Engkau seharian modar-mandir berusaha di atas punggungku, padahal perutku menjadi tempat kembalimu. Engkau melakukan ma’shiyat di atas punggungku, namun kelak menangis dalam perutku. Engkau bersenang-senang di atas punggungku, namun bersedih hati di dalam perutku. Engkau tumpuk-tumpuk hartamu di atas perutku, padahal kelak engkau menjadi makanan ulat dan cacing dalam perutku. Engkau pongah di atas punggungku, namun menjadi hina dalam perutku. Engkau bersuka ria di atas punggungku, namun bermuram durja kelak di dalam perutku. Engkau berpesta pora di sinar matahari, bulan dan lampu di atas punggungku, namun kelak kau masuk kegelapan dalam perutku. Engkau dapat berhimpun bersama-sama insan di atas punggungku namun kelak akan menyendiri dalam perutku”

Allahu akbar 3x Walillahilhamd !
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah !

Cukup pedas peringatan demi peringatan yang mudah-mudahan menggugah kita untuk dapat hidup seimbang. Islam tidak menghendaki kaum Muslimin melulu memikirkan kematian dan kehidupan akhirat. Islam mengatur kehidupan kita di dunia ini. Agama Islam adalah agama aturan hidup, bukan aturan mati. Diaturnya agar setiap insan hidup tertib. Untuk dapat hidup tertib diperlukan sarana fisik dan material. Bahkan Allah SWT. berfirman dalam Al-Qur’an

“Sekiranya shalat telah ditunaikan, bertebaranlah kalian di bumi sambil mengharap karunia Allah. Dan berzikirlah sebanyak-banyaknya, semoga kalian beruntung”. (QS Al-Jumu’ah : 10).

Hadirin Jamaah Haji yang Dimuliakan Allah …!

Tatkala Rasulullah SAW usai melontar ‘Aqabah, seorang sahabat berkata, “wahai Rasulullah, saya telah bercukur namun saya belum menyembelih”. Rasulullah berkata, “lakukanlah dan tidak ada beban bagimu (tidak apa-apa)”. Sahabat yang lain berkata, “Saya baru melempar setelah sore”. Puluhan orang bertanya mengajukan cara berhaji yang termudah untuk mereka dan Rasulullah selalu menjawab, Laa Haraj. Abdullah bin Amir pernah menghitung dan tidak kurang dari 24 cara; bercukur sesudah melempar, bercukur sebelum melempar, thawaf ifadhah sebelum melempar dan lain sebagainya.

Jadi, jelas bahwa Rasulullah SAW menghendaki kemudahan dalam ibadah jasmaniah ini, suatu ajaran yang maha bijak yang perlu diteladani dan diejawantahkan dikemudian hari.

Para Jamaah Haji yang Dimuliakan Allah … !

Kita ingin lebih dalam lagi memahami makna Haji Mabrur yang menjadi dambaan setiap orang. Mabrur berasal dari kata “birrun” yang berarti “baik”. Sebab orang Arab selalu menggunakan kata “birrun” dengan arti “kebaikan”. Sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an surah ke-3 ayat 92:

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (birru), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya. (Ali ‘Imron : 92).

Ayat ini dengan tegas menjelaskan bahwa kebajikan adalah kepedulian terhadap lingkungan sosial. Sebab semua ajaran Islam dirancang untuk memperkuat hubungan pribadi dengan Allah dan sekaligus memperkuat aspek kehidupan konsekwensinya berupa hubungan baik dengan sesama manusia.

Sedangkan dimensi haji adalah urusan dengan Allah, namun efek yang ditimbulkan darinya adalah penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan, sebagaimana termak-tub dalam pidato perpisahan Rasulullah SAW.

Sedangkan makna dari “Haji Mabrur” adalah, ibadah haji yang diterima oleh Allah. Haji yang diikuti dengan kebaikan-kebaikan. Adapun janji janji Allah kepada jamaah haji yang memperoleh kualitas mabrur tiada lain adalah Al-Jannah (surga). Sebagaimana ternukil dalam sebuah hadits :

اَلحَجُّ اْلمَبـْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَآءٌ إِلاَّ اْلجَـنَّةُ

Haji mabrur tiada balasan kecuali syurga.

Hadirin Jamah Haji Yang Berbahagia ….!

Rasulullah SAW. menyatakan bahwa tanda haji mabrur adalah amalnya setelah haji lebih baik dari pada sebelumnya :

عَمَلُهُ بَعْدَ اْلحَـجِّ خَيْرٌ مِنْ قَبْـلِهِ

Pada kesempatan lain Rasulullah SAW juga bersabda di dalam hadist Qudsi: “Jika hamba-ku mendekatkan diri kepada-Ku satu jengkal maka aku mendekatkan diri-Ku sehasta dan apabila ia mendekatkan diri kepada- Ku satu hasta Aku mendekatkan satu lengan dan bila ia datang kepada-Ku dengan berjalan aku datangi ia dengan berlari, Allah berfirman: barang siapa lalai dari mengingat Yang Maha Rahman maka syaitan akan menyesatkannya dan ia menjadi sahabatnya”.

Pada saat dan waktu yang hening dan sakral ini kita semua mengharap rahmat, ridha dan ampunan Allah SWT. Mudah-mudahan kita kembali ke tanah air dalam keadaan bersih dan suci bagaikan anak yang baru lahir, mendapatkan Haji Mabrur.

Ya Allah, wahai Yang Maha Mendengar, inilah kami hamba-hamba-Mu ya Karim, Hamba-Mu yang berlumur dosa bergelimang maksiat, kini memohon kepada-Mu, wahai Yang Maha Rahman, betapapun kami tidak bisa melihat-Mu, tapi bukankah Engkau sedang menatap kami. Engkau sudah tahu persis apa yang kami lakukan. Mata berumur ma’shiyat, telinga berlumur dosa. Engkau sudah mendengar seda kata yang terucap lisan ini. Engkau tahu persis setiap kebohongan kami. Engkau telah mengetahui janji yangtidak kami tepati. Rabb, Engkau pun tahu apa yang dilakukan oleh tubuh ini. Semua ma’shiyat yang pernah dilakukan telah Engkau saksikan semuanya. Malu rasanya dihadapan-Mu ya Allah, tubuh di depan-Mu ini kami kotori dengan ma’shiyat, kami lumuri dengan aib.

Ya Allah, Engkau tahu kebusukan hati kami, sering menyombongkan apa yang kau titipkan, memamer-kan, riya, hati penuh kedengkian.

Ya Allah, kami ingin merobah semuanya. Kau tahu betapa cape hidup seperti ini, betapa menderita hidup jauh dari-Mu, betapa sengsara hidup bergelimang dosa dan ma’shiyat.

Rabb, jadikan saat ini benar-benar jadi saat kau rubah diri-diri kami, dari si busuk berlumur dosa menjadi orang yang terpelihara dengan Karunia-Mu,dari hamba-Mu yang nista berlumur aib, menjadi orang yang mulia disisi-Mu, dari si malas, lalai, menjadi orang yang terpelihara dengan karunia-Mu, dari si dungu yang tiada berilmu menjadi orang yang benar-benar kau selimuti dengan ilmu-Mu, ya Allah.

Ya Allah, karuniakan kepada kami ampunan-Mu…

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ تَوْبَةً نَصُوْحًا ، تَوْبَةً نَصُوْحًا يَا إِلَهَناَ … وَتَوْبَةً قَبْلَ اْلمَوْتِ ، وَرَاحَةً عِنْدَ اْلمَوْتِ ، وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً بَعْدَ اْلمَوْتِ ، وَالْعَفْوَ عِنْدَ اْلحِسَابِ وَاْلفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ …

Ya Allah, berikan keteguhan bagi kami ya Rabb. Jangan biarkan kami tergelincir ya Allah dalam kema’shiyatan, jangan biarkan kami jatuh oleh godaan ya Allah, jangan biarkan kami terperosok dalam nafsu yang menjerumuskan, berikan kekuatan kepada kami untuk menjaga diri ya Allah. Kami ingin selamat ya Allah…

Rabb, jangan biarkan nafsu menggelincir kami dari jalan-Mu, jangan biarkan cinta kami kepada makhluk-Mu membuat kami menghianati-Mu, jangan biarkan dunia ini menipu, menyilaukan dan memperdaya kami.

Rabb, karuniakan kepada kami indahnya hidup bersama-Mu…

Rabb, jadikan sisa umur ini menjadi orang yang benar-benar terpesona kepada-Mu, menjadi orang yang selalu merindukan-Mu, menjadi orang yang tak bisa melupakan-Mu. Jadikan hari-hari yang kami jalani hari-hari yang sibuk berbekal pulang kepada-Mu.

Selamatkan orang tua kami ya Allah, tidak berhenti kami mendoakan keduanya, darah dagingnya melekat di tubuh kami. Shalihkan yang belum shalih, muliakan yang terhinakan Islamkan yang belum Islam, pertemukan bagi yang belum bertemu dengan orang tuanya di tempat yang berkah.

Ya Allah, ampuni yang orang tuanya berlumuran dosa. Jadikan sisa umurnya menjadi orang mulia di sisi-Mu. Jadikan akhir hayatnya husnul khatimah, lindungi dari siksa kubur ya Allah, jangan….jangan biarkan teraniaya di kubur ya Allah, jadikan ahli surga-Mu ya Allah. Golongkan kami menjadi anak yang tahu balas budi, cegahlah kami dari perbuatan durhaka sekecil apapun.

Ya Allah, selamatkan hamba-hamba-Mu yang berbuat kebaikan kepada kami, juga selamatkan kaum muslimin yang pernah kami sakiti selama ini, berilah hatinya ridha dan mau memaafkan kami. Selamatkan kaum muslimin yang pernah menyakiti kami. Golongkan kami menjadi pemaaf yang tulus.

Ya Allah, lindungi kami dari sifat kikir, lindungi kami dari sifat amarah, lindungi kami darikemunafikan ya Allah.Lindungi kami dari perilaku dzalim kepada siapapun.

Ya Allah, jadikan saat ini saat kau ijabah doa-doa. Kepada siapa lagi ya Allah kami meminta? Sedangkan Engkau penggenggam jagat ini, sedangkan Engkau pemilik segala kejadian. Pada siapa lagi kami berharap selain kepada-Mu. Jamulah siapapun yang bermunajah dimanapun dengan Kau ijabah doanya ya Allah.

Ya Allah, kami ingin bisa pulang selamat, kami ingin bisa pulang selamat, kami ingin bisa pulang kepada-Mu ya Allah. Ya Allah lapangkan yang dilanda kesulitan, cukupi yang kekurangan rizki ya Allah, mudahkan yang sedang dililit kesulitan, bayarkan yang dihimpit hutang piutang, bahagiakan yang sedang dirundung kesusahan, angkat derajat yang selalu dihina direndahkan. Lindungi yang teraniaya, khususnya saudara-saudara kami di Palestina. Teguhkan iman saudara-saudara kami ya Allah. Karuniakan kesabaran, kemenangan bagi hambamu ya Allah. Kembalikan Masjidil ‘Aqsha kepada umat-Mu ya Allah. Rabb, Engkaulah penggenggam musuh-musuh-Mu ya Allah. Rabb, karuniakan kepada kami berbuat sesuatu untuk kemuliaan agama-Mu, untuk hambamu ya Allah.

Ya Allah berikan kemudahan untuk ibadah kepada kami. Karuniakan shalat yang khusyu’, hati yang ikhlas, orang yang cerdas, sehatkan lahir bathin kami. Ya Allla, sembuhkan yang sedang ditimpa sakit.

Ya Allah, bagi yang masih berpikir jahat balikkan hatinya ya Allah, bagi yang masih durhaka bukakan kalbunya ya Allah, bagi yang berlumuran ma’shiyat tuntun ke jalan-Mu, bagi yang masih kufur beri hidayah ya Allah, mereka juga hamba-hamba-Mu ya Allah.

Ya Allah, berikan kesanggupan kepada kami untuk mengajak hamba-hamba-Mu ke jalan-Mu.

Ya Allah, jadikan saat ini menjadi salah satu saat yang Engkau sukai, saat Kau beri hidayah yang masih tersesat, Kau ampuni yang berlumuran salah dosa. Kau cahaya qalbu yang gulita.

رَبَّناَ هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا .

Karuniakan pendamping yang merindukannya, pernikahan yang berkah, rumah tangga yang sakinah, keturunan yang shalih shalihah, jangan terlahir dari diri kami keturunan yang durhaka.

Ya Allah, jangan biarkan rumah tangga kami menjadi rumah tangga yang penuh bencana. Ya Allah titipkan kepada kami keturunan yang lebih baik dari pada kami di hadapan-Mu. Jangan biarkan ada anak-anak yang mencoreng aib di wajah kami. Ampuni jika kami salah mendidik mereka, ya Rabb. Ya Allah, jangan biarkan anak-anak kami menghujat kami kelak di akhirat-Mu mulia, dengan Kau masukkan kami semua bersama mereka ke dalam Surga-Mu.

Ya Allah, andaikata bala bencana yang menimpa diri kami, negri kami, karena perbuatan ma’shiyat yang kami perbuat, jadikanlah saat ini saat ampunan, ya Allah. Ampuni sebusuk apa pun diri kami, ampuni sebanyak apa pun dosa yang kami perbuat. Ampuni segala apapun masa lalu kami, ampuni segala apapun aib-aib yang kami sembunyikan selama ini.

Ya Allah, ampuni jika selama ini kami mendustakan-Mu... meremehkan keagungan-Mu..., melupakan kasih sayang-Mu.... Ampuni jika ni’mat yang Kau berikan, kami gunakan untuk berkhianat kepada-Mu. ..Ampuni jikalau kami begitu sombong kepada-Mu,.. ampuni amal-amal kami yang amat jarang ini: shalat kami yang hampir tiada khusyu’,shodaqoh kami dari sisa yang kami miliki karena kekikiran kami ya Allah...puasa yg kami lakukan hanya sekedar melaksanakan kewajiban,tanpa keikhlasan.... Ampuni kezaliman kami kepada orang tua kami. Engkau Yang Maha Mengetahui luka dihatinya. Ampuni jikalau orang tua kami menyesal melahirkan kami. Ampuni ya Allah, jikalau kami sering melukai dan melalaikannya. Ampuni jika ada orang yang terhina dan tersesat karena lisan kami, ampuni andaikata ada harta haram, makanan haram yang melekat pada tubuh kami ya Allah. Hapuskan semuanya ya Allah.

Rabb, selamatkan bangsa kami ini ya Allah, karuniakan kepada kami pemimpin yang adil,... pemimpin yang mencintai-Mu...,pemimpin yg tidak mudah mengumbar janji-janji palsu,pemimpin yg tidak menyengsarakan rakyatnya..pemimpin yg menyatukan kekuatan bangsa menuju ridho-Mu... pemimpin yg mencintai umat-Mu.

Ya Allah, muliakan agama-Mu ini. Jadikan Islah menjadi jalan keluar bagi krisis yang melanda Bangsa kami. Jangan biarkan musuh-musuh-Mu menodai dan memfitnah Dien-Mu. Kami yakin Allah, betapun mereka berusa keras ingin memadamkan Cahaya-Mu dari bumi ini, Engkau justru akan menyempurnakan Cahaya-Mu, sehingga memancarkan menerangi seluruh lorong persada alam–Mu ini, betapapun orang-orang kafir tidak menyukainya.

Ya Allah, hanya engkau pembalas segala kebaikan, lipat ganda rizki terhadap siapapun yang membantu dan menjadi jalan bagi sampainya kami di tanah haram ini. Angkat derajat mereka, muliakan hidup mereka di dunia ini, dan masukkan mereka ke dalam Surga-Mu……

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ حَجًّا مَبْرُوْرًا ، وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا ، وَذَنْباً مَغْفُوْرًا ، وَعَمَلاً صَالِحًا مَقْبُوْلاً ، وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ ، يَا عَالِمَ مَا فىِ الصُّدُوْرِ اَخْرِجْنَا يَا اَلله مِنَ الظُّلُمَاتِ اِلىَ النُّوْرِ .

Ya Allah, kami meminta kepada-Mu haji yang mabrur, sa’i yang masykur, dosa yang terampuni, perniagaan yang tiada pernah merugi. Jangan biarkan haji kami menjadi fitnah. Jadikan haji kami ini membawa keberkahan bagi keluarga, keturunan dan lingkungan kami. Jangan biarkan kami mencemari kehormatan agama-Mu dengan haji ini.

Ya Allah, undang kami kembali berhaji ke tanah suci ini bersama istri kami, keluarga kami, orang tua kami, sanak saudara kami, anak-anak dan keturunan kami, juga tetangga dan sahabat-sahabat kami, wahai Yang Maha Mendengar, Engkaulah yang menggenggam segala kejadian.

Ya Allah, hajat kami kepada-Mu begitu sangat banyak, hanya Engkaulah Yang Mengetahui seluruh hajat dan kebutuhan kami. Kami memohon kepada-Mu ya karim, sepanjang hajat dan kebutuhan kami ini baik menurutmu, dan memberi kemaslahatan dunia dan akhirat bagi kami, maka penuhilah hajad dan kebutuhan kami ini, juga hajad dan kebutuhan istri,keluarga, orang tua, dan saudara serta sahabat kami.

Ya Allah, akhirnya berilah pada kesempatan ini ni’mat, karunia dan keselamatan untuk bisa berhimpun di bawah panji nabi-Mu Muhammad SAW. Beriringan dengan kafilah para nabi-Mu dan rasul-Mu, beriringan dengan semua auliya’, syuhada’ dan shalihin, menuju surga-Mu, tempat tidak seorang tertipu, tempat tidak seorang pun bisa bersedih, tempat semua harapan berjawab, semua derita kan berakhir.

Ya Allah, tiada tempat berharap bagi kami selain kepada-Mu, tiada tempat bergantung bagi kami, selain Engkaulah tempat kembali kami. Penuhilah seluruh harapan kami ini ya Allah denga Kau ijabah seluruh pinta dan harapan kami ini. Sungguh Engkau tidak pernah mengingkari janji-janji-Mu 

DaTa'22

Tuesday, July 5, 2022

Walimatul Safar


Bismillah


Rabu, 8 Juni 2022, kami melaksanakan walimatul safar dengan mengundang para tetangga terdekat dan beberapa saudara serta teman-teman melingkar. Ada sekitar 65 orang yang kami undang. Tapi yang hadir, alhamdulillaah lebih dari itu, meskipun ada yang tidak bisa hadir.


Tidak seperti teman-teman calon jamaah haji lainnya yang mengundang ustadz atau ustadzah untuk memberikan tausiyah, kami mengundang Ustadzah Nurhanah untuk memimpin doa. Jadi, acaranya hanya sepatah kata dari saya, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin beliau.

Suatu kali, guru tahsin saya, Bu Ira, pernah berkata, kira-kira seperti ini, "Niatkan untuk umrah/haji, Allah yang akan memberikan jalannya." Maksudnya, meskipun secara kasat mata, secara materi, kita belum mampu untuk pergi haji atau umrah, yang penting kita sudah punya niat, sudah punya azam. Tinggal kita iringi dengan doa dan ikhtiar, insyaaAllah akan Allah mudahkan jalannya. Seperti beliau waktu akan berangkat umrah. Saat itu beliau tidak ada uang untuk bekal. Tiba-tiba ada yang datang ke rumah beliau memberikan uang riyal untuk bekal umroh. MasyaaAllah tabarakallah. 


Cerita seperti ini sangat banyak terjadi. Banyak di antara calon jamaah haji yang berangkat dengan keterbatasan materi. Namun, atas izin Allah, bisa berangkat juga. Ada yang tadinya sakit, begitu pergi haji jadi sehat walafiat. Itulah kalau Allah sudah berkehendak. Apa pun bisa terjadi. Bahkan sesuatu yang mustahil sekali pun, bisa menjadi kenyataan.


Yang saya alami sendiri pun, rasanya penuh dengan kejutan, atas izin Allah. Dengan segala keterbatasan materi, alhamdulillaah Allah cukupkan. Allah berikan seperti apa yang kami bayangkan. 


Begitu pula saat mengadakan walimatul safar. Kami ingin menjamu para tamu undangan dengan lebih baik dan pantas. Di sisi lain, budgetnya tidak ada. Ternyata, Allah kabulkan keinginan kami melalui para tetangga dan teman-teman. Mereka membawa banyak kue hingga melimpah ruah. Kami sampai kewalahan dalam menyajikannya. Alhamdulillaah bini'matihi tatimushsholihat. Allah memberikan lebih daripada apa yang kami inginkan. 


Bagaimana hukum walimatul safar? Apakah harus dilaksanakan atau tidak? Di antara para ulama ada perbedaan pendapat. Ada yang menganggap sunnah, ada pula yang menganggapnya bid'ah. Yang menganggap sunnah, berdasarkan hadits:


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ مِنْ سَفَرِهِ نَحَرَ جَزُورًا أَوْ بَقَرَةً ” رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Artinya : “Bahwasannya Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam ketika sampai di Madinah dari perjalanannya, Beliau menyembelih kambing atau sapi.” (HR. Al Bukhari)


Dalam hadits tersebut, saat pulang dari safar, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam mengadakan naqi'ah yaitu menyambut musafir atau seseorang yang baru pulang dari safar (perjalanan jauh). 


Berdasarkan hadits tersebut, bila jamaah haji pulang, maka disambut dengan tasyakuran. Mungkin tradisi ini yang kemudian menjadi tradisi walimatul safar. Menurut sebagian ulama, selama tidak dilaksanakan secara berlebihan dan acaranya pun berisi doa dan tausiyah, insyaaAllah walimatul safar boleh dilakukan. Apalagi dalam acara tersebut juga dapat mengikatkan tali silaturahmi dengan tetangga dan saudara.
Wallahu a'lam bishshowwab.