Sunday, May 17, 2026

Kelahiran Sang Utusan

 

KELAHIRAN SANG UTUSAN

PADA HARI SENIN TANGGAL 9 RABIUL AWAL TAHUN 1 GAJAH/ BERTEPATAN DENGAN 20 APRIL 571 MASEHI/ AMINAH MELAHIRKAN PUTRANYA DAN ABDULLAH DI MAKKAH// SAAT MELAHIRKAN ITU/ AMINAH MELIHAT CAHAYA KELUAR DARI RAHIMNYA// CAHAYA ITU MENERANGI SAMPAI KE ISTANA-ISTANA DI NEGERI SYAM//

BAYI ITU SEHAT DAN TAMPAN//KULITNYA CERAH/ RAMBUT DAN BOLA MATANYA HITAM/ ALISNYA MELENGKUNG/ DAN BULU MATANYA LENTIK// DI TENGKUKNYA/ DI ANTARA DUA BAHU/ ADA TANDA KECOKELATAN// BAYI ITU JUGA MEMILIKI SILSILAH YANG MULIA//

“TOLONG KIRIMKAN SESEORANG/ UNTUK MEMBERI KABAR KEPADA ABDUL MUTHALIB/ KAKEKNYA/” PINTA AMINAH//

ABDUL MUTHALIB YANG SEDANG BERTAWAF DI KA’BAH/ LANGSUNG BERGEGAS DATANG/ BEGITU MENDAPAT KABAR BAHAGIA ITU// DENGAN LEMBUT/ DIA DEKAP BAYI ITU/ DAN MEMBAWANYA MASUK KE DALAM KA’BAH// LALU DIA BERDOA DAN MEMANJATKAN SYUKUR KEPADA ALLAH SWT//

TSUWAIBAH, HAMBA SAHAYA ABU LAHAB BIN ABDUL MUTHALIB/ JUGA BERGEGAS MENEMUI TUANNYA/ UNTUK MENGABARKAN BERITA BAHAGIA ITU.  ABU LAHAB SANGAT BAHAGIA / SEHINGGA LANGSUNG MEMERDEKAKAN TSUWAIBAH//

BETAPA KELAHIRAN BAYI ITU/ MEMBAWA KEBAHAGIAAN DI KELUARGA BESAR ABDUL MUTHALIB//

SUMBER: MUHAMMAD TELADAN SEPANJANG ZAMAN JILID 2 “KELAHIRAN SANG UTUSAN” DARI SYGMA DAYA INSANI


Belajar jadi Sirah Influencer

Akhlak Rasulullah

 

Seperti apa, sih, akhlak Rasulullah? Yuk, kita cari tahu!

Inilah tiga Fakta Menarik tentang akhlak Rasulullah

Pertama, Rasulullah adalah orang yang pemaaf kepada siapa pun. Ketika Abdullah bin Ubay memfitnah Rasulullah, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu sangat marah dan ingin menghabisinya. Tapi, Rasulullah melarang dengan alasan, beliau tidak ingin orang-orang mengatakan bahwa beliau menghilangkan nyawa sahabat-sahabatnya.

Kedua, Raulullah adalah pemimpin yang sangat pemberani, tidak pernah gentar menghadapi musuh. Saat pemimpin kafir Quraisy, Abu Sufyan, menantang beliau untuk berperang lagi di Badar, Rasulullah bersabda, “Demi Zat yang menguasai diriku dengan kekuatan-Nya. Sungguh, aku akan berangkat sekalipun tidak ada seorang pun yang ikut bersamaku.”

Ketiga, Rasulullah sangat murah hati. Salah satu bukti kemurahan hati beliau adalah membebaskan seorang tawanan bernama Tsumamah. Karena kebaikan Rasulullah tersebut, Tsumamah langsung bersyahadat. MaasyaaAllah. Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad.



Belajar jadi Sirah Influencer

Thursday, July 31, 2025

Memupuk Kecintaan Anak pada Allah sejak Kecil


Topik ini menjadi pembahasan yang bagi saya pribadi, refleksinya sangat dalam. Saya seorang ibu dari dua orang putra yang lahir dari rahim saya. Pertama akan masuk usia 7 tahun dan kedua usia 4 tahun. Selain itu, saya memiliki adik bungsu kandung yang rentang usianya selisih 18 tahun dengan saya, sehingga saya mendapat bagian untuk mendidik adik bungsu saya atau bisa diibaratkan menjadi Ibu lebih awal melalui trial.


Dalam proses pengasuhan, ternyata ada rasa yang berbeda ketika mengasuh anak-anak kecil dan mendidik calon pemuda. Ketika kita berhasil memegang seorang anak di 7 tahun pertamanya, maka akan jauh lebih mudah melekatkan antara jiwa ke jiwa, hati ke hati, dan mendidiknya ke depan, di usia selanjutnya. Usia 7 tahun pertama adalah penentu. Apabila kita mengenal _golden age_ pada usia 5 tahun, ternyata dalam Islam sebenarnya seluruh rentang usia manusia merupakan _golden age_. Bedanya adalah _golden age_ untuk setiap kondisi-kondisi tertentu. 

Misalnya untuk keimanan golden age 7 tahun pertama, untuk bahasa golden age 7 tahun pertama. Kemudian 7 tahun berikutnya ada lagi, ada lagi, dan seterusnya.


Sebagai orang tua, ternyata keilmuan-keilmuan tentang menjadi orang tua terhadap anak usia dini ataupun orang tua terhadap anak calon pemuda itu memiliki dinamikanya masing-masing. Hari ini kita akan membahas tentang memupuk kecintaan anak pada Allah dari usia kecil.


Saya merasakan betul tantangannya yang lebih besar dalam menanamkan keimanan,  apabila 7 tahun pertamanya tidak dipegang dengan baik. Sebab, 7 tahun pertama adalah usia emas tentang keimanan.


Islam memiliki timeline dalam mendidik dan mengasuh anak yaitu mulai 15 tahun awal, di mana anak lahir 0 tahun sampai dengan batasnya dia aqil baligh. Aqil baligh memiliki dua frasa yang digabungkan aqiil artinya dewasa secara mental, dewasa secara akal berfikir, dan sanggup untuk memikul beban. Kemudian baligh, yaitu dewasa atau matang secara biologis. 

Sehingga makna aqil baligh adalah dewasa keseluruhan, baik secara mental maupun dewasa secara biologis, yang tentunya sudah matang.


Tanda anak sudah masuk usia baligh atau dewasa secara biologis adalah, apabila perempuan dengan haidh, sedangkan laki-laki ditandai dengan mimpi basah.


Kedua frasa aqiil dan baligh harus sepaket, sebab tantangan hari ini, banyak orang yang kondisi biologisnya sudah matang yang apabila tidak dibarengi dengan kematangan berpikir, maka akan dengan mudah senang terhadap hal-hal yang menggairahkan dan mudah juga untuk disalurkan karena ia tidak memikirkan konsekuensi. Oleh sebab itu, aqil dan baligh harus selalu disatukan.


Pendidikan yang selaras fitrah ini merupakan konsep pendidikan yang selaras dengan Islam yang mengantarkan anak menjadi pemuda atau syabab.  Dalam Islam, identik dengan karya, kontribusi, dan dedikasi sehingga  diharapkan tidak banyak rentang peralihan dan supaya menjadi sosok yang berkarya, berdedikasi, juga berkontribusi.



Kenapa timelinenya adalah 15 tahun? Karena ini nanti akan dipakai untuk mempelajari bagaimana menumbuhkan rasa kecintaan anak pada Allah di rentang masa anak  0-15 tahun. Dalam prosesnya dibagi-bagi lagi menjadi: 0-2 tahun, 2-7 tahun, 7-10 tahun, 10 sampai 15 tahun. 


Jadi, yang dilakukan di setiap rentang usia adalah berbeda-beda: 
Pada usia 0-2 tahun, sebagaimana landasan ayat Qurannya susuilah anakmu dimaksimalkan sampai 2 tahun, maka usia 0 - 2 tahun ini dijadikan acuan untuk melakukan sesuatu berhubungan dengan keimanan, memupuk keimanan anak untuk cinta kepada Allah.


Lalu usia 2-7 tahun ini adalah pra-tamyiz atau sebelum tamyiz. Masuk usia 7 tahun adalah fase tamyiz. Pada fase tamyiz ini, anak dianggap sudah bisa mulai diisi, mulai berpikir logis, bernalar, dan sudah bisa berpikir runut untuk siap belajar. 


Setelah tamyiz, anak akan masuk fase mumayyiz yaitu orang yang bisa membedakan harapannya, minimal membedakan baik - buruk, benar - salah dalam level-level sederhana. Itu tanda bahwa anak kita sudah masuk mumayyiz yang sudah bisa membedakan hal-hal sederhana.


Kemudian usia 7 - 10 tahun.  Ini ada proses lagi dan usia 10-15 tahun ada proses lagi. Timeline ini Insya  Allah sudah ada landasannya yang dirumuskan oleh almarhum Ustad Hari Santoso Hasan dalam literatur pendidikan berbasis fitrah. Jadi, Insya Allah ini memudahkan untuk cepat dipahami bagi kita dalam proses mendidik anak. 


Apabila pendidikan anak kita belum terpenuhi pada usia tersebut, maka kita bisa evaluasi pembelajaran di hari ini, apa yang sudah dan apa yang belum diberikan kepada anak, padahal itu adalah hak mereka sebagai bentuk pendidikan keimanan.


Terdapat satu quotes yang mengikat pembelajaran kita hari ini yaitu ”cinta dapat melahirkan rasa takut, tapi takut tidak dapat melahirkan rasa cinta”.  


Contoh saja, kecintaan kita dengan pasangan kita yang membuat kita takut mencederai hatinya, takut mencederai kepercayaannya. 


Jadi, rasa takut itu bisa lahir dari perasaan cinta. Namun, jika sudah takut lebih dulu, maka belum tentu akan lahir rasa cinta.


Perkara cinta kepada Allah menjadi yang paling awal. Ketika bicara memupuk kecintaan Allah sejak kecil, maka fokusnya memang betul memupuk cinta. Karena nantinya, cinta itulah yang ada pada diri anak kepada Allah,  yang akan melahirkan rasa takut untuk berkhianat pada amanah kehidupan yang Allah berikan pada dirinya, rasa takut untuk mencederai perintah Allah, rasa takut untuk kepeleset berbuat maksiat. Itu semuai rasa takut yang lahir dari rasa cinta.


Dan biasanya, takut yang lahir dari rasa cinta akan membuatnya lebih menjaga sikap, lebih menjaga akhlak, dan lebih menjaga adab.


Namun, apabila kita menakut-nakuti sedari kecil untuk takut dengan zat Allah, biasanya orang tua menggunakan Allah untuk mewakili kemarahan dirinya. Misalnya,  _”jangan rebutan ya, nanti Allah marah”_. Orang tua menggambarkan Allah sebagai zat pemarah, zat yang penghukum sehingga anak akan takut.


Anak yang tumbuh dengan imaji bahwa Allah adalah zat yang menakutkan sehingga lahir rasa takut dalam dirinya itu, sulit untuk menumbuhkan rasa cinta dalam dirinya pada Allah. Sedangkan motor dari penghambaan itu harus komplit: ada cinta, ada takut. Nah, ini salah kaprahnya. Biasanya anak harus takut sama Allah jadi ditakut-takutin dan memang menakut-nakuti anak itu lebih efektif membuat dia mengikuti keinginan orang tua.


Itulah makna cinta dapat melahirkan rasa takut, tapi takut tidak dapat melahirkan rasa cinta dan itu kata kunci kita terkait menumbuhkan kecintaan anak pada Allah sedari kecil.


Pada Quran surat Ibrahim ayat 24-26 ini menjadi ayat yang membuat, kalau di saya sih, efeknya menjadi menjadi sabar. Lebih sabar ketika mengasuh dan mendidik 15 tahun itu berlaku untuk setiap anak ya, bukan hanya anak yang pertama lahir. 


_”Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan; kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh, dan cabangnya menjulang ke langit.  Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Robb-nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia, supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap tegak sedikitpun.”_


Dalam ayat ini, secara sederhana Allah mengumpamakan seorang manusia  dengan pohon. Dan pohon yang digambarkan adalah salah satunya pohon yang baik. Maksudnya yang baik di sini adalah akarnya teguh, cabangnya menjulang ke langit, dan memberikan buah pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. 


Apabila manusia itu diibaratkan pohon, maka pohon yang baik ini adalah manusia yang baik, manusia yang bagus kualitasnya. Manusia yang bagus kualitasnya akarnya teguh, akar ini serupa dengan keimanannya, keimanannya kokoh, cabangnya menjulang ke langit, pohonnya memberikan buah kepada setiap musim. 


Buah itu karya, kontribusi, dan dedikasi pada setiap musim. Artinya dia tidak kenal waktu, setiap ada kesempatan selalu memberikan manfaat dan itulah manusia yang paripurna, memiliki manfaat untuk orang lain.


Pohon yang dimaksud dalam Quran surat Ibrahim ini ayat 24-26 ini adalah pohon yang berbuah setiap musim. Manusia yang baik itu yang berbuah setiap musim. Yang berbuah setiap musim itu adalah pohon-pohon yang rata-rata tumbuhnya lama, butuh jangka waktu panjang, maintenancenya cukup effort. Hanya petani atau perkebun atau hanya yang telaten, hanya yang mau sabar yang akan bisa membantu menumbuhkan pohon dengan jangka waktu yang lama sampai dengan tumbuh buahnya. Apabila sudah tumbuh buah pertama, biasanya dia tidak bisa dihentikan, berikutnya berbuah dan berbuah. 


Artinya adalah kalau kita mau menumbuhkan manusia kecil di rumah kita, anak-anak kita yang insya Allah harapannya kelak jadi manusia terbaik, sebaiknya kita optimalkan semampu kita. Berarti kita bersiap dalam jangka waktu yang panjang dengan effort yang nggak sedikit.


Berbicara tentang memupuk kecintaan pada Allah berarti membicarakan tentang fitrah keimanan, karena yang bisa menumbuhkan rasa cinta kepada Allah itu karena ada fitrah,  khususnya fitrah keimanan. 


Setiap anak lahir dalam keadaan keimanannya yang ia pernah bersaksi bahwa Allah adalah Robnya. Tidak ada anak yang tidak cinta kepada Allah. Semua anak itu pada dasarnya cinta kepada Allah dan cinta kepada kebenaran.


Ayah dan ibu memiliki peran yang berbeda terkait dengan pendidikan fitrah keimanan. Ayah adalah pendidik akidah dan keimanan, dan ibu pendidikan akhlak. Dalam Quran,  terkait aqidah itu diwakili cuplikan kalimat atau dialognya itu oleh tokoh laki-laki. Contohnya Lukmanul Hakim. Dalam Al-Qur'an Allah sampaikan bahwa Lukmanul Hakim berkata kepada anaknya, _”Yaa Bunayya, (wahai anakku) janganlah engkau menyekutukan Allah.” Kalimat tersebut adalah kalimat aqidah yang pendidiknya  disandarkan pada ayah. 


Aqidah adalah hitam-putih, benar-salah, halal-haram, tidak ada tengah-tengah, tidak ada abu-abu. Akidah itu kaku dan harus tegas. Ayah memiliki profil yang tegas dan cenderung lebih kaku daripada ibu.


Sedangkan ibu khasnya adalah cerewet dan kecerawatan ibu hadir secara  natural. Harapannya kecerawatan ini diberikan oleh Allah kepada ibu untuk mendidik akhlak dan akhlak itu butuh pengulangan. 


Misalnya kita sebagai ibu yang mengingatkan anak untuk makan pakai tangan kanan, atau saat menguap harus ditutup. Kadang juga mengingatkan kepada anak untuk bersalaman pada om, tante, kakek atau nenek. Kecerewetan tersebut diaplikasikan untuk mendidik akhlak anak.


Membahas anak usia 0-2 tahun. Rawatlah rasa cinta dan imaji positif anak. Bahwa Rabb Allah adalah Rabb (Pencipta, Pemberi Rezeki, Pengatur alam semesta). 


Anak melihat perwakilan Allah itu dari orang tuanya. Jadi sebelum anak kenal Allah, anak kenal kita dulu sebagai orang tuannya. Bayi melihat ibunya terlebih dulu, lalu ayahnya. 


Nah, apabila ibu dan ayahnya baik maka penciptanya pasti baik. Sehingga, ketika ibu dan ayah tidak berperan baik atau banyak galaknya, sebenarnya yang paling dikhawatirkan adalah imaji anak kepada Allah sebagai penciptanya. 


Jadi, pasanglah mimik wajah yang nyaman dan ada suara yang nyaman kepada anak.


Berikutnya tentang anak yang rentang usia 3-7 tahun. Pada usia ini masih mengajarkan sama, yaitu mengenalkan kecintaan pada Allah dan ditambah mulai mengenalkan Nabi Muhammad  ﷺ adalah utusan Allah dan Islam adalah agama atau jalan hidup keselamatan, dengan cara penyampaian yang bisa diterima oleh anak, bukan cara orang dewasa. 


Beri kabar gembira kepada anak sebanyak-banyaknya, beri kabar gembira pahala atau nanti Allah akan memberi kebaikan. 


Berikan cerita kisah-kisah yang imajinya positif terhadap Allah dan Rasulullah ﷺ, dan  hindarkan dulu kisah-kisah terkait neraka, azab, Dajjal, atau kiamat. Walaupun benar, namun dahulukan cinta dulu pada Allah.

Wednesday, February 5, 2025

Terulang Lagi



"Ini aturan siapa? Apa Bapak sendiri, yang bikin aturan?" tanya sesebapak dengan angkuhnya kepada Pak Suami. Paksu yang lagi ribet melayani pembeli yang rebutan ingin segera mendapatkan gas, jadi emosi juga. Dari tadi dia sudah berusaha bersabar dengan orang-orang yang memaksa agar bisa beli padahal stok sudah habis. Eh, ini orang datang-datang malah bikin emosi. Jadi tersulut deh, gara-gara orang itu.


Ya, sore ini, kejadian yang sudah terjadi di mana-mana, orang banyak mengantre untuk beli gas melon (5 kg), akhirnya terjadi juga di rumah saya. Tadi saat pulang mengajar, hampir saja saya tidak bisa masuk ke halaman rumah sendiri gara-gara penuh motor dan orang yang antre gas. Ternyata, mereka sudah antre sejak pagi. 


Tak hanya di rumah. Tadi saat masih di sekolah, hp saya pun berdenting terus karena banyak yang menanyakan gas. Bahkan ada yang pesan juga untuk disisakan. Lha, saya mana tahu, kalau keadaan di rumah sudah se-hectic itu. Teh suami pun sampai belum habis diminum gara-gara sibuk sama orang-orang. Biasanya sudah habis dua gelas. Ini, satu saja belum habis. MaasyaaAllah.


Kami memang memiliki usaha pangkalan gas. Kejadian ini sudah yang kedua kali; banyak pembeli yang berdatangan, semua ingin mendapatkan meski hanya 1 tabung. Sedangkan stok kami hanya 300, itu pun dua hari sekali. Kemarin saja, pelanggan baru, artinya selama ini mereka tidak beli ke rumah kami, ada 200 orang. Padahal selama ini, 300 tabung itu cukup untuk para pelanggan lama saja. Dengan adanya tambahan itu, pelanggan lama jadi tertunda penyediaannya.


Banyak cerita di balik sulitnya gas ini. Kalau masyarakat menyebutnya 'langka'. Sebenarnya tidak langka, hanya saja tidak bisa dibeli di warung-warung seperti biasa. Peraturan pemerintah melarang warung menjual gas. Masyarakat harus beli langsung ke pangkalan yang sudah ditunjuk resmi. Akibat aturan ini, ada yang sampai tiga hari tidak masak, jadi harus beli lauk matang. Ada yang sampai memelas, sehingga tabung gas di dapur kami pun harus dikeluarkan. Alhasil, tukang gas tapi malah tidak punya gas dan tidak bisa masak. 



Kabar terakhir, di TV dan media sosial, Presiden memerintahkan agar peraturan itu dihapus. Apa alasannya, kurang jelas juga. Mungkin karena sudah ada kasus yang meninggal dunia saat mengantre gas. Innalillahi wa innailaihi rooji'uun. 


Walaupun media sudah mewartakan peraturan terbaru tersebut, namun di lapangan realitanya berbeda. Karena belum ada surat resmi dari pemerintah, maka banyak pangkalan gas yang belum berani menjual ke warung-warung, seperti tempat kami. Akhirnya, di sini masyarakat masih berbondong-bondong ke pangkalan. Walaupun tidak se-riweuh hari Senin, tetap saja rumah kami harus terbuka seharian, bahkan sampai malam untuk melayani masyarakat yang ingin membeli gas.


Untuk mengatur antrean, akhirnya suami membuat nomor antrean, sama seperti dulu. Yang punya nomor, berarti bisa mendapatkan gas. Dengan demikian, pelanggan lebih tertib dan lebih terpantau. Seandainya sudah melebihi kuota, maka antrean dihentikan.


Begitulah dinamika kehidupan kita di Indonesia tercinta. Semoga segala kesulitan maupun kesusahan yang kita alami, dapat menjadikan kita lebih dewasa, lebih tangguh, lebih bijaksana. Apa yang kita alami hari ini, belum seberapa dibandingkan saudara-saudara kita di Palestina. Semoga Allah selalu memudahkan urusan kita semua, memberikan kekuatan kepada kita dalam menghadapi dan menjalani segala ketentuannya. Aamiin yaa rabbal'aalamiin 🤲🏻.







Monday, February 3, 2025

Review "Rasa"



Judul buku: Rasa
Penulis: Tere Liye 
Penerbit: Sabakgrip
Cetakan: 12, Mei 2012
ISBN: 978-623-97262-3-2
Tebal buku: 421 hlm.


Bismillah 



Lin, yang nama lengkapnya Linda, adalah seorang gadis SMA yang tidak biasa. Selain belajar, dia pun harus berjuang untuk bekerja part time karena ayahnya tidak ada. Kemana ayahnya? Itulah yang menjadi salah satu rahasia di buku ini.



Walaupun sambil bekerja, Lin tetap berprestasi di sekolahnya, bahkan selalu menduduki ranking 2. Ranking satunya sudah menjadi jatah tetap sahabatnya, Jo. Ya, mereka tetap bersahabat walaupun dalam nilai rapor, mereka bersaing. Persahabatan mereka sudah terkenal di seluruh warga sekolah mereka. Bila di sana Lin, pasti ada Jo.



Namun, hidup tak selamanya mulus. Begitu pun kehidupan Lin. Walaupun memang selama ini, kehidupannya bisa dibilang sudah penuh dengan persoalan hidup, kini persahabatan mereka yang diuji.



Lin bertemu sahabat kecilnya. Dua orang sekaligus. Pastinya bikin Lin bahagia. Yang satu perempuan, yang sekarang juga satu kelas dengannya. Satu lagi laki-laki, yang sekarang ternyata sudah lebih dewasa dan tentu saja, tampan. 



Ternyata pertemuan kembali itu, tidak hanya memberikan kebahagiaan, namun juga masalah. Masalah keluarga, juga masalah persahabatan. 



Namanya juga hidup, pasti penuh masalah. Sudah pusing dengan kedua masalah tersebut, masih ditambah lagi dengan masalah pekerjaan. Walaupun begitu, Lin tetap menjalani hidup dan berusaha profesional. Dan akhirnya, masalah pekerjaan bisa dia lalui dengan selamat dan sukses. Bahkan dia diangkat menjadi murid seseorang yang telah diidolakan sejak kecil, sejak ia menekuni hobi yang kini menjadi pekerjaannya.



Selalu keren, buku Tere Liye ini. Lin seakan menjadi embun di kegersangan dunia remaja yang lebih banyak berita negatif daripada positifnya. Semoga banyak pembaca yang bisa belajar dari keteguhan dan semangat Lin. Ketidakutuhan keluarga bukan menjadi rintangan untuk mendapatkan kesuksesan. Walaupun harus sekolah sambil bekerja, prestasi tetap bisa diraih, asal ada niat dan tekad, serta kemauan. 


Hidup memang harus berjuang, tidak bisa hanya sekadar rebahan dan scroll sosmed. 

"Nikmati proses belajarnya, bukan hasilnya." 
Salah satu quote yang keren dan sangat memotivasi. Terutama untuk mereka yang semangat belajarnya kurang. Belajar bukan sekadar untuk mendapatkan nilai dan ijazah. Lebih dari itu.


Friday, December 13, 2024

40 Atsar Sahabat

*KAJIAN Rabu Tanah Tinggi Tangerang* 

 📝 *Kitab 40 Atsar Para Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam* 
📖 ( _Bab. Cintailah Kekasihmu Sekedarnya Saja_)

🎙️ *Ustadz Mukhlis Abu Dzar* 
*حفظه الله تعالى*

🕌 Masjid Al Hakim

📆 16 Oktober 2024


🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿🍂

*MUKADIMAH*

Mereka adalah orang yg direkomendasikan Rasulullah utk diikuti petunjuk2nya

Hal ini juga dapat dilihat dalam hadits Al ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, seolah-olah inilah nasehat terakhir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehati para sahabat radhiyallahu ‘anhum,

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

“Berpegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rosyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu dan amal). Pegang teguhlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian.”

🔷 *Atsar ke 4 : Cintailah Kekasihmu Sekedarnya Saja*

Dari Abu Hurairah secara marfu': 

"Cintailah orang yang kau cinta dengan sewajarnya, boleh jadi suatu hari dia menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah kepada orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi suatu hari dia yang kau benci menjadi orang yang kau cinta" 

(HR Tirmidzi)

Ali bin Abi thalib memiliki kedudukan yg dekat dengan Rasulullah, selain disebut sebagai sahabat beliau juga memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasulullah (sepupu dan menantu rasulullah)

Ada 3 kelompok mengartikan Ali bin Abi Thalib terbagi dalam,

📍 *2 kelompok sesat* yaitu :

1️⃣ Kelompok orang2 syiah Ar-rafidhah yg ghulu kepada Ali bin Abi Thalib, sikap berlebihannya yaitu :

▪️Menganggap Ali itu maksum terjaga dari kesalahan

▪️Keturunan Ali yg menjadi imam maksum menurut mereka

▪️Yang berhak menjadi khalifah setelah Rasulullah wafat adalah Ali bin Abi Thalib

2️⃣ Kelompok khawarij yg mengkafirkan sahabat Ali bin Abi Thalib maka mereka keluar dari barisan kaum muslimin. Kelompok ini muncul karena ketidaksetujuan adanya perdamaian antara Ali bin Abi Thalib dan muawwiyah bin abi sofyan

📍 *1 Kelompok diatas jalan yang benar* yaitu :

3️⃣ Kelompok yang benar Ahlussunnah wa jamaah yaitu kelompok yang memuliakan Ali sesuai syariat dan meyakini bahwa Ali seseorang yg memiliki kedudukan istimewa.

Sumbangsih Ali utk islam adalah ia ikut dalam perang badar, uhud, hondaq dll serta termasuk orang yg dicintai Allah.

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda saat perang Khaibar,

« لأُعْطِيَنَّ الرَّايَةَ غَدًا رَجُلاً يُفْتَحُ عَلَى يَدَيْهِ ، يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ، وَيُحِبُّهُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ » .فَبَاتَ النَّاسُ لَيْلَتَهُمْ أَيُّهُمْ يُعْطَى فَغَدَوْا كُلُّهُمْ يَرْجُوهُ فَقَالَ « أَيْنَ عَلِىٌّ » . فَقِيلَ يَشْتَكِى عَيْنَيْهِ ، فَبَصَقَ فِى عَيْنَيْهِ وَدَعَا لَهُ ، فَبَرَأَ كَأَنْ لَمْ يَكُنْ بِهِ وَجَعٌ ، فَأَعْطَاهُ فَقَالَ أُقَاتِلُهُمْ حَتَّى يَكُونُوا مِثْلَنَا . فَقَالَ « انْفُذْ عَلَى رِسْلِكَ حَتَّى تَنْزِلَ بِسَاحَتِهِمْ ، ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الإِسْلاَمِ ، وَأَخْبِرْهُمْ بِمَا يَجِبُ عَلَيْهِمْ ، فَوَاللَّهِ لأَنْ يَهْدِىَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاً خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ »

“Sungguh akan diberikan bendera (yang biasa dibawa oleh pemimpin pasukan, pen.) besok pada orang yang akan didatangkan kemenangan melalui tangannya di mana ia mencintai Allah dan Rasul-Nya, lalu Allah dan Rasul-Nya pun mencintai dirinya.”
Lalu kemudian para sahabat bermalam dan mendiskusikan siapakah di antara mereka yang nanti akan diberi bendera tersebut. Tiba waktu pagi, mereka semua berharap-harap bisa mendapatkan bendera itu. 
Namun, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam malah bertanya, “Di manakah ‘Ali?” 
Ada yang menjawab bahwa matanya ‘Ali sedang sakit. (Lalu ‘Ali dibawa ke hadapan Nabi, pen.), lantas beliau mengusap kedua matanya dan mendoakan kebaikan untuknya. Lantas ia pun sembuh seakan-akan tidak pernah sakit sebelumnya. Lantas bendera tersebut diberikan kepada ‘Ali dan ia berkata, “Aku akan memerangi mereka hingga mereka bisa seperti kita.” 
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jalanlah perlahan-lahan ke depan hingga kalian sampai di tengah-tengah mereka. Kemudian dakwahilah mereka pada Islam dan kabari mereka tentang perkara-perkara yang wajib. Demi Allah, sungguh jika Allah memberi hidayah pada seseorang lewat perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah.” 

(HR. Bukhari, no. 3009 dan Muslim, no. 2407).

🔷 *Nasehat Ali bin Abi Thalib*

Cintailah kekasihmu biasa saja jangan berlebihan terutama cinta kepada istri, anak jangan kelewat batas sehingga karena kecintaan tersebut ia melalaikan kewajiban yg harus ditunaikan.

▶️ *Faedah* : 

📍 *Dalam bab Aqidah* agar kita bersikap tengah2 jadilah ahlul wasath (pertengahan) seperti 3 kelompok tadi antara moderat dan extreme.

Sebagaimana firman-Nya:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

“Dan demikian pula telah Kami jadikan kamu (ummat Islam) sebagai ummat yang pertengahan (adil), agar kalianmenjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian.” 

(QS. Al-Baqarah[2]: 143)

📌 *Pendapat Ahlus Sunnah Yang Pertengahan*

*(Kelompok Jabariyah)*

Di antara keyakinan dan manhaj Ahlus Sunnah yang merupakan pertengahan adalah:

▪️Ahlussunnah menentapkan Allah mempunyai nama dan sifat yg hakekatnya berbeda dengan nama dan sifat mahkluknya.

▪️Manusia tidak memiliki kehendak atas perbuatannya, karena itu kehendak Allah semata

*(Kelompok Qodariyah)*

Allah tidak memiliki takdir dan manusia yg menetapkan sesuai keinginannya

📍 *Dalam bab muamalah*
Dalam membelanjakan harta kita diperintahkan tengah2 antara sikap boros dan pelit. Sebaiknya mengeluarkan harta dengan tidak berlebihan dan sesuai kemampuan

Cinta dan mencintai sesuatu baik lawan jenis, harta, anak adalah perasaan yg memang Allah tanamkan dalam hati setiap mahluk yg kita sebut fitrah/tabi'at, namun jangan sampai cinta itu berlebihan melebihi cinta kita kepada Allah Subhana Wa Ta'ala dan mengabaikan kewajiban kita kepada Allah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّا سِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَا لْبَـنِيْنَ وَا لْقَنَا طِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَا لْفِضَّةِ وَا لْخَـيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَا لْاَ نْعَا مِ وَا لْحَـرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَا للّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰ بِ

"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik."

(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 14)

🔷 *Bukti Cinta Seorang Hamba Kepada Allah* 

▪️Mengedepankan Allah daripada lainnya, seperti memiliki harta yg sdh mencapai nisab dan haul disitulah kita diuji manakah dari keduanya hal yg paling kita cintai❓mengeluarkan zakat atau menyimpannya untuk sendiri, maka jika dia mengeluarkan zakat dalam rangka melaksanakan perintah Allah itulah sebaik2 bukti cinta seorang hamba kepada Rabbnya (Mahabbah)

📍 *3 bentuk cinta kepada Allah* yaitu :

🔺 _Al Mahabbah_ dasar cinta kepada Allah

🔺 _Ar Raja_ berharap kepada Allah

🔺 _Al Khauf_ rasa takut kepada Allah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمِنَ النَّا سِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَا دًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَشَدُّ حُبًّا لِّـلّٰهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْۤا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَا بَ ۙ اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَا بِ

"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal)."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 165)

▪️Sebagai Mesin pendongkrak dalam beribadah kepada Allah, dimana semua perintahNya bukan diartikan sebagai beban berat dalam melakukannya namun sebagai bentuk rasa cinta dan nikmat serta kebutuhan baginya

Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ 
Di antara doa Nabi Daud adalah

 *_ALLOHUMMA INNI AS-ALUKA HUBBAK, WA HUBBA MAYYUHIBBUK, WAL ‘AMALA ALLADZI YUBALLIGHUNII HUBBAK. ALLOHUMMAJ’AL HUBBAKA AHABBA ILAYYA MIN NAFSII WA AHLII WA MINAL MAA-IL BAARID_*

(artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu untuk selalu cinta kepada-Mu, mencintai orang yang selalu mencintai-Mu, dana mal yang dapat menyampaikanku untuk mencintai-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta kepada-Mu melebihi cintaku terhadap diriku sendiri, keluarga, dan air yang dingin).” 

(HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan)

🔷 *Macam-Macam Cinta yang Berkaitan Dengan Allah Subhana Wa Ta'ala*

1️⃣ _Mahabbatullah_ cinta kepada Allah adalah cinta karena pokok tauhid

2️⃣ _Al Hub Fillah wa Lillah_ adalah cinta karena Allah, mencintai seseorang atau sesuatu dibangun diatas kecintaan kepada Allah Subhana Wa Ta'ala

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الإِيمَانَ

“Siapa yang cintanya karena Allah, bencinya karena Allah, memberinya karena Allah dan tidak memberi pun karena Allah, maka sungguh telah sempurna keimanannya.” 

(HR. Abu Dawud 4.681)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ الله فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ِظلَّ ِإلاَّ ِظلَّهُ

“Ada tujuh orang -kata Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam- yang akan diberikan oleh Allah naungan pada hari itu tidak ada naungan kecuali naungan Allah.”
Siapa tujuh orang itu?

Diantaranya:

رَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ

“Dua orang yang saling mencintai karena Allah, bekumpul karena Allah, benci pun karena Allah.”

3️⃣ _Al Mahabbah Ma Yuhibbullah_ adalah cinta yang alami yaitu kecintaan kepada lawan jenis, pasangan suami istri, anak dan harta namun menjadi dosa jika berlebihan dan menjadi maksiat kepada Allah

Dari ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu, ia pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَىُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ « عَائِشَةُ » . فَقُلْتُ مِنَ الرِّجَالِ فَقَالَ « أَبُوهَا »

“Siapa orang yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah”. Ditanya lagi, “Kalau dari laki-laki?” Beliau menjawab, “Ayahnya (yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq).” 

(HR. Bukhari, no. 3662 dan Muslim, no. 2384)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَا لُكُمْ وَلَاۤ اَوْلَا دُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi."

(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 9)

4️⃣ _Al Mahabbah Ma'allah_ adalah mencintai selain kepada Allah sebagaimana ia mencintai Allah

📍 *Bentuk kesyirikan Mahabbah-Ma'allah* :

▪️Menyamakan cinta kepada mahluk dengan cinta kepada Allah

▪️Kecintaan yg disertai dengan keagungan dan ketundukkan kepada mahluk

▪️Cinta kepada mahluk namun tidak cinta kepada Allah

📍 *Cara Agar Cinta Tidak Berlebihan*

▪️Membangun cinta diatas kecintaan karena Allah

▪️Mencintai dengan sekedarnya saja jangan melewati batas


❓ *Q & A*

1️⃣ *Ciri2 Khawarij❓Apakah masih ada dijaman sekarang❓*

➡️ Kelompok sesat yg mengatas namakan islam, orang yg termasuk dalam khawarij asalnya beragama islam, dan kelompok ini masih ada dizaman sekarang namun nama nya saja berbeda

➡️Ciri2 khawarij:

▪️Mengkritik dan menjelek2kan pemerintah serta menumbuhkan bibit kebencian

▪️Menyerukan pemberontakan

▪️Bermudah2an mengkafirkan seseorang

2️⃣ *Mana lebih utama keutamaan Ali bin abi thalib atau ustman bin Affan❓*

➡️ Ada perbedaan khilaf para ulama, namun mayoritas ulama mengatakan ustman lebih utama dari Ali bin Abi Thalib

3️⃣ *Apakah dalam sekali perjalanan umroh dibolehkan melaksanakan 2x umroh dengan 2x miqot❓*

➡️ Ada perbedaan khilag dari para ulama, namun yang paling utama adalah mengikuti umroh dan cara ibadahnya Rasulullah, bahwa rasulullah melaksanakan umroh sekali dalam safarnya tidak berulang. 


✔️ *Silahkan share sebanyak-banyaknya semoga menjadi wasilah pahala jariyah bagi kita semua*

📍 _Semoga bermanfaat & jangan lupa untuk mengamalkan ilmunya_

❌ ```Tidak dibolehkan merubah catatan yang sudah ada tanpa ijin notulen```

Kesempurnaan hanya milik Allah kekurangan dan kealpaan dalam penulisan dan penyampaian sudahlah pasti milik saya pribadi

🙏 _Mohon Maaf Lahir Bathin & Semangat Menuntut Ilmu_

📝 _Ita Ummu Nanda_

Larangan Berbuat Curang

*KAJIAN KAMIS MUSLIMAH Palem Semi Karawaci* 

 📝 *LARANGAN BERBUAT CURANG* 📝

🎙️ *Ustadz Mukhlis Abu Dzar* 
*حفظه الله تعالى*

🕌 Masjid Al Ukhuwah Palem Semi

📆 17 Oktober 2024


🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿🍂

*Bab Lanjutan*

Dalam bermuamalah baik dalam kehidupan dilingkungan keluarga maupun diluar sangat diperlukan saling pengertian diantara semua muslim agar mendapatkan kehidupan yang aman dan tentram. Jika seseorang berada dalam posisi salah baiknya ia menerima kesalahan tersebut apapun posisinya, dengan mengakui kesalahan membuktikan ia adalah seorang muslim yg bijak.

🔷 *Larangan Mencela & Memerangi Sesama Muslim*

Perlu kita ketahui diantara prinsip dasar islam adalah agar kita menjaga persaudaraan dan persatuan serta kebersamaan, dalil- dalil yg ada diantaranya :

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا عْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَا ذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَ صْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَا نًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّا رِ فَاَ نْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk."

(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 103)

Dalam hadits lain Nabi bersabda: 

“Rasulullah bersabda: seorang muslim itu adalah saudara muslim yang lain. Oleh sebab itu, jangan menzalimi dan meremehkannya dan jangan pula menyakitinya.” 

(HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Maka upaya apa saja yg kita lakukan untuk menumbuhkan oerasaan saling mencintai dan menyayangi serta menjaga ukhuwah antar sesama itu termasuk ibadah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَهَادُوا تَحَابُّوا

“Hendaklah kalian saling memberi hadiah, Niscaya kalian akan saling mencintai“.

Salam, tegur dan senyum merupakan tiga perkara yang akan menumbuhkan rasa saling mencintai dan sangat dianjurkan dalam islam.

Dari Abu Dzar RA yang dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Artinya: “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” 

(HR Tirmidzi).

Sebaliknya jika islam selalu menyeru pada mengeratkan tali islam antar sesama, islam jg melarang untuk menebar kebencian dalam hal bermuamalah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّنْ نِّسَآءٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۚ وَلَا تَلْمِزُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَا بَزُوْا بِا لْاَ لْقَا بِ ۗ بِئْسَ الِا سْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِ يْمَا نِ ۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."

(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 11)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَا حِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ ۙ فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةِ ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ وَاَ نْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

(QS. An-Nur 24: Ayat 19)

🔷 *Perkara yang Menimbulkan Permusuhan*

Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda,

"Mencaci seorang muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran."  

[Sahih] - [Muttafaq 'alaihi] - [Sahih Bukhari - 48]

# *Faedah Hadist*

▪️Ulama membedakan kalimat mencela dalam bahasa arab ada 2 yaitu :

_Sabbun_ berarti mencela karena ada aib pada dirinya dan hal ini tidak boleh dilakukan.

_Sibabun_ berarti mencela tanpa perduli dengan aibnya ada atau tidak. Dan ini yg lebih berbahaya yg akan diancam dengan kefasikan

🔷 *4 (Empat) Macam Penyimpangan Agama*

1️⃣ _Kekufuran_

2️⃣ _Fusuq/kefasikan_ bermakna keluar dari kebenaran/ketaatan dan tidaklah suatu perbuatan dikatakan kefasikan melainkan itu termasuk dosa besar

3️⃣ _Dholal/kesesatan_

4️⃣ _Riddah/murtad_

▪️Yang wajib bagi kita adalah menutup aib saudara kita, baik berkenaan tentang fisik, akhlak, maupun kemaksiatan. Karena setiap manusia pasti pernah terjerumus dalam dosa.

Dalam al quran Allah memaafkan kesalahan secara langsung seperti dalam peristiwa perang uhud yg dilakukan ustman

▪️Pada dasarnya kita wajib menutup aib saudara kita kecuali ia telah melepaskan rasa malunya dan terang2an dalam berbuat maksiat serta merasa perbuatan dosa nya dianggap benar dan khawatir akan membawa dampak buruk bagi orang lain

Dari Salim bin Abdullah, dia berkata, Aku mendengar Abu Hurairah radhiyallahu’ anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, 

‘Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.”

▪️Memeranginya adalah dosa besar termasuk didalamnya membunuh, Rasulullah menggabungkan dua hal yg harus dijaga umat muslim yaitu kehormatan dan darah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَنْ يَّقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآ ؤُهٗ جَهَـنَّمُ خَا لِدًا فِيْهَا وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهٗ وَاَ عَدَّ لَهٗ عَذَا بًا عَظِيْمًا

"Dan barang siapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah Neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya."

(QS. An-Nisa' 4: Ayat 93)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ.

Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ  ۛ  كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِۢغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَا دٍ فِى الْاَ رْضِ فَكَاَ نَّمَا قَتَلَ النَّا سَ جَمِيْعًا ۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَ نَّمَاۤ اَحْيَا النَّا سَ جَمِيْعًا ۗ وَلَـقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِا لْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَ رْضِ لَمُسْرِفُوْنَ

"Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi."

(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 32)

▪️Membunuhnya atau memeranginya adalah kekufuran, sekedar membunuh tidak keluar dari islam dikatakan keluar dari islam jika ia menghalalkan darahnya

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ نْ طَآئِفَتٰنِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اقْتَتَلُوْا فَاَ صْلِحُوْا بَيْنَهُمَا ۚ فَاِ نْۢ بَغَتْ اِحْدٰٮهُمَا عَلَى الْاُ خْرٰى فَقَا تِلُوا الَّتِيْ تَبْغِيْ حَتّٰى تَفِيْٓءَ اِلٰۤى اَمْرِ اللّٰهِ ۚ فَاِ نْ فَآءَتْ فَاَ صْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِا لْعَدْلِ وَاَ قْسِطُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

"Dan apabila ada dua golongan orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil."

(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 9)

🔷 *Peringatan Ancaman Dari Berburuk Sangka Kepada Muslim yang Dzohirnya Baik*

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِيَّا كُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَتَدَابَرُوا وَلاَتَبَاغَضُوا وَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا

“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”

# *Faedah Hadist*

▪️Seberat apapun ujian yg menimpa kita harus meyakini ujian itu adalah tanda cinta dari Allah.

“Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji” 

(HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath, 3/302. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 285).

▪️Allah dan RasulNya melarang kita berprasangka buruk kepada sesama muslim

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ ۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا ۗ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۗ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّا بٌ رَّحِيْمٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."

(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 12)

🔷 *Contoh Prasangka Buruk*

🔺Su'udzon yg akan menimbulkan permusuhan

🔺Melabelkan sifat buruk (sombong, angkuh) pada seseorang yang belum tentu kebenarannya

🔺Cepat menyimpulkan kebaikan seseorang dengan sesuatu yang buruk dibalik kebaikannya

▪️Suudzon yg tercela adalah suudzon yang dibiarkan, jika ia berusaha untuk mengusir/melawan keraguannya maka tidak mengapa karena merupakan sifat manusiawi dan ini merupakan tindakan yg terpuji.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

إن الله تجاوز عن أمتي ما حدثت به أنفسها ما لم تعمل أو تتكلم

“Sungguh Allah memaafkan bisikan hati dalam diri umatku, selama belum dilakukan atau diucapkan“

▪️Berusaha berprasangka baik dengan mencari seribu udzur

Umar pernah memberikan nasihat:

لاَ تَظُنَّنَّ بِكَلِمَةٍ خَرَجَتْ مِنْ أَخِيْكَ سُوْءً وَأَنْتَ تَجِدُ لَهَا فِي الْخَيْرِ مَحْمَلاً

“Janganlah sekali-kali engkau menyangka dengan prasangka yang buruk terhadap sebuah kalimat yang keluar dari (mulut) saudaramu, padahal kalimat tersebut masih bisa engkau bawakan pada (makna) yang baik.”

Tugas syaitan adalah selalu mendikte hati kita agar selalu memberi kesimpulan yang buruk kepada orang lain, maka dari itu berusahalah melawannya dengan berprasangka baik.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, “Jauhilah persangkaan, karena sesungguhnya persangkaan itu berita yang paling dusta. Dan janganlah kamu melakukan tahassus, tajassus, saling hasad, saling membelakangi, dan saling benci. Jadilah kalian bersaudara, wahai para hamba Allâh!”. 

[HR. Al-Bukhâri, no. 6064]


❓ *Q & A*

1️⃣ Memiliki dana namun suami tidak mau diajak ibadah ke tanah suci, sedangkan istri ingin ibadah namun tdk ada mahram. Bagaimana menyikapi nya ustad❓

➡️ Haji termasuk rukun kewajiban yg penting, kewajiban haji tdk seperti sholat dan puasa yg diminta kemampuan secara harta dan fisik sebagaimana ibadah haji termasuk mahram. Jika tdk ada mahram jangan memaksakan diri melaksanakan ibadah haji. 
▪️Jangan memaksakan diri pergi haji tanpa mahram
▪️Hendaknya istri berbaik sangka kepada suami dan mengikuti keinginan suami
▪️Jika ada mahram lain yg bisa menemani maka tidak mengapa

2️⃣ Jika tidak ada mahram saat umrah atau haji, Apakah ada batasan usia ibadah umroh atau haji utk batasan mahram❓

➡️ Jawaban sudah jelas dan sangat tegas disabdakan Rasulullah tidak boleh safar wanita tanpa mahram. Dan tidak ada batasan atau perbedaan usia utk mahram semua sama rata. Jalan menuju surga masih banyak jangan terpaku pada satu ibadah

3️⃣ Ingin sholat jamaah tertinggal imam yg sudah ruku bagaimana baiknya seorang makmum❓

➡️ Wanita boleh ikut sholat jamaah ke masjid jika itu membuat ia lebih khusyu dalam sholat, diantara fiqih salat jamaah adalah sholat sendiri dng berjamaah sangat berbeda, kewajiban kita sholat jamaah adalah mengikuti iman maka jika imam ruku kita takbir lebih dahulu lalu ruku mengikuti gerakan imam. Batasan makmum mendapatkan satu rakaat adalah jika makmum ruku bersama imam

4️⃣ Ngecek HP anak sebagai bentuk proteksi dan bagaimana jika was2 datang apakah termasuk suudzon❓

➡️ Kepada anak yg perlu ditanamkan adalah suudzon jika ada indikasi yg mengharuskan kita sebagai orang tua utk ngecek, namun jika kita sdh berulang kali ngecek tidak terbukti maka jangan terlalu lama curiga karena akan akan tidak nyaman dan mengurangi rasa percaya kepada orang tua.

5️⃣ Apakah ada doa utk menghindari suudzon❓

➡️ Tidak ada doa khusus

6️⃣ Hukum membantu teman mengiklankan barang tanpa ada real barang apakah dibolehkan❓

➡️ Pertama pahami mengiklankan barang orang lain ada hadist tentang tdk boleh mengiklankan barang yg tdk ada barang nyatanya, ada hukum terkait hal ini :

▪️Sekedar mengiklankan dan ada kontak pemilik barangnya ini dibolehkan

▪️Mengiklankan barang orang lain yg seblmnya tdk bekerja sama

▪️Walaupun barang tidak ada namun sudah kerjasama dng distributor dan ini dibolehkan krn sdh ada akad kerjasama sebagai reseller/agen


✔️ *Silahkan share sebanyak-banyaknya semoga menjadi wasilah pahala jariyah bagi kita semua*

📍 _Semoga bermanfaat & jangan lupa untuk mengamalkan ilmunya_

❌ ```Tidak dibolehkan merubah catatan yang sudah ada tanpa ijin notulen```

Kesempurnaan hanya milik Allah kekurangan dan kealpaan dalam penulisan dan penyampaian sudahlah pasti milik saya pribadi

🙏 _Mohon Maaf Lahir Bathin & Semangat Menuntut Ilmu_

📝 _Ita Ummu Nanda_