Thursday, June 13, 2024
Hujan Bulan Juni
Tuesday, May 18, 2021
Penjaga Baitul Maqdis
Tuesday, February 25, 2020
Yang Kurindu
Lama sudah kumenanti
Bulan demi bulan telah terlewati
Rindu dendam memenuhi hati
Lama sudah kumenunggu
Hadirmu dalam hidupku
Yang tak kutahu
Berapa lama lagi waktuku
Kini kau datang
Bersama bahagia menjelang
Membawa ampunan dan rahmat-Nya
Yang tak dibawa oleh apa pun
Kini kau hadir
Namun berapa yang bersegera menyambutmu
Banyak yang abai, tak peduli
Sebelas bulan kumenanti hadirmu
Kini kuabaikan dirimu
Tenggelam dalam sibuk duniawi
Jauh dari cita surgawi
Kelak bila kau t’lah pergi
Kan terasa sunyi
Kan terasa rugi
Telah menyiakanmu
Tanpa amal berarti
Tanpa ilmu meninggi
Ramadan
Hadirmu dinanti
Namun adamu
Terabai
Oleh gemerlap duniawi
Yang segera menepi
Monday, February 24, 2020
Diri
Bismillaah
Selalu diperhatikan
Adalah inginmu
Selalu disapa
Adalah asamu
Selalu menjadi pusat perhatian
Adalah citamu
Saat itu semua sepi
Merana dan pilu
Menerpamu
Merasa hina dan tak bernilai
Di hadapan insan
Andai kautahu
Dirimu bukanlah siapa
Dirimu bukanlah apa
Hanya jasad yang berusaha sempurna
Di saat tak ada kesempurnaan
Selain milik-Nya
Andai kausadari
Merasa penting
Membuatmu sakit
Kala tak ada yang mengacuhkanmu
Merasa tinggi
Membuatmu jatuh
Kala semua mengabaikanmu
Tetaplah biasa
Agar kau luar biasa
Tetaplah merendah
Agar kau tak direndahkan
Tetaplah merunduk
Seperti padi yang penuh berisi
Sunday, February 9, 2020
Faghfirlii
Istighfar t’lah kurajut pagi juga sore
Namun tak kunjung terbuka jalan keluar
Namun tak kunjung kudapat cahaya
Mengakhiri semua ini
Tetesan air mata tak henti mengalir
Menyesali diri mengapa ini terjadi
Sesak di dada penuh menghentak sanubari
Perih mengharap ini kan segera berakhir
Astaghfirullah
Astaghfirullah
Astaghfirullah
Tak tahu lagi
Apa yang harus kulakukan
Tak tahu lagi
Apa yang mesti kumohonkan
Agar luka ini segera mengering
Agar perih ini segera menghilang
Ya Robbi
Hanya kepada-Mu
Hamba menyembah
Hanya kepada-Mu
Hamba memohon pertolongan
Tolonglah hamba, ya Allah
Kuatkan hamba
Mampukan hamba
Melalui semua ini
Kuyakin Engkau tak kan
Meninggalkanku sendiri
Friday, January 31, 2020
Kelam
Bismillaah
Kala bibir ini sibuk melangitkan pinta
Kusadar langit tak lagi mencurahkan berkah-Nya
Kala gemuruh tak kunjung mereda
Kucoba menata detak yang semakin menganga
Akankah
Perih ini kan menutup
Berganti damai
Yang menyejukkan dada dan rasa
Andai
Awan gelap berarak
Dibawa angin gemuruh
Menyesakkan pandang
Mengaburkan asa
Mengelamkan cita
Akan mimpi yang tertunda
Entah sampai kapan
Sebersit sinar mungkin kan
Bermakna
Terangi liku yang tak bertepi
Sinari labirin yang tak berkesudahan
Mungkinkah
Thursday, January 30, 2020
Entah
Bismillaah
Entah mengapa
Rasa itu datang
Mengoyak damai cintaku
Entah mengapa
Raut itu muncul
Menghempas rindu yang membiru
Entah mengapa
Senyum itu hadir
Meretas janji yang telah terukir
Entah mengapa
Gelak itu ada
Membelah sunyi hati nan sepi
Entah mengapa
Rasa itu datang
Pada hati yang tak lagi sendiri
Merenggut rasa yang ada
Yang tak ingin pindah
Ke lain hati
Entah mengapa
Wednesday, January 22, 2020
Ridho Fahri Habibie
Seperti namamu
Kami ingin ridho dengan kepergian mu
Meski sesak dada kami
Meski perih hati kami
Kami ingin ridho ...
Ahad sore itu
Terakhir kau nikmati
Sejuknya air sungai
Yang membasuh kepenatanmu
Yang menyegarkan suasana hatimu
Namun Ahad sore itu
Sekaligus awal malapetaka
Yang tak pernah kau duga
Juga kami
Ridho
Seperti namamu
Ingin kami ridho melepasmu
Kembali kepada Sang Pemilikmu
Meski sedih ini tak terkira
Meski air mata tak henti mengalir
Sederas air yang membawamu
Nun jauh di sana
Ya Allah
Ampunilah Ridho
Terimalah amal kebaikannya
Sungguh ia telah mengisi harinya
Tuk menghafal firman-Mu
Tuk mengkaji diin-Mu
Tinggalkan keriaan masa remaja
Tinggalkan hangatnya pelukan
Ayah bunda
Sayangilah Ridho ya Allah
Semoga Engkau ridho
Kepadanya
Aamiin ya rabbal’aalamiin
Friday, May 18, 2018
Guru Bangsa
Di atas kertas
Kau tuangkan rasa cintamu
Pada Ibu Pertiwi
Kau gelorakan semangat juang
Pasukan jihadmu
Dalam bait-bait puisimu
Ada cinta, asa, semangat, juga rindu
Akan kemerdekaan negeri tercinta
Di atas tandu
Kau susun strategi gerilyamu
Kau pimpin prajurit
Hanya dengan satu paru-parumu
Dengan kelemahan tubuhmu
Kau lecut ghirah jihad
Dengan jiwamu yang kuat nan perkasa
Di dalam majelis-majelis taklim
Kau tuntun pengikutmu
Menjadi muslim sejati
Mencintai agama juga negeri
Menjadikan jihad sebagai puncak
Penghambaan pada Ilahi Rabbi
Korbankan harta, raga, pun jiwa
Terasa ringan
Karena jannah menanti
Jenderal Soedirman ...
Namamu terukir indah di relung sejarah
Zuhudmu terpatri dalam setiap sanubari bangsamu
Tulusmu menjadi teladan
Bagi anak negeri
Ilmumu menyinari kegelapan
Cahayanya mengusir kebodohan
Engkaulah Guru Bangsa
Mengajar tanpa pamrih
Berjuang tanpa pedulikan
Paru-paru yang tinggal satu
Berkorban dengan kesahajaan
Yang melekat di badan
Tak ada nikmat duniawi yang kau impikan
Tak ada imbalan yang kau dapatkan
Kami pun
Tiada mampu membalas semua jasamu
Hanya Allah yang Mahakaya
Yang akan mengganjarmu dengan
Surga-Nya
Aamiin
#TugasRCO3Level4
#Tugas1
#OneDayOnePost
Thursday, May 4, 2017
Selamat Jalan
Tetes air satu demi satu turun
Menyambut datangmu
Di taman makam ini
Tempat terakhir kami melepasmu
Tetes air yang menjadi guyuran deras
Mengiringi upacara pemakaman
Seakan mewakili tetes air mata kami
Yang juga semakin deras mengalir
Melihatmu diturunkan ke liang lahat
Ditimbun tanah merah nan keras
Sendiri ...
Selamat jalan Pamanda ...
Om Muchtar bin Mufti Jaelani
Hanya doa yang bisa kurangkai
Semoga Allah ampuni segala
Dosa dan kekhilafan
Semoga Allah ganjarkan padamu
Pahala yang tiada terkira
Atas amal ibadahmu
Atas jerih payah dan sumbangsihmu
Mengurusi kami
Hingga kaulupakan
Hak raga dan jiwamu
Kini,
Hanya doa dan doa
Kucoba lantunkan berusaha
Menembus langit
Memohon kepada Sang Pemilik Hidup
Agar Ia memberikan balasan
Yang jauuuuh lebih banyak
Dan lebih baik
Kepadamu
Selamat jalan Pamanda
Maafkan diri yang
Tak bisa membalas sedikit pun
Semua budi baikmu
Maafkan diri yang
Hanya bisa berdoa
Allahummaghfirlahu
warhamhu
wa'afihi, wa'fu'anhu
Jazakallahu khairan katsira
Jakarta, 2 Mei 2017
Friday, March 24, 2017
Sederhanamu
Senyum ramah bibirmu menenangkan gemuruh jiwaku
Yang rindu kasih ibu, kekasih hatimu
Namun kasihmu ruah melimpahi rumah kita
Yang kian sunyi tanpa belahan jiwamu
Dalam wirid Yasin-mu
Di kursi dapur selalu
Tak sehari pun alpa
Di atas sepeda tuamu
Mencoba berbagi ilmu
Mencerdaskan anak-anak desa
Namun cintamu semerbak mewangi di relung jiwa
Lewat buku-buku yang selalu menjadi buah tanganmu
Mengayakan imajinasi dan nalar kanakku
Menjadi satu-satunya anak gadismu
Bergelayut di lengan kokohmu
Bermanja dalam diammu
Nan menyejukkan kalbu
Tlah kau ukir di jejak hidupku
Membekas
Memfosil dalam bawah sadarku
Membayang di setiap langkah
Kini hanya tinggal kenangan
Kasihmu tak lagi kurasa
Belaianmu tak lagi menghangatkan resah
Hanya doa
Tak luput dari munajatku
Robbighfirlii
Waliwaadiyya warhamhumaa
Kamaa robbayaanii shoghiiro
Aamiin ya rabbal'aalamiin
Friday, March 11, 2016
Merindu Maghfirah-Mu
Mentari berhias muram
Hitam menyelimuti alam
Pagi serasa malam
Sebentar namun mencekam
Melantun takbir juga istighfar
Menghina diri di haribaan Yang Maha Besar
Diliputi takut dan khawatir
Akankah selamat diri atau berakhir?
Nikmat-Mu sering diingkari
Syukur hampir tak ditemui bersama hari
Menyesal diri telah lalai
Janganlah hukum kefakiran diri ini
Keagungan-Mu melenakan hamba
Kebesaran-Mu menciutkan asa
Perkasa-Mu sadarkan raga,
Akan khilaf dan dosa
Kemuliaan-Mu semikan doa
Ridho juga rahmat-Mu slalu kudamba
Jannah-Mu menjadi cita
#MenulisSetiapHari
Tuesday, February 23, 2016
Alifatul Azmi
Dua belas tahun tak terasa
Tlah kaulalui
Dalam santun budimu
Membahagiakan abi dan umi
Membanggakan kakak dan adikmu
Karunia terbaik yang kurasa
Nikmat sempurna tak tertandingi
Dari Yang Maha Sempurna mencipta
Masa yang selalu kunanti
Karna tanpamu
Payah terasa hari-hari
Letih menggayut sendi-sendi
Sepi memeluk malam lebih panjang
Meski kecil parasmu namun besar peranmu
Kau mentari rumah kita
Mencerahkan dan menggelorakan
Kau sederhana dalam tulus baktimu
Kau istimewa karena halus budimu
Alifatul Azmi
Semoga berkah dan rahmat Allah selalu membersamaimu
Semoga budimu seindah namamu
Semoga tercapai asamu, asaku
Sholihah ... Hafidzah ...
Bahagia fiddunya wal akhiroh
Aamiin ya robbal'alamiin
#Februari Membara
#17th Day
Monday, February 22, 2016
Rindu Membiru
Mengiris pilu menguak angan
Memelukmu dalam hangat dekapan
Sangat kuinginkan
Sakitmu tanda Allah mencintaimu
Meluruh dosa-dosa dalam ikhlasmu
Menuju maghfirah dan ridho Rabbmu
Mengumpul ayat demi ayat dalam benakmu
Menderas lembar demi lembar firman Sang Khalik dalam sendumu
Mengharap rahman dan rahim-Nya adalah citamu
Menghiaskan mahkota tuk
Umi dan abi bukti kasihmu
Penyejuk mata dan sanubari
Penerus dakwah para nabi
Pembela kalimat Illahi Robbi
Doaku selalu menyertai
Allah kan tuntaskan rindu ini
Esok ku kan datang
Memelukmu seperti asamu
Yang kau titip pada angin malam
Yang kau bisikkan pada gerimis
Allah izinkanlah ...
#Februari Membara
#16th Day
Thursday, February 11, 2016
Mendung Tlah Berlalu
Bersama titik-titik air mata yang tak tertahan
Mendung hitam tlah berganti hujan
Dingin
Mendinginkan tanah gersang kepanasan
Sejuk
Sesejuk hati ini menatapmu berseri
Merangkai mimpi di hari bahagia
Menjelma dalam senyum tersipumu
Disinari mentari yang
Menyibak di antara hujan
Menyambut kasihmu merekah cintamu
Pendamping hidupku
Penuh harap
Bersama kita dayung biduk ini
Bersama kita halau ombak kehidupan kita
Bersama ...
Onak duri ini kan kita singkirkan
Bersama kita raih
Mardhotillah
Sakinah di dunia
Mawaddah wa rahmah
Moga kita bersama di Firdaus-Nya
#Februari Membara
#9th day



