Showing posts with label siroh Nabi. Show all posts
Showing posts with label siroh Nabi. Show all posts

Monday, April 22, 2024

Review "Hijrah"



Judul paket buku: Muhammad Teladan Sepanjang Zaman; Perjalanan Penuh Pengorbanan Mewujudkan Harapan 
Judul buku: Hijrah
Penulis: Halfino Berry, dkk.
Penerbit: Sygma Media Inovasi
Cetakan: pertama, Oktober 2021
ISBN: 978-623-6075-29-6
Tebal buku: 72 hlm.


Bismillah


Buku "Hijrah" ini merupakan salah satu buku dari paket buku Mumtasz (Muhammad Teladan Sepanjang Zaman) yang diterbitkan oleh Sygma. Sebagaimana judulnya, buku ini memang berisi sirah Nabawi, sejarah perjalanan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Selain Mumtasz, buku-buku Sygma lainnya yang menceritakan kehidupan Rasulullah adalah Mute (Muhammad Teladanku) dan Ratu (Rasulullah Teladan Utama). Alhamdulillaah, saya sudah punya paket Mute.



Karena sudah punya Mute dan sudah pernah belajar dan membaca Sirah nabi di buku lain, saya kurang tertarik membaca Mumtasz. Padahal buku ini tersedia di perpustakaan sekolah tempat saya mengajar. Pikir saya, pasti isinya sama saja dengan buku-buku siroh lainnya. Astaghfirullah, ada kesombongan dalam diri saya. Semoga Allah ampuni, aamiin.



Tapi, setelah membacanya, ternyata buku ini berbeda dengan yang lainnya. Dan, memang, setiap membaca buku, meskipun dengan tema yang sama, pasti akan ada ilmu baru yang belum kita dapatkan sebelumnya. MaasyaaAllah. Dan, itu saya temukan di buku Mumtasz ini. 


Di buku "Hijrah" ini, yang merupakan buku ketujuh, ada kisah tentang perjalanan hijrah Rasulullah dan para sahabatnya. Dan, buku ini menceritakan perjuangan beliau dan para sahabatnya itu dengan sangat detail, sehingga saya merasa takjub dan ikut merasakan beratnya perjuangan hijrah tersebut. 



Diceritakan bagaimana para sahabat harus memulai perjalanan hijrah di malam hari dan dengan sembunyi-sembunyi supaya tidak diketahui oleh kaum kafir Quraisy. Namun, meskipun begitu, masih saja ada yang ketahuan dan akhirnya gagal berhijrah dan bahkan harus berpisah dengan suaminya, seperti kisah keluarga Abu Salamah.



Namun, ada juga yang berhijrah secara terang-terangan, bahkan malah menantang siapa pun yang berani menghalanginya. Siapakah itu? 
Siapa lagi kalau bukan sang pemberani dan tak terkalahkan, Umar bin Khattab. Hanya beliau yang berani hijrah di siang hari tanpa hambatan apa pun. MaasyaaAllah.



Lalu, kisah perjalanan hijrah Rasulullah yang dimulai dari ketika beliau keluar rumah dan melewati orang-orang kafir yang hendak membunuh beliau. Beliau bisa berjalan dengan tenang tanpa mereka lihat. Karena beliau membaca QS. Yasin ayat 1-9. Atas izin Allah, kaum kafir itu tidak melihat saat Rasulullah berjalan melintasi mereka. 




Ternyata, taktik ini juga digunakan oleh para pejuang Hamas saat menyerang tentara isrewel. Mereka membaca QS. Yasin ayat 9.



وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَ غْشَيْنٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ


"Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat."
(QS. Ya Sin: Ayat 9)


Atas izin Allah, para pejuang Hamas itu pun tidak terlihat oleh tentara isrewel maupun kendaraan perangnya, yang katanya dilengkapi dengan sensor super canggih. Namun, makar Allah lebih hebat daripada mereka. MaasyaaAllah.



Itulah beberapa kisah yang, InsyaaAllah tidak atau jarang diceritakan di buku-buku siroh lainnya. Kabar baiknya lagi, meskipun buku ini dimaksudkan untuk anak-anak, tetapi tetap layak dikonsumsi oleh orang dewasa bahkan lansia. Bahasanya sederhana dan mudah dimengerti, namun tidak kekanak-kanakan. 



Setiap keluarga muslim hendaknya memiliki buku ini, agar lebih memahami siroh sehingga bisa lebih mencintai dan meneladani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Aamiin yaa mujibassaailin 🤲🏻



Sunday, March 10, 2024

Tugas Baru


Bismillah


Kurang lebih sudah sebulan ini, saya mendapatkan tugas baru dari komunitas Proparent, divisi Madrasah Keluarga pimpinan Bu Aini Hidayati yang menggantikan Bu Ida Nur Laila. Ini adalah rumah bagi para SLC (Sygma Learning Consultant) -reseller buku-buku terbitan Sygma-. Di komunitas ini kami dilatih dan dibimbing tidak hanya bagaimana cara berjualan buku, tetapi juga memahami isi buku yang mayoritas tentang siroh Nabi. Selain itu, kami pun dibekali dengan ilmu parenting. Lengkap, kan?


Kembali ke tugas baru saya. Jadi, ceritanya, saya itu termasuk dalam tim inti/pengurus karena dulu sempat aktif dan penjualan saya juga termasuk bagus hingga berada di 10 besar. Nah, sebagai pengurus, ada lah, tugas-tugas yang harus dilakukan. Dulu, saya juga dapat tugas, yaitu menjadi admin grup. Namun, karena kesibukan mengajar, saya mengundurkan diri. Setelah satu setengah tahun, bisa dibilang, vakum, kini saya diminta untuk berkontribusi lagi. 



Karena saya sudah mendapatkan banyak manfaat dari komunitas ini, maka tak sepantasnya bila saya menolak. Lagipula, tugasnya tidak terlalu berat. Apa sih, tugas saya?
Tugas saya mengatur jadwal petugas berkisah, dan saya termasuk salah satu personilnya. Jadi, saya pun ikut membacakan kisah juga.


Buku yang harus kami bacakan adalah paket Mumtasz; Muhammad Teladan Sepanjang Masa. Alhamdulillaah, di perpustakaan AHIS, bukunya tersedia. Jadi, saya bisa pinjam. Alhamdulillaah juga, karena tugas ini, saya jadi ikut membaca bukunya dan jadi lebih paham dengan perjalanan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang sangat luar biasa.



Sebelumnya, meski bukunya tersedia di perpustakaan, saya kurang tertarik. Karena menurut saya, pasti ceritanya seperti yang sudah saya dengar, saya baca, dan saya pelajari selama ini. Pasti tidak jauh dari masa kecil Rasulullah, lalu masa remaja beliau, perjalanan dagang beliau, pernikahan beliau dengan Bunda Khadijah, dan seterusnya, dan seterusnya. Saya sudah lumayan hafal. Begitu pikir saya. Jadi, saya merasa tidak usah membacanya lagi. Astaghfirullah. Sombong sekali 🤦



Ternyata, saat saya sudah membaca sebagiannya, ya, baru sebagiannya. Banyak sekali kisah yang belum saya ketahui. Apa yang diceritakan dalam buku ini benar-benar detail. Tak heran, bila banyak yang belum saya ketahui.


Salah satu kisah yang membuat saya terperanjat dan sangat tersentuh, sedih, adalah saat beliau diusir oleh penduduk Thaif. Selama ini yang saya ketahui hanyalah peristiwa beliau diusir dan dilempari oleh penduduk Thaif, kemudian malaikat menawarkan diri untuk menghancurkan mereka dengan menimpakan gunung kepada mereka. Namun, manusia berhati suci itu, malah mendoakan semoga suatu saat mereka mendapatkan hidayah Allah. Alih-alih sakit hati dengan perlakuan jahat mereka, beliau malah mendoakan kebaikan untuk mereka. MaasyaaAllah.



Ternyata, di balik peristiwa itu, beliau harus kembali ke Makkah dengan perjuangan yang tidak mudah. Ternyata, beliau ke Thaif karena terusir dari Makkah. Sehingga, saat beliau ingin kembali ke sana, jalannya tidak mudah. Beliau harus melobi para tokoh Quraisy yang bersedia menjamin keselamatan beliau dari orang-orang yang membenci beliau. 


MaasyaaAllah, begitu berat perjuanganmu ya Rasulullah. Hanya membaca kisahnya saja, sedih sekali rasanya. Lalu, bagaimana perasaan Fathimah putrimu dan para sahabatmu? Tak heran bila mereka rela mengorbankan jiwa raga mereka untukmu. Manusia suci yang begitu lembut dan penuh kasih kepada umatnya. 

اللهم صل و سلم و بارك عليه