Friday, March 4, 2016

Puyeng Berbuah Seneng

 
Bingung, puyeng, senut-senut kepalaku dua hari ini. Kenapa puyeng? Iya, puyeng karena cari-cari inspirasi nggak ketemu-ketemu. Sudah obrak-abrik dompet, eh ... kosong. Bongkar-bongkar tas, cuma ada laptop. Kemana para ide pergi, ya? Padahal tugas ODOP belum ditunaikan semua, nih. Belum buat tugas arisan! Kata Bang Syaiha, kalau dalam lima hari berturut-turut ada bolong posting, disuruh keluar dari ODOP! Aduuh ... Jadi ngeri!
Kepuyengan ini sebenarnya sudah sering terjadi. Alhamdulillah, meskipun tidak minum puyer atau tablet, nanti juga hilang sendiri. Saat banyak ide berjejalan di kepala, berdesak-desakan minta keluar, itu juga bisa bikin aku puyeng. Kenapa? Soalnya aku jadi bingung plus bimbang mau menulis yang mana. Padahal kalau tahu ilmunya, mah, nggak usah pusing, ya? Nah, baru-baru ini, kira-kira beberapa menit yang lalu, lihat di facebook, Mas Septian sharing tentang ini. Di sana beliau berbagi foto-foto penulis Dee dalam proses menulis buku, sepertinya.
Salah satu foto itu berisi beberapa kertas karton yang ditempel di dinding. Kemudian ada satu tulisan besar di atasnya, seperti judul. Tulisan itu berbunyi IDEA BOARD dan SCENE BOARD. Maaf kalau salah, ya mas. Mata saya sudah susah baca tulisan yang kecil-kecil. Nah, kalau menurut persepsi saya, catatan-catatan yang ada di bawah IDEA BOARD itu tentang ide-ide yang akan ditulis oleh Mba Dee.
Berarti kalau punya banyak ide, harus kita tulis supaya tidak terbang melayang ke angkasa, ya? Kira-kira begitu kesimpulan yang kusimpulkan sendiri.  Alhamdulillah, dapat ilmu lagi dari teman ODOP. Terimakasih Mas Septian.
Ternyata kepuyenganku tidak hanya berkaitan dengan ide untuk menulis. Kadang pikiran ini merasa buntu saat mengajar. Sudah berusaha menjelaskan dengan berbagai gaya dan cara, ternyata masih ada saja siswa yang belum paham. Mereka masih belum mengerti apa yang aku bicarakan hingga berbusa-busa. Di saat genting seperti itu, eeh dapat ilmu lagi dari ODOPers. Kali ini Mba Hidayati Nur yang berbagi media pengajaran yang sangat kreatif. Bentuknya seperti ular tangga, tapi lebih besar. Media itu digunakan Mba Hidayati untuk membahas soal try out, kalau tidak salah. Keren banget, kan, idenya! Itu bisa kupakai juga untuk mengajar. Selain seru, anak-anak pasti tidak akan mudah mengantuk. Dan, tentu saja, lebih mudah mengerti dan lebih lama melekat dalam memori siswa.
Puyeng dalam menulis sudah ada obatnya. Puyeng dalam mengajar sudah ada solusinya. Kalau puyeng karena lelah melakukan dua hal itu, obatnya apa, ya? Kalau menurut Mba Desi, mungkin traveling bisa jadi obat yang manjur. Ah ... Itu ide yang brillian Mba Desi. Apalagi kalau jalan-jalan ke negeri Ipin-Upin seperti Mba Desi. Asyik, pastinya, ya? Mba Desi, ajak aku, dong! Ingin rasanya melihat menara Petronas, yang kabarnya paling tinggi sedunia itu. Betul nggak, sih, kabar itu?
Tapi, kan, Mba Desi ke Malaysia bukan plesir thok, ya? Tapi bekerja sambil travelling.
Alhamdulillah, dari puyeng ternyata malah jadi satu tulisan. Terimakasih ya Robb. Semoga aku tidak diusir dari dunia ODOP. Amiin.
#One Day One Post
#Menulis Setiap Hari

2 comments:

irma said...

Aku juga puyeng mbak...

Hiday Nur said...

Kreatif, mama nindy, anggelnya siip..