Wednesday, April 13, 2016

Apalah Diri Ini ...

Bismillaah

"Ih, nggak pakai jilbab!"
Salah satu komentar seorang teman ketika tahu bahwa kolega kami ternyata seorang gadis cantik namun belum memakai jilbab. Lingkungan sehari-hari yang telah terbiasa melihat semua teman dan juga tamu yang selalu rapi menutup auratnya, membuat teman ini bersikap seperti itu.

"Walaupun nggak pakai jilbab, dia rajin puasa Senin-Kamis, lho," balas teman yang lain.
"Gitu, ya? Tapi kok, nggak pakai jilbab?"
Duuuh ... Gemes ya, bicara dengan orang macam ini.
"Dari pada pakai jilbab besar tapi jahat? Masih lebih baik dia, kan?" sambung teman yang tadi tak mau kalah. Ramai, ya?

Sering kita menilai seseorang sebatas penampilan luar. Dan seringnya, kita merasa sok tahu dan sok paling benar ketika menilai. Padahal, belum tentu yang kita duga itu benar. Belum tentu yang ada dalam pikiran kita itu sesuai dengan realitanya. Belum tentu diri kita ini lebih baik dari yang kita bicarakan. Jadi ingat firman Allah SWT dalam QS. Al Hujurat ayat 11 ini:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّنْ نِّسَآءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۚ  وَلَا تَلْمِزُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِ  ؕ  بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِ  ۚ  وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Subhanallah. Betapa sering kita ini merasa paling baik, paling benar, paling suci, sementara orang lain itu jelek, selalu salah, dan kotor. Hey ... Siapa Anda???
Sadarkah kita, setiap orang telah dianugerahi kelebihan dan kekurangan, yang dengannya hidup menjadi seimbang?
Lupakah kita, bahwa, meskipun yang terbaik di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa, bukan berarti kita boleh jumawa mengaku diri yang paling taqwa?
Bahkan kita tak punya sedikit pun ilmu, bahwa yang hari ini terlihat begitu sholih, belum tentu di akhirnya khusnul khotimah. Dan yang detik ini tampak seperti pendosa, di ujungnya belum tentu pula su'ul khotimah.

Masih ingat, kan, tentang seorang perempuan yang suka bermaksiat tetapi hidupnya diganjar surga karena menolong makhluk Allah yang hampir sekarat? Itu satu bukti nyata betapa kita tak tahu akhir kehidupan seseorang.
Masih lekat pula dalam ingatan tentang sabda manusia tercinta, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, yang bercerita tentang seorang syahid yang harus berakhir pedih karena ketidakikhlasannya dalam berjihad. Tentang sang dermawan dan pendakwah yang bernasib sama.

Jadi, jangan pernah melihat sebelah mata kepada orang yang belum sebaik dirimu. Jangan menganggap rendah kepada mereka yang belum merasai nikmatnya hidayah. Jangan meremehkan dia yang belum mampu menjalankan semua perintah Sang Pencipta. Kita pun belum mampu dan masih jauh dari sempurna.

Marilah terus memperbaiki diri, men-sholihkan diri, agar layak mendapat rahmat-Nya. Tak lupa, berdoa dan mengajak mereka yang masih enggan menjemput hidayah-Nya agar segera mendekat. Jangan egois dengan pergi ke surga sendirian. Ajak saya juga. Ajak teman-teman. Ajaklah tetangga kanan-kiri.

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari

1 comment:

Helen Widaya said...

Setuju, Mbak Nindy...:)