Tuesday, April 12, 2016

Aneh tapi Nyata

Bismillaah

Ingat judul di atas? Dulu ketika di Indonesia baru ada TVRI, salah satu acara favorit keluarga adalah Aneh tapi Nyata. Sebuah tontonan yang menghibur sekaligus memberikan informasi yang menarik. Apa kaitannya dengan tulisan saya kali ini?

Baru-baru ini saya mengalami beberapa hal yang bisa disebut aneh tapi nyata. Apakah itu?
Waktu sekolah kami mau berangkat field trip ke MLEB, siswa-siswi kami ceritanya berpamitan kepada guru-guru yang tidak ikut. Di samping berpamitan, mereka juga minta doa restu. Seperti orang mau menikah saja, ya, minta doa restu segala. Tapi, tak apalah, selagi yang diminta yang baik-baik saja.

Inilah keanehan pertama. Biasanya, orang yang akan bepergian minta didoakan supaya perjalanannya lancar, tak ada satu halangan pun, dan selamat sampai tujuan. Namun murid-murid saya ini aneh. Mereka justru minta didoakan agar jalanannya macet!!! Aneh, kan?

Belum hilang rasa heran saya dengan keinginan anak-anak itu, keanehan kedua terjadi saat kami baru beberapa menit meninggalkan sekolah. Keanehan itu mulai terasa saat bus yang akan membawa kami field trip kesulitan untuk putar arah. Beberapa kali bus maju mundur cantik, karena lebar jalan yang tidak memadai untuk putar arah. Setelah berkali-kali hampir menabrak gardu listrik, akhirnya bus berhasil juga  memutar badannya.

Keluar dari komplek perumahan tempat sekolah kami berada, ada sebuah perempatan yang cukup ramai di pagi hari. Maklum, namanya juga kawasan industri. Tiba di perempatan itu, seharusnya bus kami belok kiri atau belok kanan agar bisa masuk ke jalan tol. Betapa herannya kami yang duduk di bangku paling belakang, karena bus ini malah jalan lurus! Mau kemana ini? Bukankah kalau lurus berarti masuk ke komplek perumahan tetangga?

Kami, guru-guru perempuan yang duduk di belakang hanya bisa menduga-duga ke mana bus ini mau menuju. Di depan, tepatnya di belakang sopir, duduk seorang bapak guru. Tapi, hey ... lihat! Bapak guru itu sedang menunduk! Sepertinya beliau juga tidak sadar kalau bus ini tidak mengikuti arah yang seharusnya. Setelah beliau sadar, akhirnya bus pun berusaha putar badan lagi. Dan ... seperti tadi, rasanya sulit sekali bagi bus ini untuk putar balik. Kejadian tadi terulang kembali. Maju mundur cantik, sampai kami yang di belakang teriak karena bus sudah menyentuh bibir selokan! Astaghfirullah, mengerikan! Apa jadinya bila bus ini nyungsep ke selokan? Nggak lucu, kan?

Alhamdulillah ketegangan itu berakhir dengan selamat sentausa mengantarkan kami field trip ke TMII. Apa yang kami alami benar-benar aneh. Tersesat di daerah baru yang belum pernah kita singgahi, atau baru sekali kita datangi, tentu wajar-wajar saja. Tapi, apa kata dunia kalau tersesat di rumah sendiri? Aneh, nggak? Menurut saya aneh. Menurut Anda tidak, ya? Ya sudahlah.

Keanehan yang ketiga ini ternyata ada hubungannya dengan keanehan nomor satu. Ya, betul! Doa anak-anak agar jalanan macet. Ini terjadi saat kami kembali pulang menuju sekolah. Keluar dari ruas tol Cikunir menuju ruas tol Cikampek, para siswa melihat kendaraan yang berjalan padat merayap. Kalau kita, orang dewasa melihat pemandangan seperti itu pasti akan mengeluh. "Yah, macet. Bakalan terlambat sampai rumah, nih." Begitu kira-kira yang ada dalam benak kita. Tapi, bagaimana ekspresi siswa-siswi itu? "Horeee, macet!!!"

Luar biasa, suka cita mereka. Macet malah bersorak-sorai gembira. Kok bisa, ya, mereka ini begitu mendambakan kemacetan? Sesuatu yang sangat dibenci dan dihindari oleh kebanyakan orang?
Ternyata alasannya adalah, mereka ingin bisa bercengkrama lebih lama dengan teman-temannya yang sebentar lagi akan berpisah. Ya, memang mereka tinggal dua bulan lagi di kelas enam. Setelah itu mereka akan pergi ke SMP tujuan mereka masing-masing. Ada yang di Bogor, di Karawang, di Bekasi, di Lampung, dan lain-lain. Ooo begitu? Baiklah anak-anakku, nikmatilah kebersamaan yang akan segera kalian tinggalkan ini. Semoga menjadi cerita manis yang akan menjadi kenangan tak terlupakan.

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari

1 comment:

Bang Syaiha said...

Saya jd ngebayangin bus gede maju mundur cantik.. Hahaha