Sunday, April 17, 2016

AHIS Fair

Bismillaah

Sabtu pagi ini tidak seperti hari Sabtu yang lain. Hari ini, 16 April 2016 adalah Sabtu yang meriah. Biasanya kalau hari Sabtu, sekolah kami sepi karena yang masuk hanya guru-guru SD dan siswa-siswi kelas 6. Tapi pagi ini ramai sekali karena tidak hanya para siswa yang datang ke sekolah namun juga orang tua mereka. Ada apa, ya dengan AHIS?


Memasuki gerbang sekolah, kanan kiri jalan sudah dipenuhi beberapa mobil yang parkir. Meskipun sudah dihimbau untuk parkir mobil di pinggir jalan raya karena lapangan futsal yang biasa dijadikan tempat parkir mobil sudah ada tenda yang berdiri dengan megahnya, tetap saja ada yang bersikukuh untuk parkir di halaman sekolah.  Tempat parkir motor pun sudah hampir penuh. Jalanan padat oleh para siswa, orang tua, dan juga guru. Benar-benar ramai.


Ternyata, ada AHIS Fair. Ajang silaturahmi guru dengan orang tua siswa, sekaligus memamerkan hasil karya siswa AHIS (Al Hidayah Islamic School) kepada orang tuanya.


Untuk AHIS Fair kali ini, dua tenda telah disiapkan. Satu tenda untuk acara penampilan siswa TK dan kelas 1,2,3, satu lagi untuk bazaar. Peserta bazaar kali ini cukup beragam. 

Begitu memasuki area bazaar, kita akan disambut oleh stand kreativitas.  Stand ini berbentuk letter U. Meja pertama yang menghadap ke selatan adalah stand hasil karya kelas 6 Hafshah berupa kreativitas dari kain flanel.  Di sebelahnya, menghadap ke timur,  adalah stand hasil karya kelas 3 yaitu kreasi bunga dari tutup botol bekas dan kertas karton. Di samping kelas 3 adalah stand kelas 4 Khadijah, menghadap ke Utara. Stand ini juga menjual hasil karya dari kain flanel seperti kelas 6.


Di sebelah timur stand kreativitas ada stand makanan dan minuman yang dikelola oleh ibu-ibu Majelis Musyawarah Sekolah ( MMS). Kalau di sekolah lain biasa disebut POMG atau Komite Sekolah.


Di samping stand MMS, ada stand makanan dan minuman juga. Tapi stand ini merupakan hasil karya para siswi kelas 4 Ummu Salamah, 5 Aisyah, dan  6 Asma. Kelas 4 menjual beraneka minuman sehat yang terbuat dari rempah-rempah seperti jahe dan kayu manis, dari buah-buahan seperti nanas, dan dari sayuran seperti wortel. Sedangkan kelas 5 menyediakan burger. Sementara kelas 6 menjual sosis bakar dan es teh manis.


Di  tenda paling ujung, di sebelah stand siswi kelas 4,5,6,  terdapat 2 tenda TK.  Sebuah tenda kecil yang digunakan sebagai stand cooking, dan satu tenda besar yang memajang hasil karya anak TK beserta alat dan media pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar. 

Stand cooking merupakan salah satu stand yang tidak pernah sepi pengunjung. Di sana anak-anak bisa membuat kue kering (cookies) layaknya seorang chef. Setelah matang, siapa pun boleh mencicipinya. Hmm... Lezaaat!


Ada satu lagi tempat yang belum kita bahas di sini, yaitu pameran hasil karya siswa-siswi SD selama proses belajar mengajar. Ruang pameran itu berada di Gedung Imam Ahmad. 

Gedung ini merupakan tempat belajar kelas 1 dan sebagian kelas 2. Memasuki area ini, kita akan disambut oleh ibu guru yang berdiri di pintu gerbang yang didesain seperti pintu gua. Kemudian kita akan masuk melalui lorong seperti gua tersebut. 'Gua' yang terbuat dari kertas ini adalah hasil karya para bapak guru. Setelah melewati lorong itu, barulah kita masuk ke dalam kelas yang sudah berubah menjadi ruang pameran.



 
Ada beberapa bagian di ruangan ini. Dari ruang paling kanan, ada Project Corner, yang menampilkan hasil karya siswa kelas 4,5,6. Ada susunan tata surya, proses penjernihan air, ekosistem, gambar iklan, kolase dari biji-bijian, dan tas go green yang terbuat dari karung bekas.

Di samping kiri project corner, secara berurutan adalah stand sentra yang ada di Al Hidayah Islamic School (AHIS). Ada sentra Bahasa Indonesia, sentra Sosial, sentra Sains, sentra Matematika, sentra Diniyah, sentra Bahasa Arab, dan sentra Kreatifitas. Berikutnya adalah pameran hasil karya siswa berdasarkan tema. Ada tema tumbuhan, binatang mamalia, dan binatang laut.


Hampir ketinggalan! Kalau para siswi menampilkan hasil kreativitas dan masakan, bagaimana dengan para siswa? Apa yang mereka pamerkan? Ternyata, mereka mempertunjukkan kecakapannya dalam membuat  roket air! Waah, seru sekali! Roket yang terbuat dari botol plastik bekas itu bisa meluncur seperti roket sungguhan.
Meriah sekali, ya. Tapi sayang, tak ada foto yang bisa di upload. Maklum, yang menulis masih amatiran. Tapi, tak apalah. Yang penting masih bisa menulis, sudah lumayan.
#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari

No comments: