Friday, April 29, 2022

Review "Serial Pingkan; Sehangat Mentari Musim Semi"

Judul buku: Serial Pingkan
                      Sehangat Mentari Musim Semi
Penulis: Muthmainnah
Penerbit: Pingkan Publishing
Cetakan: 2009
ISBN: 978-979-1397-59-9
Tebal buku: 320 halaman


Bismillah


Pingkan adalah seorang gadis Minang. Lulus SMA, dia ditawari kuliah di Perth oleh kakak angkatnya, Tom. Tom adalah peserta pertukaran pelajar yang sempat tinggal bersama keluarga Pingkan selama setahun. 



Di Perth, Pingkan tinggal di rumah Tom yang tinggal bersama kekasihnya, Beth. Tinggal bersama orang lain, di negara lain, tentu tak semudah tinggal di rumah sendiri. Ada saja konflik yang Pingkan alami. Dari permasalahan diri sendiri, kakak angkatnya, kakak kandungnya, tetangga, juga lingkungan kampus barunya. 


Uni Lis, kakak kandungnya, sebenarnya tidak setuju dengan rencana Pingkan untuk kuliah di negeri Kangguru itu. Banyak pertimbangan yang membuatnya keberatan. Hidup bersama Tom yang bukan mahram, tinggal di negeri yang mayoritas penduduknya non muslim, makanan yang belum tentu halal, juga pergaulan anak-anak mudanya yang bebas. Semua itu membuat Uni khawatir. 



Mendengar kekhawatiran Uni tersebut, Pingkan bukannya surut, malah semakin semangat untuk menimba ilmu di negeri orang. Dia malah kesal dengan sikap Uni yang menurutnya, berlebihan itu. Dia yakin bisa menjaga diri dan agamanya.



Masalah satu per satu muncul. Berawal dari tinggalnya Tom dan Beth dalam satu rumah tanpa ikatan pernikahan, membuat ayah Pingkan khawatir. Bahkan, menyuruhnya untuk keluar dari rumah tersebut. Tentu saja, Pingkan bingung harus bagaimana. Di satu sisi, dia khawatir menyinggung perasaan Tom, di sisi lain, dia pun takut terkena dampaknya. Bagaimana pun mereka orang Barat yang biasa bebas tanpa ikatan. Sedangkan di dalam Islam, hubungan semacam itu sangat dilarang. 


Namun, dengan kelihaian negosiasi Pingkan, masalah pun teratasi walaupun butuh waktu. Bahkan Beth rela pergi meninggalkan Tom demi prinsip yang telah dikenalkan Pingkan kepadanya. 



Di luar rumah, Pingkan mulai memiliki teman baru. Selain seorang gadis yang seusia dengannya, Pingkan juga berteman dengan Nenek Lauren. Kasih sayangnya yang tulus kepada sang nenek yang kesepian, membuat mereka seperti cucu dan nenek kandung. Bahkan, Pingkan mewarisi rumah peninggalan sang nenek. 


Bagaimana kelanjutan hidup Pingkan di Australia? Akankah ia jadi kuliah di sana? Bagaimana pula dengan hubungan Tom dan Beth? Silakan baca selengkapnya di ipusnas.

No comments: