Thursday, May 20, 2021

Hakikat Berbagi

Bismillaah

Berbagi itu melegakan dan membahagiakan
Tak hanya yang menerima
Yang memberi pun merasakannya

Berbagi kebaikan tak melulu berupa harta. Ilmu dan segala yang bermanfaat bisa pula untuk berbagi. Berbagi harta akan meringankan si papa dari kekurangan. Berbagi ilmu akan mengentaskan si penerima dari ketidakmengertian. Berbagi makanan, mengenyangkan mereka yang kelaparan. Berbagi air, menghilangkan haus dan dahaga.

Harta, ilmu, makanan, minuman yang dibagi kepada orang lain, mungkin secara kasat mata seperti berkurang. Namun sejatinya, ia terus bertambah. Bertambah kebermanfaatannya, baik di dunia maupun di akhirat.


Dan, sesungguhnya, ketika kita berbagi, kita tidak sedang membantu mereka yang membutuhkan. Justru mereka lah yang telah membantu kita. Karena mereka telah bersedia menerima sedekah kita. Bayangkan, bila tak ada yang mau menerima sedekah kita. Kita tidak akan mendapatkan pahala bersedekah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ؟

"Bukankah kalian ditolong serta diberi rizki melainkan dengan sebab orang dhu'afa (lemah) diantara kalian?" (HR al-Bukhari:2896)

Berbagi telah menjadi amal ibadah yang dirindukan oleh mereka yang telah tiada. Mereka yang tidak beruntung di negeri akhirat, memimpikan kehidupan baru yang bisa memberinya kesempatan untuk berbagi.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاَ نْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَاۤ اَخَّرْتَنِيْۤ اِلٰۤى اَجَلٍ قَرِيْبٍ ۙ فَاَ صَّدَّقَ وَاَ كُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ


"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh."

(QS. Al-Munafiqun: Ayat 10)

Di sini, di saat nyawa masih bersama raga, hendaklah membiasakan diri untuk selalu berbagi. Bagikan segala kebaikan yang kita miliki. Tak ada harta, kita bisa berbagi tenaga dan pikiran. Tak ada pula? Kita bisa berbagi dengan senyuman. Karena senyuman adalah sedekah.

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ


Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“.

Sumber hadits:  https://muslim.or.id/3421-keutamaan-tersenyum-di-hadapan-seorang-muslim.html


No comments: