Saturday, May 29, 2021

Apa pun, untuk Palestina (2)

Bismillaah

Bahkan, ada di antara teman-teman mereka yang mengumpulkan donasi dari rumah ke rumah. Lalu, pada acara puncak, sekolah mereka mengadakan konser amal dengan mendatangkan artis ibukota yang juga merupakan duta Palestina. Hadir pula seorang anak Palestina, Ali, namanya. Si kakak sempat foto bersama dengan Ali. Momen itu sangat istimewa baginya, dan tak terlupakan.

Pada acara itu, Ali sempat bercerita tentang keadaannya dan teman-temannya di Palestina. Meskipun negeri mereka terus dibombardir oleh Israel, mereka tetap semangat belajar dan bersekolah. Mereka juga tetap menghafal Al-Qur’an. Bagi mereka, hafal Al-Qur’an merupakan salah satu syarat agar bisa menjadi pasukan pembela tanah air yang mereka cintai.

Maka, tak heran, bila di sela-sela reruntuhan puing rumah, mereka tetap membawa Al-Qur’an. Al-Qur’an sudah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Mereka yakin, kitab suci itu, tidak hanya menjadi pedoman hidup, tetapi juga merupakan sumber motivasi agar tetap teguh di jalan Allah. Meskipun taruhannya adalah nyawa mereka. Mereka tak pernah gentar. Meski senjata mereka hanyalah kerikil-kerikil kecil.

Sungguh, kisah hidup yang sangat tidak biasa bagi anak-anak Indonesia. Di sini, anak-anak hidup dengan nyaman dan aman. Semua serba ada. Tetapi, kenyamanan itu cenderung melenakan. Membuat badan malas.

Maka, mendengar cerita Ali, tumbuhlah motivasi di dada mereka. Keinginan untuk juga semangat belajar dan menghafal Al-Qur’an. Keinginan untuk ikut serta membela Palestina, meskipun hanya dengan sedikit harta, dan sepotong doa.

“Mi, ini uangku,” ujar si adik menyadarkanku dari lamunan.

“Alhamdulillaah. Terima kasih, Dik. Jangan lupa, kita doakan juga ya, semoga Allah segera memberikan kemenangan untuk mereka.”

“Aamiin yaa rabbal’aalamiin.”

***
Belajar membuat cerpen walaupun masih belum bagus dan masih banyak kekurangan. Konfliknya belum greget. Masih biasa saja. Pengin lebih bagus, tapi tidak tahu harus bagaimana. Meskipun demikian, demi membantu Palestina, walau dengan sedikit ilmu, semoga bisa memberikan manfaat.  

Rencana cerpen ini akan diikutsertakan dalam Nubar (nulis bareng) Palestina. Semoga bisa lolos. Karena yang ikut banyak, jadi harus diseleksi.

No comments: