Wednesday, May 20, 2020

Tadarus Bersama


Bismillaah 


Nisa mulai bisa membaca Alquran ketika di kelas 3. Saat itu adiknya, Azmi, baru di TK. Karena Nisa sudah bisa membaca Alquran, maka saat Ramadan, saya mengajaknya untuk tadarus bersama. Membaca Alquran secara bergantian.


Sebenarnya, selain memang ingin tadarus bersama, tujuan lainnya adalah untuk tetap membuatnya terbangun sampai waktu berangkat sekolah datang. Maka selesai salat Shubuh, kami bertiga, saya, Nisa, dan Azmi, tadarus bersama. Abinya tidak ikut karena harus salat berjamaah di masjid.


Saya dan Nisa membaca ayat Alquran bergantian, sedangkan Azmi, karena belum bisa membaca Alquran, maka ia bertugas yang membaca terjemahannya. Alhamdulillaah, meski masih di TK, Azmi sudah cukup lancar membaca.


Namanya juga anak-anak, program ini tidak selalu berjalan dengan lancar dan mulus. Kadang-kadang, karena kantuk yang teramat, mereka tidak mau tadarus, malah tidur. Kadang Azmi yang tertidur, kadang dua-duanya tidur semua.


            Sekarang, setelah mereka besar, ternyata lebih sulit untuk mengondisikan mereka. Apalagi dengan lima anak. Masing-amsing punya keinginan dan kebutuhan sendiri-sendiri. Apalagi saat lockdown ini, baru sekali kami bisa melakuikan tadarus bersama. Setelah itu, sulit mengumpulkan mereka kembali. Ada saja alasannya. Di sinilah saya sebagai orang tua merasa sedih. Apalagi melihat keluarga-keluarga yang lain bisa begitu kompak. Saya sadar, ini pasti karena kesalahan saya dalam mendidik mereka. Saya tidak tahu, salahnya di mana. Saya merasa sudah mengajak mereka dialog, sudah berusaha menumbuhkan rasa percaya diri. Tetapi, saya juga menyadari, kadang ucapan saya melemahkan semangat mereka. Astaghfirullah ...

No comments: