Tuesday, January 30, 2024

Ojo Dumeh


Bismillah


Sejak mengajar kembali setelah cuti satu tahun, beberapa kesalahan yang cukup memalukan dan berakibat fatal, telah saya lakukan tanpa sengaja. Ini membuktikan betapa diri ini sangat jauh dari seseorang yang disebut baik, apalagi sempurna. Makanya, ojo dumeh. Jangan sombong! (sambil tepuk jidat sendiri 🤦)
Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullahal'adziim.


Tulisan ini dimaksudkan sebagai reminder, pengingat agar tidak terulang kembali. Juga, sebagai warning bahwa diri ini bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Jadi, tidak punya hak untuk berlaku sombong. Hanya Allah yang berhak, karena Dialah Yang Maha Segala, Yang Memiliki semua yang ada di bumi dan di langit. MaasyaaAllah.


Kesalahan pertama adalah saat menjadi panitia Family Day tahun kemarin (2022). Saat itu, saya sebagai perwakilan dari kelas 6, diminta untuk menyebarkan link pendaftaran kepada wali kelas lainnya. Eh, saya cuma share di grup kelas saya saja. Tiba hari terakhir pendaftaran, kok baru sedikit. Ternyata, saya belum melaksanakan tugas. Astaghfirullah, malunya, saya saat itu. Nggak becus, kerjanya.


Kesalahan kedua adalah saat pembagian rapor. Saya salah belum mengoreksi rumus nilai di format rapor. Alhasil, nilai anak-anak ada yang tidak sesuai dengan kesehariannya. Alhamdulillah, yang mengetahui pertama kali adalah rekan guru yang anaknya ada di kelas saya. Jadi bisa langsung diketahui dan langsung bisa diperbaiki. 


Saat pembagian rapor, saya harus menginformasikan kesalahan tersebut kepada seluruh wali murid. Satu per satu saya beritahukan kesalahannya, dan InsyaaAllah akan diperbaiki nanti saat masuk sekolah setelah liburan. 


Setelah selesai pembagian rapor, saat rekan-rekan guru yang lain pulang dan istirahat di rumah, saya masih harus menge-print ulang halaman rapor yang salah tadi. Sebenarnya bisa dilakukan nanti setelah liburan. Toh, rapornya juga sudah dibagikan. Tetapi, saya takut, kalau umur saya tidak sampai. Alhamdulillah, selesai juga. Sampai-sampai, saya pulang sekolah terakhir, kayaknya. 


Tahun ini, belajar dari pengalaman tersebut, saya ekstra hati-hati saat membuat rapor. Saya cek semua rumusnya, saya lihat rapor masing-masing anak, satu per satu. Banyak berdoa saat menge-print, semoga tidak ada yang salah.



Qadarullah, walaupun sudah hati-hati, bahkan sudah minta tolong teman untuk mengecek juga, ternyata masih ada yang salah. Bukan salah rumus atau salah ketik, tapi terlewat, belum diisi. Jadi, saat itu ada satu siswa yang nilainya 0. Saat dikonfirmasi kepada guru mata pelajarannya, beliau menyebutkan nilai tertentu. Alhamdulillah, jadinya tidak kosong lagi. Lalu, apa masalahnya?



Masalahnya, saat guru tersebut memberikan nilai, tidak langsung saya input di laptop. Jadinya saya kelupaan, dan sampai dibagikan ke orang tua, nilainya masih 0. Astaghfirullah. Ini jadi pelajaran penting buat saya, jangan menunda-nunda pekerjaan. Seharusnya, saat guru tersebut memberikan nilai, langsung dimasukkan ke rapor supaya tidak lupa.



Tetapi, selalu ada hikmah pada setiap kejadian yang kita alami. Lalu, hikmah apa yang terdapat pada peristiwa ini?
Sebenarnya bukan hikmah sih, tapi bisa juga dikatakan hikmah, tergantung persepsi kita, bagaimana memandang suatu masalah.



Hikmahnya, menurut saya, kejadian ini jadi diketahui oleh kepala sekolah. Tadinya, tak ada yang tahu selain guru yang bersangkutan dan saya. Tapi, karena keteledoran saya, jadi terungkap dan diketahui oleh beberapa orang, termasuk wali murid dan yayasan. 


Semoga hal ini bisa menjadi pelajaran untuk semua guru. Jangan pernah memberikan nilai 0 kepada siswa. Kalau sampai ada, berarti salah guru. Ngapain aja selama ini? Kesannya guru tidak melakukan apa-apa untuk membuat siswa bisa mengikuti pelajaran dan mengerjakan tugas. Karena nilai tidak diambil dari hasilnya saja, tapi bisa dilihat dari proses dan usaha siswa. 



Semoga saya tidak melakukan kesalahan yang fatal lagi, setelah ini. Harus lebih hati-hati, lebih teliti, lebih banyak berdoa mohon bimbingan Allah, ojo dumeh. 
Bismillah, tolong bimbing hamba, ya Allah 🤲🏻


No comments: