Tuesday, June 14, 2022

Manazil Al Rahma

Bismillah


Dari bandara menuju hotel, kami melewati Masjid Nabawi. Air mata langsung turun tanpa izin. Teringat, di sanalah Rasulullah tinggal, beribadah, dan berdakwah. Di sini, di Madinah, tempat Rasulullah bersama para sahabat Muhajirin dan Anshar mendakwahkan Islam. Berjuang menegakkan kalimat Allah. MasyaaAllah, bersyukur sekali bisa menapakkan kaki di negeri Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam. 

اللهم صل على محمد وعلى ال محمد

            Salah satu sudut kota Madinah
                         Al  Munawwarah


Sampai di Manazil Al Rahma, kami langsung diminta untuk mencari lantai sesuai nomor rombongan. Karena saya rombongan 5, kamar saya ada di lantai 7. 


Sesampainya di lantai 7, kami menunggu pembagian kunci yang masih dipegang oleh ketua rombongan, Pak Jalaludin Madhuri. Setelah beliau datang, kami pun masuk ke kamar. Nomor kamarnya 714. Ada lima orang dalam satu kamar: saya, Bu Yayuk (teman duduk di pesawat), Bu Widya (sama-sama pergi sendiri tanpa suami), Bu Dyah Nastiti alias Bu Dani (putranya seangkatan dengan Hakim di SDIT Annida), dan Bu Siti Ngati... (Tidak hafal namanya).


Alhamdulillaah, teman-teman sekamar baik hati semua, tidak ada yang sok senior. InsyaaAllah kami cocok dan sreg. Selalu bercanda dan berbagi apa pun. Sudah seperti saudara. Walaupun memang kita bersaudara, saudara seiman. Sungguh beruntung, di negeri orang mendapatkan teman-teman yang baik hati. Alhamdulillaah alhamdulillaah.


Setelah istirahat sebentar, kami mendapatkan jatah makan siang. Selain nasi dan lauk pauknya serta buah dan air mineral, kami juga mendapat tambahan. Tambahannya berupa satu botol saus sambal, satu botol kecap, beberapa sachet kopi, teh, gula, dan satu gelas beserta satu sendok teh. MasyaaAllah, benar-benar tidak menyangka. Suami sempat khawatir dengan menu makanan yang akan saya dapatkan sehingga membekali saya dengan saus sambal, kecap, abon, dan bawang goreng serta teh. Ternyata di sini sudah lengkap.


Hotel Manazil Al Rahma ini dikelilingi oleh hotel-hotel yang lain. Memang, informasi yang kami dapatkan, Masjid Nabawi dikelilingi oleh hotel-hotel sehingga kita tidak perlu berjalan jauh untuk menuju ke sana. Jarak dari hotel ke Masjid Nabawi sekitar 1 km saja. Hotel ini tidak terlalu besar dan tidak terlalu tinggi. Standar. 

                      View dari kamar 714 


Kamarnya nyaman dan lengkap, standar hotel bintang tiga. Ada lima tempat tidur, dua lemari yang tersambung dengan meja, tiga nakas, satu sofa, satu kursi, kulkas kecil, wastafel, dan alat pemanas air yang ternyata tidak berfungsi. Kamar mandinya juga standar. Hanya saja, bathtub-nya pendek. Jadi, kalau mau berendam hanya bisa duduk, tidak bisa rebahan. Dan, sayang sekali shower-nya tidak bisa digunakan. Secara garis besar, fasilitas hotelnya sangat bagus dan memuaskan. Oiya, untuk air panas, kita bisa mengambil dari dispenser yang disediakan di lorong hotel. 



Tiga ranjang sengaja dirapatkan agar ada space untuk shalat dan makan bersama. Ini idenya Bu Widya yang terinspirasi dari vlog yang ditontonnya. 

No comments: