Saturday, August 5, 2017

Sahabat Lama

Bismillah

Sekitar seminggu yang lalu ada notifikasi di FB bahwa ada yang ingin berteman denganku. Kubaca namanya, kuamati wajahnya; agak samar. Walau begitu, aku yakin, ini adalah sahabat lama sekaligus"kakakku". Tanpa pikir panjang, kuterima permintaan pertemanannya, dan langsung ku-inbox.

Dan benarlah dugaanku. Setelah stalking akunnya, terlihat foto yang lebih jelas. Wajahnya masih seperti dulu, saat terakhir kami bertemu, 24 tahun yang lalu. Masya Allah, setelah komunikasi terputus sekian lama, kini kami bisa bersilaturahmi lagi, atas izin Allah. Alhamdulillah.

Senang dan bahagia sekali bisa melihat wajahnya yang sumringah, bisa mendengar suaranya yang renyah. Lebih bahagia lagi, setelah mengetahui betapa bahagianya keluarganya kini. Dengan dua amanah Allah yang menjelang dewasa, dan bisnis yang lancar dan berkah, in sya Allah.

Dulu, terakhir kali kami sempat berkirim kabar melalui surat dan telepon umum, ia dan suaminya berada dalam pelarian. Bukan lari dari kejaran utang atau tuduhan bertindak kriminal, tapi karena ia menikah dengan seorang mualaf yang sedang diburu oleh keluarganya. Benar-benar perjuangan yang berat dan berbahaya.

Berpindah pekerjaan dan tempat tinggal dari satu kota ke kota lain, dari satu pulau ke pulau lain, dengan kondisi ketakutan dan serba kekurangan. Namun mereka kompak menjalaninya bertahun-tahun. Dengan segala fluktuasi keimanan dan keuangan, mereka berusaha ikhlas menempuhnya sebagai bagian dari ujian Allah.

Sebagai hamba Allah, kita yakin, ujian yang Allah berikan memang akan menimpa siapa pun yang mengaku beriman, termasuk sang suami yang mualaf itu. Sesuai sekali dengan firman Allah ini:

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْۤا اَنْ يَّقُوْلُوْۤا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا  يُفْتَـنُوْنَ

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, kami telah beriman dan mereka tidak diuji?"
(QS. Al-'Ankabut: Ayat 2)

Ujian, menjadi paket tak terpisahkan dari seseorang yang telah mengaku beriman. Namun ujian juga menjadi bukti sayangnya Allah kepada hamba karena dengannya, Dia ingin meninggikan derajat sang hamba. Jika ia lulus dari ujian itu.

Alhamdulillah, sahabat sekaligus kakakku ini, lulus dari ujian tersebut. Tidak hanya kemapanan ekonomi yang mereka peroleh. Ridho keluarga yang selama ini membenci, bahkan ingin menghabisi nyawanya pun, kini telah mereka dapatkan. Lengkap sudah kebahagiaan mereka. Segala luka, air mata, dan tekanan mental yang selama bertahun-tahun dialami, berakhir sudah. In sya Allah mereka semakin taat kepada Allah dan mendapatkan derajat yang tinggi di sisi manusia dan di sisi Allah. Aamiin ya rabbal'aalamiin.

No comments: