Sunday, March 24, 2024

Kajian "Wanita dan Ramadhan"



Bismillah


Alhamdulillah, sore ini bisa menyimak kembali kajian dalam bahasa Arab, setelah beberapa kali kelupaan. Sore ini yang menyampaikan seorang Ustadzah. Materinya bagus, tidak standar. Jadi, banyak ilmu baru yang bisa diperoleh.

Pada bulan Ramadan, setidaknya ada empat kenikmatan yang bisa diperoleh kaum muslimin. Kenikmatan itu adalah sebagai berikut:
1. Allah memberikan rahmat-Nya;
2. Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya;
3. Allah melipatgandakan pahala di bulan Ramadhan;
4. Allah membebaskan hamba yang mohon ampun dari api neraka.

Hadits yang menjelaskan tentang kenikmatan-kenikmatan tersebut antara lain adalah hadits berikut ini.

RasuluLlah ﷺ bersabda:⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang dibarakahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Syaithan-syaithan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad).⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣

Setan dibelenggu sehingga kita terbebas dari godaan dan gangguannya. Setan dibelenggu, artinya Allah melemahkan kekuatannya dalam menggoda manusia. Oleh karena itu, seharusnya kita meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi bermaksiat kepada Allah. Na'udzubillahi min dzalik.



Ramadan disebut sebagai Syahrul Qur'an, karena Al-Qur'an pertama kali diturunkan pada bulan Ramadan. Jadi, inilah saatnya kita terus berinteraksi dengan Al-Qur'an. Membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an. Target kita pun, kalau bisa ditambah. Yang biasanya sebulan khatam sekali, maka di bulan Ramadan ini harus ditingkatkan. Seperti para sahabat dan para ulama. Imam Syafi'i mengkhatamkan Al-Qur'an sebanyak 60 kali dalam bulan Ramadan. Sahabat yang lain ada yang tiga hari sekali, ada yang dalam semalam khatam satu kali.


Ramadan juga Syahrul Mubarak. Bulan yang diberkahi, yang penuh berkah. Selama Ramadan, ibadah yang kita lakukan akan diganjar dengan berkali lipat dibandingkan dengan bulan selain Ramadan. Maka, jangan sampai waktu kita terlewatkan tanpa ada kebaikan di sana. Kebaikan yang dapat kita lakukan tidak hanya berupa ibadah mahdhah, ibadah yang sudah ditentukan syarat dan rukunnya. Tetapi, segala amal kebaikan yang kita niatkan karena Allah, insyaaAllah akan dicatat sebagai pahala dan akan dilipatgandakan pahalanya. Seperti memasak untuk keluarga, melayani suami, mengingatkan anak untuk shalat, mengajak bermain anak yang sedang puasa supaya tidak merengek minta makan, dan sebagainya. Itu semua termasuk kebaikan.


Ramadan adalah Syahrul Qiyam. Bulannya memperbanyak shalat. Di bulan Ramadan, ada shalat yang tidak terdapat di bulan selainnya, yaitu shalat Tarawih. Jangan sampai kita tidak melakukannya. Apalagi, pahala orang yang shalat Tarawih mengikuti imam hingga selesai, pahalanya seperti shalat semalam suntuk. 

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An Nasa'i no. 1605, Tirmidzi no. 806, Ibnu Majah no. 1327)

Sumber: https://rumaysho.com/446-keutamaan-shalat-tarawih.html


Selain itu, orang yang shalat Tarawih, maka pahalanya yang terdahulu akan diampuni oleh Allah.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Sumber: https://rumaysho.com/446-keutamaan-shalat-tarawih.html


Selain shalat Tarawih, hendaklah kita memperbanyak shalat sunnah lainnya, seperti shalat Dhuha dan Rawatib, serta shalat sunnah lainnya. Jadi, pada bulan Ramadan ini kita benar-benar mengisinya dengan banyak ibadah shalat yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Bahkan beliau begitu semangatnya shalat malam hingga kakinya bengkak. Apa kabar diriku🤦


Begitu pentingnya shalat Tarawih berjamaah, sehingga mudlimah pun diizinkan untuk ikut juga shalat di masjid. Tetapi, ada syarat-syarat yang harus diikuti agar pahalanya tidak hilang.

Syarat muslimah shalat di masjid:
1. Menutup aurat
2. Tidak memakai wewangian
3. Shalat di shaf paling belakang
4. Berjalan cepat saat melewati orang-orang, terutama laki-laki
5. Menjaga kemuliaan wanita
6. Malu 
7. Tidak melakukan hal-hal yang dilarang Allah. Jangan sampai ketaatan kita kepada Allah terkotori dengan sesuatu yang tidak disukai-Nya.


Lailatul Qadar: berkah 1000 bulan (83 tahun 4 bulan)
Jibril dan malaikat turun ke bumi sepanjang malam, mulai waktu Maghrib. Malam yang damai, tenang, dan tidak ada keburukan di dalamnya.
Ada pada 10 malam terakhir, di malam ganjil. 


Ramadan juga merupakan Syahrut Taubat. Kalau kita pernah berbuat maksiat, inilah saatnya kita bertaubat. Karena taubat di bulan Ramadan, pahalanya sangat luar biasa. Jangan sampai kita sia-siakan. 

Saturday, March 23, 2024

Tausiyah Ramadan




Bismillah


Sudah menjadi kebiasaan di sekolah tempat saya mengajar, setiap hari Rabu, dua pekan sekali, ada kajian yang disampaikan oleh Bapak Direktur Pendidikan. Namun, sejak tahun ajaran ini, dipindah ke hari Sabtu karena siswa pulang bada Ashar. Jadi, tidak memungkinkan untuk kajian seperti biasa. Hanya pada saat anak-anak ujian atau saat bulan Ramadan seperti saat ini, barulah bisa dilaksanakan lagi.


Hari Rabu kemarin, tanggal 20 Maret 2024, Ustadz Hasan memberikan tausiyah tentang Ramadan. Ramadan yang mulia, yang hadir hanya setahun sekali, jangan sampai kita abaikan. Jangan sampai kita isi dengan ibadah yang biasa-biasa saja, yang sama seperti bulan-bulan selain Ramadan.



Kita harus memuliakan tamu istimewa ini dengan mengisinya dengan berbagai ibadah yang lebih baik, lebih banyak, dan lebih sungguh-sungguh. Secara kualitas dan kuantitas, harus lebih baik daripada sebelas bulan lainnya di luar Ramadan. Apalagi, kita tidak tahu, apakah tahun depan masih bisa bertemu dengan Ramadan lagi. Jangan sia-siakan.


Bila selama ini kita membaca Al-Qur'an hanya beberapa halaman sehari, usahakan saat Ramadan ini bisa satu juz sehari, sehingga bisa khatam minimal satu kali dalam bulan Ramadan ini. Lihatlah para ulama salafush shalih, yang begitu bersemangat ibadah dalam bulan Ramadan, terutama tilawah Al-Qur'an. Imam Syafi'i bisa khatam 60 kali selama Ramadan. Berarti satu hari dua kali khatam, MaasyaaAllah. Apa kabar diriku?



Kata salah seorang sahabat Rasulullah sekaligus salah satu Khulafaur Rasyidin, Utsman bin Affan, barangsiapa yang tidak bisa betah membaca Al-Qur'an, berarti dalam hatinya ada penyakit. Na'udzubillahi min dzalik. 


Itulah yang terjadi saat ini. Orang lebih betah dengan gawai daripada Al-Qur'an. Orang bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa rasa lelah dan ngantuk saat bersama setan gepeng itu. (Pinjam istilah Abah Ihsan🤭). Kok bisa, ya? Padahal selama Ramadan, setan dibelenggu, tidak bisa menggoda manusia. Ya, itulah hawa nafsu. Jadi, yang paling berperan di sini adalah hawa nafsu kita yang tidak bisa mengendalikan diri sendiri.



Ramadan itu sangat istimewa, bahkan saking istimewanya, Allah anugerahkan pula di dalamnya malam Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik daripada seribu bulan, setara dengan 83 tahun 4 bulan, InsyaaAllah. Bahkan umur manusia zaman sekarang pun, jarang yang sampai segitu. 


Lailatul Qadar itu datang pada sepuluh terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam ganjil. Salah satu malam ganjil. Oleh karena itu, kita harus bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam tersebut. Kalau bisa, kita begadang semalaman tidak tidur agar bisa beribadah sebanyak-banyaknya. Inilah begadang yang dianjurkan. Selain pada malam Lailatul Qadar ini, begadang itu dilarang karena menzalimi diri sendiri. Tidak memberikan hak istirahat kepada tubuh. 



Bismillah ... Sekarang sudah sepuluh hari kedua bulan Ramadan. Masih ada kesempatan untuk fastabiqul khoirot dan mempersiapkan diri untuk menyambut Lailatul Qadar. Semoga Allah mudahkan kita untuk bertemu dan beribadah sebanyak-banyaknya di malam Lailatul Qadar sehingga kita bisa mendapatkan pahala dan kemuliaan yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Aamiin yaa mujibassaailin 🤲🏻




Monday, March 18, 2024

Thawaf Wada

Rabu, 20-7-2022

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Kalimat klise ini selalu mewakili hampir pada semua fase kehidupan manusia. Saat kita sekolah, bertemu dengan teman-teman baru, yang nantinya akan berpisah saat kita lulus. Begitu pun saat kuliah maupun bekerja. 


Sebulan sudah, kami meninggalkan tanah air untuk melaksanakan ibadah haji di Makkah. Tak terasa, hari itu,  kami harus berpisah dengan Ka'bah dan Masjidil Haram. Tak terasa, sore itu, kami harus melakukan Thawaf Wada, thawaf perpisahan. Rasanya, baru kemarin kami datang ke sini untuk pertama kalinya. Melihat Ka'bah yang agung. Berthawaf di malam hari dalam keadaan lelah -seharusnya- tapi kami tetap semangat dan mengabaikan segala kelelahan perjalanan dari Madinah ke Makkah.


Malam itu, salah satu malam ajaib, selain sebelumnya di Madinah, saya pun merasa takjub dan hampir tidak bisa memercayai bahwa diri ini bisa berada di Masjid Nabawi, shalat di dalamnya, di tempat dulu Rasulullah juga shalat di sana. Lalu berziarah ke makam Rasulullah, menangis sesenggukan karena dada penuh dengan kerinduan kepada Sang Habibana, manusia agung dan suci. Manusia yang belum pernah kami lihat tapi cintanya begitu besar kepada umatnya. 


Malam ajaib itu adalah saat kami memasuki Masjidil Haram, dengan terus melafazkan talbiyah, pelan-pelan kami melihat warna hitamnya, lalu warna emasnya, yang semakin membuatnya agung dan anggun. Ka'bah, Baitullah. Ya, malam itu, Allah telah mengizinkan kami untuk thawaf pertama kali di sana. Seperti mimpi, rasanya. Perjalanan yang telah diimpikan sejak dua belas tahun yang lalu, akhirnya terwujud. MaasyaaAllah tabarakallah.


Namun, sore itu, Rabu, tanggal 20 Juli 2022, kami harus berpamitan, kami harus melakukan Thawaf Wada walaupun hati enggan. Putaran demi putaran terasa berat, mengingat ini untuk yang terakhir kalinya saat itu. Tetapi, ya Allah, semoga Engkau izinkan kami untuk kembali thawaf di sana, lari-lari kecil, sa'i, dan juga merasakan kembali Armuzna pada haji Akbar seperti tahun itu. Aamiin yaa mujibassaailin 🤲🏻


Qadarullah juga, sore itu saya thawaf sendirian. Benar-benar perpisahan yang memilukan. Teman single saya, Bu Widya, sedang haid, jadi hanya boleh thawaf Wada dengan melambaikan tangan dan berdoa di luar pagar masjid. Tidak boleh masuk masjid, apalagi berada di area thawaf. Lalu, pasangan Bu Dyah dan suaminya, memisahkan diri dari saya karena harus berwudhu lagi. Jadinya, saya sendirian, deh. Semakin lengkap kesedihan ini😭



Setelah selesai tujuh putaran, saya harus segera meninggalkan Masjidil Haram. Padahal, inginnya berlama-lama di sana, kalau bisa sampai besok pagi, tetapi tidak boleh. Saya harus segera kembali ke hotel. Dalam perjalanan pulang, disunnahkan untuk sesekali menoleh ke belakang ke arah Ka'bah. Saat itu, hati terasa semakin hancur, seperti akan berpisah dengan pujaan hati. Berat. Sedih. 


Ya Allah, mudahkan kami, izinkan kami untuk bisa melaksanakan ibadah umroh dan haji lagi bersama keluarga, ya Allah. Aamiin yaa mujibassaailin 🤲🏻

Wednesday, March 13, 2024

Kajian "Agar Waktumu Berkah di Bulan Ramadan"


Bismillah


Kemarin sore, pertama kalinya saya ikut kajian online dengan Syaikh dari Arab Saudi, menggunakan bahasa Arab. Tapi, tentu saja ada penerjemahnya. Alhamdulillah, bisa masak sambil mendengarkan tausiyah. Karena sambil mengerjakan yang lain, otomatis tidak terlalu fokus. Jadi, yang diingat ya, hanya sedikit karena tidak dicatat. 



Keberkahan itu bisa berupa yang sedikit menjadi banyak, dan yang sudah banyak semakin melimpah. Saya jadi ingat tentang peristiwa saat salah seorang sahabat menyajikan hidangan yang dimasak dari seekor kambing. Namun, atas izin Allah, hidangan yang tak seberapa itu, mampu mengenyangkan seluruh pasukan muslim yang -kalau tidak salah- waktu itu sedang mempersiapkan parit dalam perang Khandaq. MaasyaaAllah, itu bukti salah satu keberkahan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.



Keberkahan itu bisa berupa tempat maupun waktu. Keberkahan tempat, contohnya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Bila kita shalat di kedua masjid tersebut, pahalanya akan dilipatgandakan. Shalat di Masjidil Haram, pahalanya 100.000 kali lipat dibandingkan shalat di masjid yang lain. Sedangkan shalat di Masjid Nabawi, pahalanya 1.000 kali lipat dibandingkan dengan shalat di masjid yang lain. Hal ini seperti sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: 


Dari Ibnu Az-Zubair bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekali shalat di masjidku ini lebih utama daripada 1000 kali shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram dan sekali shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100 kali shalat di masjidku ini.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, hadits ini sahih menurut Ibnu Hibban) [HR. Ahmad, 26:41-42; Ibnu Hibban, 1620. Sanad hadits ini sahih].

Sumber https://rumaysho.com/37181-inilah-pahala-shalat-di-masjidil-haram-dan-masjid-nabawi-dibanding-masjid-lainnya.html


Sedangkan keberkahan waktu, salah satunya terdapat pada bulan Ramadan. Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, karena pada bulan ini, pahala ibadah kita dilipatgandakan oleh Allah. Pahala shalat sunah dilipatgandakan seperti pahala shalat fardhu. 


"Berlipatnya pahala amalan di bulan Ramadhan ini mutlak untuk amalan apa saja sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Ibrahim Ar Ruhaili dalam kitabnya Tajridul Ittiba’[6]. Kita dapat pula melihat dari perkataan para salaf berikut."

Sumber:  https://rumaysho.com/1199-berlipatnya-pahala-amalan-di-bulan-ramadhan.html



Lalu, bagaimana supaya kita bisa mendapatkan berkahnya Ramadan? 


Lakukan amalan di awal waktu. Seperti shalat di awal waktu, memulai hari dengan membaca Al-Qur'an di pagi hari. Membaca Al-Qur'an di pagi hari, sebelum melakukan aktivitas yang lain, akan memberikan keberkahan kepada kita pada hari tersebut. 


Contoh lainnya, selesaikan pekerjaan saat itu juga, jangan menunda-nunda pekerjaan. Dengan demikian, InsyaaAllah kita akan mendapatkan keberkahan. 



Selain itu, untuk mendapatkan keberkahan, hal yang harus kita lakukan adalah memperbanyak istighfar. Ada orang yang berpikir bahwa istighfar itu dilakukan hanya pada saat kita berbuat dosa. Padahal, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang sudah dijamin masuk surga dan bersih dari dosa, setiap hari selalu beristighfar minimal 70 kali, dalam hadits yang lain disebutkan 100 kali dalam sehari. 

“Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari no. 6307).

Sumber https://rumaysho.com/3437-perintah-memperbanyak-istighfar.html

“Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.” (HR. Muslim no. 2702).

Sumber https://rumaysho.com/3437-perintah-memperbanyak-istighfar.html


MaasyaaAllah, kalau Rasulullah saja 70-100 kali, berarti kita harus lebih banyak lagi, karena kita belum dijamin masuk surga. Ya Allah, mudahkan kami🤲🏻


Selain alasan tersebut, alasan lain mengapa kita harus banyak beristighfar kepada Allah adalah karena setiap ibadah yang kita lakukan, belum tentu sesuai dengan apa yang disyariatkan oleh Allah. Bisa jadi ada kekurangan dan kesalahan yang tidak kita ketahui. 


Alasan berikutnya adalah karena kurangnya rasa syukur kita kepada Allah. Banyak kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita, tetapi sedikit sekali kita bersyukur. Kadang, kita lebih memikirkan apa yang belum ada dan belum kita miliki, sehingga mengurangi rasa syukur kita. Padahal nikmat yang Allah berikan sungguh sangat luar biasa dan sangat banyak, melebihi kebutuhan kita.


Itulah beberapa hal yang perlu kita lakukan agar waktu kita berkah, terutama selama bulan Ramadan ini. Semoga Allah mudahkan kita semua, baarakallahu fiikum ❤️.




Sunday, March 10, 2024

Tugas Baru


Bismillah


Kurang lebih sudah sebulan ini, saya mendapatkan tugas baru dari komunitas Proparent, divisi Madrasah Keluarga pimpinan Bu Aini Hidayati yang menggantikan Bu Ida Nur Laila. Ini adalah rumah bagi para SLC (Sygma Learning Consultant) -reseller buku-buku terbitan Sygma-. Di komunitas ini kami dilatih dan dibimbing tidak hanya bagaimana cara berjualan buku, tetapi juga memahami isi buku yang mayoritas tentang siroh Nabi. Selain itu, kami pun dibekali dengan ilmu parenting. Lengkap, kan?


Kembali ke tugas baru saya. Jadi, ceritanya, saya itu termasuk dalam tim inti/pengurus karena dulu sempat aktif dan penjualan saya juga termasuk bagus hingga berada di 10 besar. Nah, sebagai pengurus, ada lah, tugas-tugas yang harus dilakukan. Dulu, saya juga dapat tugas, yaitu menjadi admin grup. Namun, karena kesibukan mengajar, saya mengundurkan diri. Setelah satu setengah tahun, bisa dibilang, vakum, kini saya diminta untuk berkontribusi lagi. 



Karena saya sudah mendapatkan banyak manfaat dari komunitas ini, maka tak sepantasnya bila saya menolak. Lagipula, tugasnya tidak terlalu berat. Apa sih, tugas saya?
Tugas saya mengatur jadwal petugas berkisah, dan saya termasuk salah satu personilnya. Jadi, saya pun ikut membacakan kisah juga.


Buku yang harus kami bacakan adalah paket Mumtasz; Muhammad Teladan Sepanjang Masa. Alhamdulillaah, di perpustakaan AHIS, bukunya tersedia. Jadi, saya bisa pinjam. Alhamdulillaah juga, karena tugas ini, saya jadi ikut membaca bukunya dan jadi lebih paham dengan perjalanan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang sangat luar biasa.



Sebelumnya, meski bukunya tersedia di perpustakaan, saya kurang tertarik. Karena menurut saya, pasti ceritanya seperti yang sudah saya dengar, saya baca, dan saya pelajari selama ini. Pasti tidak jauh dari masa kecil Rasulullah, lalu masa remaja beliau, perjalanan dagang beliau, pernikahan beliau dengan Bunda Khadijah, dan seterusnya, dan seterusnya. Saya sudah lumayan hafal. Begitu pikir saya. Jadi, saya merasa tidak usah membacanya lagi. Astaghfirullah. Sombong sekali 🤦



Ternyata, saat saya sudah membaca sebagiannya, ya, baru sebagiannya. Banyak sekali kisah yang belum saya ketahui. Apa yang diceritakan dalam buku ini benar-benar detail. Tak heran, bila banyak yang belum saya ketahui.


Salah satu kisah yang membuat saya terperanjat dan sangat tersentuh, sedih, adalah saat beliau diusir oleh penduduk Thaif. Selama ini yang saya ketahui hanyalah peristiwa beliau diusir dan dilempari oleh penduduk Thaif, kemudian malaikat menawarkan diri untuk menghancurkan mereka dengan menimpakan gunung kepada mereka. Namun, manusia berhati suci itu, malah mendoakan semoga suatu saat mereka mendapatkan hidayah Allah. Alih-alih sakit hati dengan perlakuan jahat mereka, beliau malah mendoakan kebaikan untuk mereka. MaasyaaAllah.



Ternyata, di balik peristiwa itu, beliau harus kembali ke Makkah dengan perjuangan yang tidak mudah. Ternyata, beliau ke Thaif karena terusir dari Makkah. Sehingga, saat beliau ingin kembali ke sana, jalannya tidak mudah. Beliau harus melobi para tokoh Quraisy yang bersedia menjamin keselamatan beliau dari orang-orang yang membenci beliau. 


MaasyaaAllah, begitu berat perjuanganmu ya Rasulullah. Hanya membaca kisahnya saja, sedih sekali rasanya. Lalu, bagaimana perasaan Fathimah putrimu dan para sahabatmu? Tak heran bila mereka rela mengorbankan jiwa raga mereka untukmu. Manusia suci yang begitu lembut dan penuh kasih kepada umatnya. 

اللهم صل و سلم و بارك عليه 

Tuesday, March 5, 2024

Amanah Baru

Bismillah


Mulai tahun ajaran ini, 2023/2024, sekolah tempat saya mengajar membuka SMP. Alhamdulillaah. Setahun sebelum tahun ajaran baru dimulai, desas-desus tentang siapa saja yang akan mendapatkan tugas baru di SMP mulai terdengar. Saya pun termasuk yang diisukan.


Waktu itu, saya tidak ada keinginan maupun niat untuk mengajar di SMP. Mengapa? Saya merasa sudah tidak muda lagi, sehingga merasa sudah tidak cakap mempelajari hal-hal baru. Ditambah lagi, SMP ini mulai menggunakan kurikulum merdeka yang saya tidak punya pengetahuan sedikit pun tentang kurikulum merdeka ini. Kalau saya mengajar SMP, tugas saya bertambah berat. Harus belajar kurikulum merdeka, sekaligus materi pelajaran yang akan saya ampu, bahasa Indonesia. 


Beberapa rekan guru sudah menebak bahwa saya termasuk salah satu yang akan mengajar SMP. Walaupun dalam hati tidak ingin, tetapi kalau sudah diberi amanah oleh atasan, saya tidak berani menolak. Apalagi Bapak Direktur juga tidak menanyakan kesediaan saya. Beliau langsung saja menugaskan kami dan menjelaskan tugas-tugas kami tanpa bertanya apakah kami bersedia atau tidak. 


Alhamdulillaah 'alaa kulli haal. Meskipun awalnya enggan, saya harus bekerja dengan profesional. Amanah ini diberikan kepada saya karena saya dianggap mampu. Bismillah, saya akan berusaha semaksimal mungkin. I'll do my best!


Saat ini, sudah satu setengah semester perjalanan mengajar SMP. Walaupun ini bukan pertama kalinya, tetap saja harus banyak belajar, terutama yang berkaitan dengan kurikulum merdeka. 


Tidak hanya itu, saya pun harus belajar lagi tentang e-learning karena SMP menggunakan ini. Para siswa belajar menggunakan laptop, bukan buku fisik. Akhirnya, kami pun harus membuat modul alias e-book. Butuh waktu, tenaga, dan pikiran yang tidak sedikit. Di saat liburan, saya tidak berlibur, tetapi bekerja menyusun e-book. Tidak apa-apa. Mengajar itu memang harus sambil belajar.


Alhamdulillah, saya memiliki teman-teman yang sangat baik hati, terutama yang akhwat. Ada Bu Rizky yang selalu siap sedia mencarikan referensi tentang kurikulum merdeka, ada Bu Dian yang ahli IT, sehingga mengajari saya tentang Canva, dan Bu Dita yang sudah S2 namun tetap low profile. MaasyaaAllah, rezeki itu tidak melulu materi. Teman-teman yang shalihah pun, itu rezeki yang luar biasa berharga. Alhamdulillaah.


Selain belajar menyiapkan bahan ajar dan materi pelajaran, saya pun belajar memahami karakter anak-anak SMP. Tentu saja, mereka berbeda dengan anak-anak SD kelas 6. Walaupun hanya 12 siswa, ternyata mereka sangat aktif. Banyak bicara dan bermacam tingkah laku mereka.


Pada masa awal-awal, agak heran juga dengan sikap mereka yang berbeda dengan saat mereka kelas 6. Namun, lama kelamaan jadi terbiasa juga. Ternyata, bergaul dengan mereka itu harus seperti teman. Harus ikut-ikutan lebay. 🤭


Tak terasa, sebentar lagi kenaikan kelas. Saya pun belum tahu, apakah tahun depan masih mengajar SMP atau tidak. Kita tunggu saja kabarnya. Apa pun itu, InsyaaAllah,  adalah yang terbaik untuk saya. Aamiin yaa mujibassaailin 🤲🏻


Monday, March 4, 2024

Ngangeni

Bismillah


Menjadi ibu dari lima orang anak, adalah sesuatu yang luar biasa dan amazing. Namun, saya sadar sesadar-sadarnya, semua ini tidak akan dengan mudah saya lalui kalau tidak dibantu oleh ibu mertua. Beliau yang sangat luar biasa, membantu saya membesarkan kelima buah hati. 


Sebenarnya, terbersit rasa bersalah saat melibatkan beliau dalam keriuhan dan kerepotan ini. Tetapi, mungkin karena memang beliau orang yang tidak suka menganggur dan berdiam diri saja, maka saya pun terpaksa membiarkan beliau ikut repot. Yang penting beliau senang. Karena kalau diminta istirahat saja, beliau merasa tidak dianggap. Aduh 🤦


Alhamdulillah, dengan adanya lima buah hati kami, suasana rumah jadi ramai terus. Namun, itu tak berlangsung lama. Satu per satu, anak-anak harus belajar di pondok, menghafal Al-Qur'an. Maklum, kami, orang tuanya belum bisa mengajari sendiri. Jadi, ya, kami minta tolong ustadz ustadzah yang lebih berkompeten. 


Kini, kelimanya sedang belajar, tidak di rumah. Yang dua sedang kuliah di Jakarta dan Jatinangor, yang tiga masih di pondok. Tinggallah saya berdua dengan suami. Sepi, rumah ini, juga hati ini. Tapi demi kebaikan mereka, demi masa depan mereka, kami harus ikhlas. 


Dalam kesepian ini, sering terbayang saat-saat bersama mereka. Tak terasa, kenangan itu menciptakan rindu yang membiru, hingga menetes air mata. Ada terselip rasa bersalah, saat ingat, betapa kadang saya marah dan terlalu keras kepada mereka. Ingin rasanya berlari dan merengkuh mereka dalam pelukan.


Salah satu kenangan yang tak pernah terlupakan adalah saat kami jalan pagi keliling perumahan, lalu saya belanja sayuran dan anak-anak beli jajanan pasar. Lalu mereka bahu-membahu membawakan barang belanjaan.


Sampai di rumah, setelah makan jajanan tadi, kami pun bergerak ke dapur. Masak kolaborasi, deh. Ada yang menyiangi bayam, mengupas wortel dan jagung putren. Kadang mereka berebut memilih pekerjaan yang mereka sukai. Senang melihatnya. Walaupun, setelahnya, dapur jadi berantakan. Tak apa, bisa dirapikan. 


Kebersamaan itu yang penting. Mereka belajar memasak, belajar berbagi pekerjaan, belajar mengalah, belajar tanggung jawab dengan pekerjaannya, dan, serunya memasak bersama keluarga. 


Sebentar lagi Ramadhan tiba, berarti, sebentar lagi mereka pulang libur lebaran. Meskipun masih satu bulan lagi, rasanya seperti sudah di depan mata. Tak sabar untuk mengulang kembali kenangan indah itu. Dan, sekarang, mereka lah yang akan memasak, bukan belajar lagi. Mereka sudah harus diberi kepercayaan untuk membuat masakan sendiri. 


اللهم بارك لنا في رجب و شعبان و بلغنا رمضان