Wednesday, August 17, 2016

Foto


Bismillaah
Namanya Dini, bukan nama sebenarnya. Seorang siswi kelas 6 SD. Berjilbab, santun, tidak banyak bicara apalagi banyak tingkah seperti teman-temannya. Untuk ukuran anak SD, Dini terlihat lebih dewasa. Saat ini sedang menghafal Al Qur'an juz 28. Juz 30 dan 29 in sya Allah sudah ia kuasai dengan baik.
Tak biasanya, pagi itu wajahnya sendu. Matanya terlihat bengkak, seperti habis menangis. Kepalanya selalu tertunduk, seolah malu bila dilihat orang. Ada apa, Nak?
"Aku malu, Bu. Masa Si Rio edit fotoku, terus dipasang deket foto dia. Di tengahnya ada gambar 'love', Bu. Terus, ada kata-kata 'Gue dan lu adalah kita'. Aku malu, bu. Nanti kalau semua guru tahu, gimana? Nanti kalau ada yang bilang, "Masa anak ustadz, begitu?" Gimana, Bu?" ceritanya mengalir diiringi tetesan air matanya yang tak henti mengalir juga.
"Memangnya, Rio dapat foto kamu dari mana? Apa kamu pernah kirim foto ke dia", tanyaku berusaha menyelidiki.
"Nggak pernah Bu, demi Allah. Katanya dia dapat foto itu waktu kegiatan  camping dari grup WA orang tua. Padahal, itu fotonya juga bareng-bareng, aku nggak sendirian," jelasnya tetap sambil menangis.
Terlihat, betapa malunya Dini. Dia merasa harga dirinya telah dicoreng oleh temannya sendiri. Padahal, kalau dilihat foto hasil pengeditan itu tidak 'parah'. Tapi ternyata buat Dini, itu masalah besar karena menyangkut nama baik dirinya dan orang tuanya.
Dari kasus ini kita belajar, betapa luar biasa dampak yang bisa ditimbulkan dari perbuatan kita meng-upload foto ke dunia maya. Mungkin maksud kita hanya ingin berbagi kebahagiaan, atau sekadar memberitahukan kegiatan kita kepada teman-teman. Walaupun, ada juga yang memang ingin 'pamer'. Ini lho, saya sudah pernah ke Makkah, ke Dubai, ke London, dan lain-lain. Na'udzubillaahi min dzalik.
Namun, dunia maya adalah dunia yang tak kalah jahat, atau lebih ekstrimnya, tak kalah kejam dibandingkan dunia fana yang sebenarnya ini. Di sana ada kawan, namun juga ada lawan. Ada sahabat, tapi juga ada penjahat. So, kita pun harus lebih berhati-hati dalam bertindak dan berperilaku.
Foto, sejak zaman belum ada Internet, bisa digunakan untuk kebaikan maupun keburukan. Dengan foto kita bisa mengenal orang yang jauh, bahkan yang sudah meninggal. Dengannya pula kita bisa bernostalgia dengan masa-masa indah yang pernah kita alami, kebersamaan dengan orang-orang yang sekarang mungkin sudah saling menjauh karena tempat dan kesibukan.
Namun, foto pun bisa menjadi alat kejahatan bila berada di tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Foto bisa menjadi alat seseorang untuk berbuat jahat kepada orang lain, misalnya sihir. Bayangkan, seseorang bisa terkena sihir hanya melalui sebuah foto.
Luar biasa bahaya foto. So, jangan biarkan foto kita diekspose dan dinikmati oleh orang lain dengan mudah. Teknologi sudah demikian canggihnya, sehingga bisa memungkinkan segala sesuatu untuk terjadi. Apalagi kalau Allah sudah berkehendak. "Kun!" Fa yakun.

2 comments:

Wiwid Nurwidayati said...

Foto2 saya yg dialbum fb adalah hasil tag tag an teman. Bisa dihapus nggak ya

quiksilver indonesia said...

thanks infonya