Tuesday, March 5, 2024

Amanah Baru

Bismillah


Mulai tahun ajaran ini, 2023/2024, sekolah tempat saya mengajar membuka SMP. Alhamdulillaah. Setahun sebelum tahun ajaran baru dimulai, desas-desus tentang siapa saja yang akan mendapatkan tugas baru di SMP mulai terdengar. Saya pun termasuk yang diisukan.


Waktu itu, saya tidak ada keinginan maupun niat untuk mengajar di SMP. Mengapa? Saya merasa sudah tidak muda lagi, sehingga merasa sudah tidak cakap mempelajari hal-hal baru. Ditambah lagi, SMP ini mulai menggunakan kurikulum merdeka yang saya tidak punya pengetahuan sedikit pun tentang kurikulum merdeka ini. Kalau saya mengajar SMP, tugas saya bertambah berat. Harus belajar kurikulum merdeka, sekaligus materi pelajaran yang akan saya ampu, bahasa Indonesia. 


Beberapa rekan guru sudah menebak bahwa saya termasuk salah satu yang akan mengajar SMP. Walaupun dalam hati tidak ingin, tetapi kalau sudah diberi amanah oleh atasan, saya tidak berani menolak. Apalagi Bapak Direktur juga tidak menanyakan kesediaan saya. Beliau langsung saja menugaskan kami dan menjelaskan tugas-tugas kami tanpa bertanya apakah kami bersedia atau tidak. 


Alhamdulillaah 'alaa kulli haal. Meskipun awalnya enggan, saya harus bekerja dengan profesional. Amanah ini diberikan kepada saya karena saya dianggap mampu. Bismillah, saya akan berusaha semaksimal mungkin. I'll do my best!


Saat ini, sudah satu setengah semester perjalanan mengajar SMP. Walaupun ini bukan pertama kalinya, tetap saja harus banyak belajar, terutama yang berkaitan dengan kurikulum merdeka. 


Tidak hanya itu, saya pun harus belajar lagi tentang e-learning karena SMP menggunakan ini. Para siswa belajar menggunakan laptop, bukan buku fisik. Akhirnya, kami pun harus membuat modul alias e-book. Butuh waktu, tenaga, dan pikiran yang tidak sedikit. Di saat liburan, saya tidak berlibur, tetapi bekerja menyusun e-book. Tidak apa-apa. Mengajar itu memang harus sambil belajar.


Alhamdulillah, saya memiliki teman-teman yang sangat baik hati, terutama yang akhwat. Ada Bu Rizky yang selalu siap sedia mencarikan referensi tentang kurikulum merdeka, ada Bu Dian yang ahli IT, sehingga mengajari saya tentang Canva, dan Bu Dita yang sudah S2 namun tetap low profile. MaasyaaAllah, rezeki itu tidak melulu materi. Teman-teman yang shalihah pun, itu rezeki yang luar biasa berharga. Alhamdulillaah.


Selain belajar menyiapkan bahan ajar dan materi pelajaran, saya pun belajar memahami karakter anak-anak SMP. Tentu saja, mereka berbeda dengan anak-anak SD kelas 6. Walaupun hanya 12 siswa, ternyata mereka sangat aktif. Banyak bicara dan bermacam tingkah laku mereka.


Pada masa awal-awal, agak heran juga dengan sikap mereka yang berbeda dengan saat mereka kelas 6. Namun, lama kelamaan jadi terbiasa juga. Ternyata, bergaul dengan mereka itu harus seperti teman. Harus ikut-ikutan lebay. 🤭


Tak terasa, sebentar lagi kenaikan kelas. Saya pun belum tahu, apakah tahun depan masih mengajar SMP atau tidak. Kita tunggu saja kabarnya. Apa pun itu, InsyaaAllah,  adalah yang terbaik untuk saya. Aamiin yaa mujibassaailin 🤲🏻


No comments: