Saturday, November 17, 2018

Review Buku "Membimbing Remaja dengan Cinta"

Bismillaah

Judul buku: Membimbing Remaja dengan Cinta, karena Remaja Hari Ini adalah Pemimpin di Masa Depan
Penulis : Irawati Istadi
Penerbit : Pro-U Media
Cetakan : I (2016)
Tebal buku: 368 hlm

Fase remaja adalah fase yang tidak mudah untuk dilalui bagi sebagian anak dan juga orang tua. Ketika masih anak-anak, seseorang lebih mudah untuk "diatur". Namun tidak demikian saat seseorang tumbuh menjadi remaja. Banyak hal yang tidak bisa dimengerti oleh orang tua dengan apa yang diinginkan dan dilakukan oleh sang remajanya. Hal ini sering menimbulkan kesalahpahaman, yang ujung-ujungnya berakhir dengan konflik antara remaja dengan orang tua.

Maka, kehadiran buku ini bisa menjadi bahan rujukan orang tua, bagaimana sih, menghadapi anak yang menginjak remaja itu?
Disajikan dengan bahasa yang ringan dan disertai contoh-contoh riil yang dihadapi oleh orang tua sehari-hari, menjadikan buku ini sangat recommended.

Setelah sukses dengan buku "Mendidik dengan Cinta", kali ini Ibu Irawati Istadi kembali berbagi pengalamannya dalam mendidik remaja melalui "Membimbing Remaja dengan Cinta, karena Remaja Hari Ini adalah Pemimpin di Masa Depan".

Buku ini ditulis dalam delapan bagian, yaitu Remaja Dulu, Remaja Sekarang; Komunikasi dan Dialog Efektif; Membangun Konsep Diri; Menciptakan Lingkungan yang Baik; Mengarahkan Dunia Seksualitas; Kecerdasan Spiritual Remaja; Menumbuhkan Passion; dan Musuh Remaja.

Membaca buku ini, seperti membaca langkah hidup kita sendiri. Begitu nyata dan tak asing lagi. Masalah yang kita hadapi sehari-hari dalam menghadapi para remaja tersaji lengkap disertai dengan langkah-langkah solusi yang bisa kita terapkan. Saya pun sudah merasakan manfaatnya. Ketika menghadapi para siswi yang sedang keranjingan K-POP, saya sempat bingung harus bagaimana. Alhamdulillah, setelah baca buku ini, saya mendapatkan solusinya, dan langsung saya aplikasikan kepada anak didik saya yang memang mulai menginjak masa remaja.

Selain tulisan tentang remaja yang gandrung, bahkan cenderung kecanduan K-Pop, buku ini juga memuat banyak masalah yang sering kita jumpai dalam dunia remaja. Tentang krisis identitas, tawuran, masalah seksual, juga bagaimana membangun berbagai potensi yang mereka miliki. Termasuk bagaimana mencerdaskan spiritual remaja. Hal ini menjadi sesuatu yang tidak mudah karena godaan dan tantangan yang dihadapi remaja sangat bervariasi. Dari teman, tayangan TV, media sosial, dan sebagainya.

Yang tak kalah pentingnya, dalam buku ini dijelaskan pula tentang bahaya musik dan tarian, serta film/sinetron. Selama ini mungkin kita berpikir bahwa musik, tarian, dan film adalah hal-hal yang bisa membuat kita terhibur dan refreshing dari peliknya masalah kehidupan. Tapi ternyata di balik keindahan semu yang kita nikmati itu ada bahaya yang mengancam akidah kita dan anak-anak kita. Terutama para remaja. Dan ini yang mungkin luput dari perhatian kita sebagai orang tua.

Sebagai orang tua, kita harus bisa berupaya untuk terus mendampingi dan membersamai remaja kita agar tidak salah arah. Buku ini bisa dijadikan panduan untuk itu.

Monday, November 5, 2018

Review buku "Aminah, the Greatest Love"

Bismillaah




AMINAH, The Greatest Love
Pahit Manis Kisah Hidup Ibunda Muhammad
(resensi)
Judul buku             : Aminah, the Greatest Love
Penulis                  : Abdul Salam Al-Asyri
Penerbit                : Pena Pundi Aksara
Tahun terbit/cetakan    : 2008/I
Tebal buku              : 282 halaman

Sayyidah Aminah, yang di Indonesia kita menyebutnya dengan Siti Aminah, adalah seorang yatim yang dibesarkan oleh pamannya, Wuhaib bin Abdi Manaf bin Zuhrah. Pamannya adalah kepala marga bani Zaharah, sebuah marga dari kabilah terhormat suku Quraisy. Ayahnya bernama Wahb bin Abdi Manaf.

Terlahir dari keluarga terhormat dengan nasab yang mulia, Aminah pun memiliki sifat-sifat yang mulia dan terpuji, selaras dengan kecantikan wajah dan penampilannya. Ia tumbuh menjadi wanita yang cantik, menyenangkan, dan menarik perhatian setiap orang. Siapa pun, baik perempuan maupun laki-laki senang memperhatikannya.

“Aminah dikenal sebagai anak yang memikat, membuat siapa pun mudah jatuh hati kepadanya. Orang-orang hampir tidak mengerti rahasia di balik pesona dan daya pikat yang dimiliki Aminah. Sebagian orang menganggapnya timbul lantaran kecantikan Aminah yang luar biasa-kecantikan yang menggabungkan sisi fisik yang elok dan segar, perawakan yang ramping, bulu mata yang lentik, kulit yang bersih, mata yang lebar, serta rambut yang panjang terurai. Sebagian yang lain menambahkan kesempurnaan fisik dengan tangannya yang kuat dan ringan dalam mengatur banyak hal, memiliki kekuatan jiwa, kelembutan rasa, ketangkasan gerak, wawasan yang luas, kecerdasan yang tinggi, serta banyak keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang lain.” (Hal. 4-5)

      Kecantikan dan kecerdasan Aminah menjadi buah bibir di kota Makkah. Banyak pemuda yang berharap bisa mempersuntingnya. Namun Allah menjaga kesucian dirinya, dan mempersiapkannya hanya untuk seorang pemuda yang layak baginya.

      Selain Aminah, ada seorang pemuda yang juga sedang menjadi buah bibir. Dialah Abdullah bin Abdul Muthalib. Seorang pemuda yang terkenal dengan keluhuran budi pekerti dan ketampanannya. Banyak gadis yang bermimpi ingin menjadi pasangan hidupnya. Termasuk Aminah. Tapi Aminah sangat pemalu. Dia pun hanya memendam keinginan dan impiannya di dalam hati. Tak seorang pun mengetahuinya.

      Setelah sekian lama menunggu, datanglah Abdul Muthalib meminang Aminah untuk putranya, Abdullah. Pesta pernikahan yang meriah pun dilaksanakan. Seluruh penduduk Makkah bersuka cita. Dua orang yang sangat mereka kagumi bersanding dalam mahligai cinta. Benar-benar pasangan yang serasi dan terhormat.

      Belum lama, mereka menikmati indahnya pengantin baru, Abdullah harus pergi untuk menjalankan usaha dagang ayahnya ke negeri Syam. Ia pun harus meninggalkan isteri tercintanya. Dengan berat hati, Aminah melepas kepergian sang kekasih hati.

Bagaimanakah kisah cinta dua insan yang terjaga kesuciannya ini? Silakan baca selengkapnya di buku “Aminah, The Greatest Love”. Dijamin serunya tak kalah dengan roman cinta yang banyak beredar dan bikin baper. Bedanya, ini kisah cinta nyata yang dipertemukan oleh Allah, bukan karena pacaran.