Tuesday, March 1, 2016

Soal, Soal, dan Soal

Semester dua ini benar-benar melelahkan. Bagaimana tidak? Kegiatan kesiswaan dan kurikulum seperti atlet lomba lari. Saling berkejaran, seolah tak mau dikalahkan, apalagi ditinggalkan. Dari Arabic and English Contest, study tour, try out setiap bulan, dan yang sudah ada di depan mata, UAS khusus kelas 6. Sebagai guru yang baik, tentunya harus aktif dalam semua kegiatan tersebut. Tak hanya lelah jasmani, tapi juga pikiran. Meski demikian, alhamdulillah selalu berusaha enjoy sajalah. Sudah risiko orang bekerja, to? Kalau gak mau capai ya, di rumah saja.
Baru selesai membuat soal try out dan mau mengoreksi hasilnya, eee...harus buat soal UAS. Tapi, tak apa, jalani saja. Nanti juga kelar. Buktinya, hari ini soal yang sudah melewati pos pengeditan itu bisa segera di-print. Kubawalah laptop ke kantor. Bahagia rasanya membayangkan tugas membuat soal sebentar lagi tuntas.
Ternyata tak semudah dalam bayangan. Baru ngeprint satu lembar, e... printernya mogok. Capai kali, ya. Pindah deh, ke kantor sebelah. Olala ... benar-benar tak seindah anganku. Printer yang satu ini belum berkenalan dengan laptopku. Berarti harus di- install dulu dong? Oh no... Mana Pak Taufik, sang ahli IT sedang sakit, lagi. Bagaimana, ini?
"Pakai flashdisk saja, Bu", saran Bu Wulan yang juga sudah selesai
ngeprint.
" Saya nggak bawa, Bu", jawabku memelas plus pasang muka sedih, berharap ada yang mau mengasihani. (Cengeng banget, ya!)
"Ini, pakai flashdisk saya saja."
Tawaran yang kunanti datang!
"Iya, Bu. Jazakillah Bu...," sambutku dengan penuh rasa syukur.
Setelah file kupindah ke flashdisk, aku langsung ngeprint menggunakan komputer yang ada di kantor. Laptopku nganggur, deh.
"Aduh, kopi siapa, sih ini? Hampir saja tumpah. Bisa berabe kalau sampai kena kertas soal saya," kata Bu Wulan setengah teriak.
"Paling punya Pak Joko, Bu. Cuma dia, kan, yang suka kopi tubruk begitu," sahutku sambil tetap memandangi monitor komputer dan printer. Takut ada yang salah.
"Kenapa, sih, dia itu seenaknya saja meletakkan gelas kopi di sini. Di meja ini kan, banyak barang elektronik. Kalau ketumpahan bisa rusak semua," gerutu Bu Wulan yang kelihatan masih kesal. Sepertinya dia benar-benar kaget dan takut kertas soalnya kotor. Harus ngeprint lagi, capai, kan?
"Lupa, mungkin, Bu. Beliau kan, sibuk," ujarku berusaha menenangkannya.
"Sibuk apaan? Yang ada mah, sok sibuk. Emangnya dia presiden? Sibuk? Kalau presiden tuh, baru sibuk. Sampai katanya cuma bisa tidur 3 jam dalam sehari," bantah Bu Wulan.
"Masa, sih, Bu, cuma tiga jam? Presiden mana, itu?"
"Mantan presiden Indonesia, Bu. Ah sudahlah jadi ke mana-mana, nih. Sudah selesai ngeprint nya, Bu? Saya mau buru-buru pulang, nih."
"Oh, sudah bu. Ini flashdisk-nya. Jazakillah khairan katsira, Bu Wulan cantik."
"Wa iyyaki, Bu Tika imut."
Alhamdulillah, tuntas sudah tugas minggu ini. Tinggal menyerahkan ke Pak Joko, selesai deh. Oya, Pak Joko itu wakasek kurikulum di sekolahku. Orangnya sibuk, benar-benar sibuk. Bukan sok sibuk seperti pendapat Bu Wulan tadi. Di sekolah, selain sibuk mengatur dan menjaga keberlangsungan proses KBM, beliau juga sibuk merawat kebun sekolah. Di rumah, selain sibuk berkebun juga, beliau juga sibuk beternak burung. Berbagai jenis burung ada di rumahnya. Ada burung dara, burung kenari, burung beo, burung jalak, dan lain-lain. Karena bukan penikmat burung, jadi aku tak hafal semua nama burung. Karena kecapaian mengurusi hobinya itu, beliau suka mengantuk di sekolah. Makanya beliau suka minum kopi dan meletakkan kopi di mana-mana. Di kantor admin, kantor guru, kantor kepsek, di perpustakaan, dan ... di kebun! Ck ... ck ... ck
#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari

2 comments:

irma said...

Wah good mbak... jempol deh

Unknown said...

Mbak, ceritanya renyah deh. Enak bacanya..